Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٣٦
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Menjaga huruf yang tipis · Bait ٣٦ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
وليتلطف
pada wa-l-yatalaththaf
وعلى الله
dan wa ‘alā Allāh
ولا الض
dan wa lā adh-dhāllīn yang disingkat dalam nazam
والميم
dan mim
من مخمصة ومن مرض
pada makhmashah dan maradh
Terjemahan bait ٣٦

(Jagalah lam pada) wa-l-yatalaththaf, wa ‘alā Allāh, dan wa lā adh-dhāllīn; serta mim pada makhmashah dan maradh.

Syarah · keterangan lengkap

Huruf tipis di lingkungan yang berat

Lam dan mim tetap memiliki sifatnya meskipun berdekatan dengan huruf isti‘la. Pada wa-l-yatalaththaf terdapat tha; pada makhmashah terdapat kha dan shad; pada maradh terdapat ra dan dhad. Kehadiran bunyi tebal di sekitar tidak memberi izin menebalkan seluruh kata. Inilah maksud latihan membedakan huruf satu per satu dalam rangkaian.

Lam yang mana pada ‘alā Allāh?

Yang diingatkan tetap tipis ialah lam pada kata ‘alā. Lam lafaz Allah sesudahnya memiliki ketentuan lain dan dibaca tebal karena didahului fathah. Satu rangkaian dapat memuat lam tipis kemudian lam tebal. Jika keduanya disamakan karena letaknya berdekatan, pelajaran bait ini justru terlewat.

Singkatan wa lā adh-

Nazam menyingkat contoh وَلاَ الضَّالِّينَ sebagai wa lā adh- untuk kebutuhan susunan. Yang dijaga ialah lam pada lā, sebelum dhad yang tebal. Bentuk singkatan dalam syair tidak boleh dijadikan contoh berhenti sengaja di tengah kata Al-Qur’an. Ketika berlatih tilawah, kembalikan contoh kepada lafaz ayatnya secara utuh.

Latihan peralihan bunyi

Baca bagian akhir al-Fatihah dengan perhatian kepada lam pada lā dan dhad pada adh-dhāllīn. Peralihan tipis ke tebal harus terjadi tanpa menambah jeda ataupun harakat. Sesudah itu, latih mim pada makhmashah melalui contoh yang benar. Perubahan kualitas huruf tetangga dilakukan tepat pada tempatnya, bukan disebarkan ke seluruh frasa.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٤٧ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

أثرُ الحَرْف المجاور

احفظ تَرْقيق اللام في «وَلْيَتَلَطَّفْ»، وفي آخر «عَلَى» قبل لَفْظ الجلالة، وفي «وَلَا» قبل الضاد. ثم احفظ تَرْقيق الميم في «مَخْمَصَة» و«مَرَض». وجود حَرف مفخّم قريب لا يغيّر أصل هذه الحُروف. وعبارة «ولا الضّ» في النظم اختصار للتذكير، فلا تُقرأ على أنها آية كاملة.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

والميم من مخمصة ومن مرض

Al-mīma dihubungkan dengan huruf-huruf yang menjadi sasaran perintah tarqiq. Min makhmashah dan min maradh menunjuk contoh kata yang memuat mim. Lafaz wa lā adh- merupakan kutipan contoh yang dipendekkan dalam nazam, bukan satu kalimat mandiri.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مخمصة

Akar
خ م ص
Pola / bentuk
مَفْعَلَة؛ اسم يدل على المجاعة

Makhmashah berarti kelaparan. Kata ini dipilih karena mim berdampingan dengan bunyi tebal, sehingga murid perlu menjaga ketipisan mim tanpa mengubah huruf tetangganya.

Hubungan bait

Bait ٣٦ melanjutkan contoh tarqiq bait ٣٥. Perbedaan lam biasa dan lam Allah dipertegas pada bait ٤٤; menjaga sukun pada rangkaian kata dibahas pada bait ٤٧.

Intisari & faedah
  1. Lam pada ‘alā tetap tipis, berbeda dari lam Allah sesudahnya.
  2. Singkatan contoh dalam nazam bukan petunjuk memotong kata saat tilawah.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Pelajar membaca seluruh ‘alā Allāh dengan lam yang sama-sama tebal.

Cara membaca / memahami

Ia menjaga lam ‘alā tetap tipis, lalu menerapkan tafkhim pada lam Allah sesuai harakat sebelumnya.

Yang perlu diperhatikan

Jangan menyisipkan jeda baru di antara huruf hanya untuk memudahkan peralihan; latihan bertahap diarahkan kembali ke bacaan sambung.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Fatihah: ٧

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Inti makna

Jalan yang dimohon ialah jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai ataupun tersesat.

Kaitan dengan bait

Lam pada وَلَا tetap tipis sebelum dhad pada الضَّالِّينَ. Bacalah lafaz ayat lengkap, bukan singkatan contoh dalam nazam.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Lam mana yang dimaksud untuk ditipiskan dalam contoh ‘alā Allāh?

Lihat pembahasan jawaban

Lam pada kata ‘alā. Lam lafaz Allah setelah fathah dibaca tebal menurut ketentuannya, sehingga kedua lam tidak disamakan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وليتلطف

pada wa-l-yatalaththaf

وعلى الله

dan wa ‘alā Allāh

ولا الض

dan wa lā adh-dhāllīn yang disingkat dalam nazam

والميم

dan mim

من مخمصة ومن مرض

pada makhmashah dan maradh

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَلْيَتَلَطَّفْ وَعَلَى اللَّهِ وَلَا الضّ

Buka penggal ٢

وَالْمِيمَ مِنْ مَخْمَصَةٍ وَمِنْ مَرَضْ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 36 — Lam dan mim di dekat huruf tebalNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan