Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٣٩
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Menjaga huruf yang tipis · Bait ٣٩ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
وبينن مقلقلا
dan jelaskanlah huruf yang berqalqalah
إن سكنا
apabila ia sukun
وإن يكن في الوقف
dan apabila terdapat pada keadaan waqaf
كان أبينا
ia menjadi lebih jelas
Terjemahan bait ٣٩

Jelaskanlah bunyi huruf qalqalah ketika ia sukun; bila berada pada keadaan waqaf, qalqalahnya lebih jelas.

Syarah · keterangan lengkap

Kapan qalqalah terdengar?

Qalqalah diterapkan pada ق، ط، ب، ج، د ketika sukun. Sukun dapat sudah ada saat washal atau muncul karena berhenti. Contohnya jim pada al-fajr memiliki sukun dalam kata, sedangkan dal pada ahadun menjadi sukun ketika waqaf. Mengetahui sebab sukun membantu pelajar menemukan tempat qalqalah secara benar.

Mengapa waqaf lebih jelas?

Pada akhir bacaan, huruf menjadi tempat pelepasan bunyi sebelum berhenti sehingga pantulannya lebih menonjol. Jika huruf akhir bertasydid, seperti pada al-haqq, hak tasydid tetap dipenuhi sebelum pelepasan. Penjelasan “lebih jelas” tidak memberi ukuran untuk berteriak atau memanjangkan pantulan sampai menjadi vokal tambahan.

Bukan fathah kecil yang dibuat-buat

Sebagian pelajar meniru qalqalah dengan menambahkan “a”, “i”, atau “u”. Cara itu berisiko mengubah sukun menjadi harakat. Yang dicari ialah pelepasan khas huruf yang tetap sukun. Ejaan Latin tidak selalu sanggup menggambarkannya dengan baik; contoh suara dan koreksi diperlukan agar pantulan tidak berubah menjadi satu suku kata baru.

Cara memeriksa

Baca قَدْ lalu berhenti, kemudian dengarkan apakah dal masih terasa sukun dan tetap jelas. Bandingkan dengan kata yang benar-benar memiliki dal berharakat untuk mengenali perbedaannya. Setelah itu, berlatih pada huruf lain dari kelompok qalqalah. Jagalah proporsi menurut tempo, dan jangan menambah gerakan bibir yang mengubah kualitas huruf.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٥٠ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

متى تَقْوى القلقلة؟

تظهر القلقلة إذا سكن حرفها، وتكون أبين عند الوَقْف؛ لأن الحَرْف يصير آخر ما يُسمع. وفي الوَقْف على المشدّد نراعي التَّشديد أيضًا. اقرأ الحَرْف واضحًا من غير توليد حَرَكة أو هَمْزة بعده. ومقدار الوضوح يُؤخذ بِالسَّماع، فلا نَجعل كل قلقلة نقرة عنيفة تقطع جريان التِّلاوة.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

وبينن مقلقلا إن سكنا

Bayyinan adalah kata perintah dengan nun taukid ringan. Muqalqalan dapat menjelaskan huruf yang diperkirakan sebagai objek. Alif akhir sakanā dan abyanā merupakan alif ithlaq, bukan tanda dua huruf yang harus sama-sama sukun.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

أبينا

Akar
ب ي ن
Pola / bentuk
أَفْعَل؛ اسم تفضيل مع ألف الإطلاق

Abyan berarti lebih jelas. Alif akhir mengikuti irama nazam. Kejelasan di sini dinilai dari terdengarnya identitas huruf, bukan sekadar besar volume.

Hubungan bait

Bait ٣٩ menerapkan daftar qalqalah bait ٢٤ pada contoh bait ٣٧–٣٨. Cara waqaf tanpa harakat penuh dijelaskan lagi pada bait ١٠٤–١٠٥.

Intisari & faedah
  1. Qalqalah berlaku ketika huruf kelompoknya sukun.
  2. Pantulan lebih jelas saat waqaf, tanpa berubah menjadi harakat penuh.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Saat berhenti pada أَحَدٌ, murid masih membunyikan “ahadu” dengan dhammah lengkap.

Cara membaca / memahami

Ia menyukunkan dal pada waqaf biasa dan memelihara qalqalahnya sesuai contoh pengajar.

Yang perlu diperhatikan

Pembahasan rawm memiliki ketentuan tersendiri; jangan menyamakan rawm dengan membunyikan harakat penuh ketika berhenti.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Ikhlash: ١

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

Inti makna

Nabi diperintah menyatakan bahwa Allah adalah Esa.

Kaitan dengan bait

Dal akhir أَحَدٌ menjadi sukun ketika waqaf biasa. Ia dibaca jelas dengan qalqalah tanpa dhammah penuh atau vokal baru.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa bedanya qalqalah dal pada waqaf أَحَدْ dengan membaca أَحَدُ berharakat?

Lihat pembahasan jawaban

Pada qalqalah, dal tetap sukun dengan pelepasan khas. Pada ahadu berharakat terdapat dhammah yang benar-benar dibunyikan; keduanya bukan hal yang sama.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وبينن مقلقلا

dan jelaskanlah huruf yang berqalqalah

إن سكنا

apabila ia sukun

وإن يكن في الوقف

dan apabila terdapat pada keadaan waqaf

كان أبينا

ia menjadi lebih jelas

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَبَيِّنَنْ مُقَلْقَلًا إِنْ سَكَنَا

Buka penggal ٢

وَإِنْ يَكُنْ فِي الْوَقْفِ كَانَ أَبْيَنَا

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 39 — Qalqalah pada sukun dan ketika berhentiNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan