Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Menjaga huruf yang tipis · Bait ٤٠ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- وحاء
- dan ha (ح)
- حصحص أحطت الحق
- pada hashhasha, ahathtu, dan al-haqq
- وسين
- dan sin
- مستقيم يسطو يسقو
- pada mustaqīm, yasthū, dan yasqū
Terjemahan bait ٤٠
(Jelaskanlah ketipisan) ح pada hashhasha, ahathtu, dan al-haqq; serta sin pada mustaqīm, yasthū, dan yasqū.
Syarah · keterangan lengkap
Ha tidak ikut menjadi kha
Huruf ح termasuk istifal. Pada حَصْحَصَ ia berdekatan dengan shad, pada أَحَطْتُ dengan tha, dan pada الْحَقّ dengan qaf. Huruf-huruf tebal tersebut tidak mengubah ح menjadi خ. Upaya memperjelas ح juga tidak boleh menghasilkan suara tenggorokan yang terlalu kasar hingga kehilangan identitasnya.
Sin tidak berubah menjadi shad
Pada mustaqīm terdapat qaf sesudah sin melalui perantara ta; pada yasthū terdapat tha, dan pada yasqū terdapat qaf. Sin tetap memiliki istifal dan infitah. Pelajar sering tidak menyadari penebalan yang menular dari huruf berikutnya. Karena itu, contoh dibaca dengan perhatian pada sin, bukan hanya pada huruf tebal yang lebih terdengar.
Contoh yang dipendekkan
Bentuk yasthū dan yasqū dalam nazam mengingatkan lafaz يَسْطُونَ dan يَسْقُونَ dalam ayat. Penghilangan bagian akhir dilakukan dalam penyebutan syair, bukan sebagai bentuk bacaan ayat yang boleh dipilih. Saat membuka contoh Qur’an, gunakan lafaz lengkap sesuai mushaf dan jangan menghentikan bacaan sengaja di tengah kata.
Latihan menjaga batas
Baca mustaqīm dengan sin yang tipis dan qaf yang tetap tebal. Jangan membuat seluruh kata tipis untuk menyelamatkan sin, atau seluruh kata tebal untuk mempertahankan qaf. Sasaran latihan adalah peralihan yang tepat tanpa tambahan jeda. Hal yang sama diterapkan pada ح dan huruf tebal di sekitarnya.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٥١ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
وحاء حصحص أحطت الحق وسين مستقيم
Hā’a dan sīna berkaitan dengan tuntutan penjelasan atau tarqiq dari rangkaian sebelumnya. Kata-kata sesudahnya adalah contoh lafaz. Harakat nama contoh dalam nazam mengikuti susunan kutipan dan tidak menjadi pengganti harakat pada ayat aslinya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini menerapkan makhraj ح dan sin dari bait ١١ serta ١٧. Ia melanjutkan prinsip tarqiq bait ٣٤ dan mengantar pembedaan kata pada bait ٤٨.
Intisari & faedah
- ح tidak berubah menjadi خ karena tetangga yang tebal.
- Sin tetap tipis sementara huruf isti‘la di sekitarnya tetap memenuhi sifatnya.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Pelajar membaca sin pada الْمُسْتَقِيمَ terlalu tebal sehingga mendekati shad.
Cara membaca / memahami
Ia memperlambat peralihan sin–ta–qaf, menjaga sin tipis dan qaf tebal, lalu menyambungkan kembali tanpa jeda tambahan.
Yang perlu diperhatikan
Memperbaiki sin tidak dilakukan dengan menipiskan qaf, karena setiap huruf tetap mempunyai haknya.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Fatihah: ٦
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ
Inti makna
Permohonan agar Allah membimbing menuju jalan yang lurus.
Kaitan dengan bait
Sin pada الْمُسْتَقِيمَ dijaga tipis meskipun dalam kata yang sama terdapat qaf. Shad pada الصِّرَاطَ sebelumnya memiliki sifat berbeda.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah yasthū dalam nazam menjadi izin menghilangkan nun pada يَسْطُونَ saat tilawah?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Bentuk ringkas itu bagian dari penyebutan contoh dalam syair. Bacaan ayat harus kembali kepada lafaz lengkap sesuai mushaf.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وحاء
dan ha (ح)
حصحص أحطت الحق
pada hashhasha, ahathtu, dan al-haqq
وسين
dan sin
مستقيم يسطو يسقو
pada mustaqīm, yasthū, dan yasqū
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَحَاءَ حَصْحَصَ أَحَطتُّ الْحَقُّ
Buka penggal ٢
وَسِينَ مُسْتَقِيمِ يَسْطُو يَسْقُو
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 40 — Ha dan sin di dekat huruf isti‘laNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
الحاءُ والسين
الحاء مرقّقة في «حَصْحَصَ» و«أَحَطْتُ» و«الْحَقّ»، فلا تسحب إليها غلظ الصاد أو الطاء أو القاف. والسين تبقى سينًا في «مُسْتَقِيم» وفي الأَلفاظ التي يذكّر بها «يسطو يسقو»، ولا تصير صادًا. ارجع عند التِّلاوة إلى الكَلِمة القرآنية كاملة؛ لأن النّاظِم اختصر بعض الأَلفاظ لوزن الشعر.
افتح الدرس والتدريب