Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Lam Allah dan ketepatan sifat · Bait ٤٤ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- وفخم اللام
- dan tebalkan lam
- من اسم الله
- pada nama Allah
- عن فتح أو ضم
- setelah fathah atau dhammah
- كعبد الله
- seperti ‘Abdullāh
Terjemahan bait ٤٤
Tebalkan lam pada nama Allah setelah fathah atau dhammah, seperti pada ‘Abdullāh.
Syarah · keterangan lengkap
Dua keadaan tafkhim
Lam pada lafaz Allah dibaca tebal ketika didahului fathah atau dhammah. Contoh dengan dhammah ialah ‘Abdullāh sebagaimana disebut nazam; contoh dengan fathah dapat diamati pada qāla Allāh. Perhatikan bunyi yang tepat sebelum lafaz tersebut saat sambung, bukan hanya melihat huruf jauh di awal kalimat.
Keadaan tarqiq
Jika didahului kasrah, lam Allah dibaca tipis, seperti pada بِاللَّهِ dan لِلَّهِ. Kasrah yang terdengar dalam sambungan yang benar juga diperhatikan sesuai pengajaran bacaan. Ketika memulai langsung dengan Allāh, hamzah pembukanya berfathah dan lam dibaca tebal. Hamzah itu sendiri tetap dijaga sebagai huruf yang tidak diberi tafkhim berlebihan.
Khusus lam lafaz Allah
Aturan ini tidak diterapkan kepada semua lam yang didahului fathah atau dhammah. Lam biasa pada لَنَا tetap tipis dalam acuan Hafsh. Bait ٣٦ bahkan mengingatkan lam ‘alā yang tipis sebelum lam Allah yang tebal. Membatasi objek aturan akan mencegah satu kaidah khusus menjadi aturan umum yang keliru.
Latihan tiga rangkaian
Bandingkan lillāh, ‘Abdullāh, dan ‘alā Allāh. Identifikasi harakat sebelum lafaz Allah, lalu baca sesuai tipis-tebalnya. Pertahankan panjang alif yang mengikutinya menurut kaidah mad dan hindari mengubah tebal menjadi bunyi “o” yang tidak tepat. Penilaian dilakukan melalui kualitas bacaan, bukan melalui besar suara.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٥٧ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
وفخم اللام من اسم الله عن فتح أو ضم
Fakhkhim adalah kata perintah; al-lāma menjadi objeknya. Min ismi Allāh membatasi lam yang dimaksud. ‘An fathin aw dhammin menjelaskan keadaan sebelumnya, sedangkan ka-‘Abdu Allāh menyebut contoh lafaz yang dikutip.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ٤٤ memberi perincian khusus bagi lam yang dikecualikan dari tarqiq umum. Ia menjelaskan perbandingan lam pada bait ٣٥–٣٦ sebelum matan kembali ke huruf isti‘la pada bait ٤٥.
Intisari & faedah
- Lam Allah tebal setelah fathah atau dhammah dan tipis setelah kasrah.
- Aturan ini tidak menjadikan semua lam setelah fathah atau dhammah tebal.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Pelajar menebalkan lam pada lanā karena harakat sebelumnya fathah.
Cara membaca / memahami
Ia membedakan lam biasa dari lam lafaz Allah. Lam pada lanā tetap tipis dalam acuan Hafsh.
Yang perlu diperhatikan
Kaidah harus dibaca bersama objeknya; menghapus frasa “pada nama Allah” mengubah ruang lingkup aturan.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Fatihah: ٢
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Inti makna
Segala puji ditujukan kepada Allah, Tuhan yang memelihara seluruh alam.
Kaitan dengan bait
Lafaz لِلَّهِ menjadi contoh tarqiq lam Allah setelah kasrah, sebagai pembanding dua keadaan tafkhim yang disebut matan.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Bagaimana perbedaan lam pada lillāh dan ‘Abdullāh?
Lihat pembahasan jawaban
Pada lillāh, kasrah sebelum lam Allah menyebabkan tarqiq. Pada ‘Abdullāh, dhammah sebelumnya menyebabkan tafkhim. Keduanya mengikuti keadaan yang berbeda.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وفخم اللام
dan tebalkan lam
من اسم الله
pada nama Allah
عن فتح أو ضم
setelah fathah atau dhammah
كعبد الله
seperti ‘Abdullāh
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَفَخِّمِ اللَّامَ مِنِ اسْمِ اللَّهِ
Buka penggal ٢
عَنْ فَتْحٍ أَوْ ضَمٍّ كَعَبْدُ اللَّهِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 44 — Lam pada lafaz AllahNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
لامُ لَفْظ الجلالة
تفخّم لام اسم الله إذا سبقها فَتح أو ضمّ، مثل «قَالَ اللَّهُ» و«عَبْدُ اللَّهِ». وترقّق إذا سبقها كَسْر، مثل «بِاللَّهِ». وعند الابتِداء بِلَفْظ الجلالة تفخّم اللام، وتبقى همزته مرقّقة. انظر إلى الحَرَكة قبل اللام في النطق الفعليّ، ولا تجعل حكمها ثابتًا في جميع المَواضِع.
افتح الدرس والتدريب