Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Lam Allah dan ketepatan sifat · Bait ٤٥ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- وحرف الاستعلاء فخم
- dan tebalkan huruf isti‘la
- واخصصا الإطباق أقوى
- serta khususkan ithbaq dengan ketebalan yang lebih kuat
- نحو قال والعصا
- seperti qāla dan al-‘ashā
Terjemahan bait ٤٥
Tebalkan huruf isti‘la, dan berikan ketebalan yang lebih kuat kepada huruf ithbaq, seperti perbandingan qāla dan al-‘ashā.
Syarah · keterangan lengkap
Tujuh huruf yang dijaga
Perintah ini kembali kepada خ ص ض غ ط ق ظ. Tafkhim merupakan karakter yang perlu dipelihara pada huruf-huruf isti‘la. Huruf berkasrah tidak keluar dari kelompok tersebut, walaupun kualitas tebalnya lebih ringan daripada keadaan tertentu yang berfathah. Membaca semua huruf dengan warna suara seragam akan menghilangkan perbedaan yang dijaga matan.
Ithbaq memberi ciri lebih kuat
Empat huruf ص ض ط ظ memiliki isti‘la sekaligus ithbaq. Matan meminta perhatian khusus kepada karakter yang lebih kuat tersebut. Pada qāla, qaf menjadi contoh isti‘la tanpa ithbaq; pada al-‘ashā, shad menjadi contoh isti‘la dengan ithbaq. Contoh-contoh itu menjelaskan kelompok, bukan ukuran keras suara yang harus dihitung.
Tingkatan dalam pengajaran
Dalam pengajaran umum, kadar tafkhim diperhatikan menurut harakat dan lingkungannya: fathah dengan alif, fathah tanpa alif, dhammah, keadaan sukun, dan kasrah dibahas bertingkat. Pada sukun, huruf sebelumnya juga diperhatikan dalam perincian. Jangan mengubah daftar tingkat menjadi rumus yang mengabaikan contoh suara atau menyamakan semua huruf pada satu tingkat secara mutlak.
Menjaga alif pengikut
Alif pada qāla mengikuti qaf, sedangkan alif setelah shad pada ‘ashā mengikuti shad. Tebalnya alif tetap sebagai vokal panjang yang sesuai, tidak diganti menjadi waw. Latih perbandingan pada tempo yang sama, lalu jaga huruf tipis di sekitar tetap tipis. Dengan demikian, ketebalan muncul pada tempatnya tanpa menyebar ke seluruh kata.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٥٨ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
وحرف الاستعلاء فخم واخصصا الإطباق أقوى
Harfa al-isti‘lā’ menjadi objek yang didahulukan bagi fakhkhim. Pada ukhshushā, alif akhir terkait bentuk penegasan nazam. Aqwā menjelaskan tafkhim yang lebih kuat bagi huruf ithbaq, dengan sebagian unsur dipahami dari konteks.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ٤٥ menerapkan isti‘la dan ithbaq dari bait ٢٢–٢٣ serta menjelaskan peringatan alif pada bait ٣٤. Sifat ithbaq dalam pertemuan huruf diteruskan pada bait ٤٦.
Intisari & faedah
- Qaf memiliki isti‘la tanpa ithbaq; shad memiliki keduanya.
- Tingkat tafkhim tidak ditentukan hanya oleh besarnya volume.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Pelajar menambah tekanan suara secara keras untuk membedakan shad dari qaf.
Cara membaca / memahami
Ia menirukan kualitas masing-masing huruf pada volume nyaman dan memperhatikan makhraj serta ithbaq.
Yang perlu diperhatikan
Perbedaan karakter tidak membutuhkan teriakan; kuat-lemah dalam istilah sifat bukan semata-mata ukuran bunyi keras.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Thaha: ١٨
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
قَالَ هِىَ عَصَاىَ أَتَوَكَّؤُا۟ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَىٰ غَنَمِى وَلِىَ فِيهَا مَـَٔارِبُ أُخْرَىٰ
Inti makna
Musa menjelaskan manfaat tongkatnya untuk bersandar, mengurus kambing, dan keperluan lainnya.
Kaitan dengan bait
Lafaz عَصَايَ memuat shad yang memiliki ithbaq dan alif yang mengikutinya. Ia berkaitan dengan contoh ‘ashā dalam matan.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa fungsi contoh qāla dan al-‘ashā dalam bait?
Lihat pembahasan jawaban
Qaf pada qāla menggambarkan isti‘la tanpa ithbaq. Shad pada al-‘ashā menggambarkan isti‘la sekaligus ithbaq, sehingga ciri ketebalannya diberi perhatian khusus.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وحرف الاستعلاء فخم
dan tebalkan huruf isti‘la
واخصصا الإطباق أقوى
serta khususkan ithbaq dengan ketebalan yang lebih kuat
نحو قال والعصا
seperti qāla dan al-‘ashā
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَحَرْفَ الِاسْتِعْلَاءِ فَخِّمْ وَاخْصُصَا
Buka penggal ٢
الْإِطْبَاقَ أَقْوَى نَحْوُ قَالَ وَالْعَصَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 45 — Tafkhim dan kekuatan ithbaqNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
درجاتُ التَّفخيم
حُروف الاستِعلاء مفخّمة، وَحُروف الإِطباق أقوى تفخيمًا من غيرها في الحالة المماثلة. ودرجة التَّفخيم تتأثّر بِحَرَكة الحَرْف وما يليه؛ فلا يكون المكسور كالمفتوح بعده ألف. لكن حَرف الاستِعلاء المكسور لا يصير مستفلًا. في «قَالَ» و«الْعَصَا» تسمع أثر القاف والصاد، وتتبع الأَلِف كلًّا منهما.
افتح الدرس والتدريب