Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Lam Allah dan ketepatan sifat · Bait ٤٧ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- واحرص على السكون
- dan sungguh jagalah sukun
- في جعلنا
- pada ja‘alnā
- أنعمت والمغضوب
- an‘amta dan al-maghdhūb
- مع ضللنا
- bersama dhalalnā
Terjemahan bait ٤٧
Jagalah sukun pada ja‘alnā, an‘amta, al-maghdhūb, dan dhalalnā.
Syarah · keterangan lengkap
Sukun adalah keadaan nyata
Huruf sukun tetap mempunyai identitas, tetapi tidak diberi harakat baru. Pengarang memilih contoh yang mudah berubah karena perpindahan alat ucap. Pada ja‘alnā, lam sukun tidak disisipi “a” sebelum nun. Jika sukun berubah menjadi harakat, jumlah suku kata atau bentuk kata dapat berubah walaupun pelajar merasa hanya sedang memperjelas.
Nun dan mim pada an‘amta
Nun sebelum ‘ain dibaca jelas menurut izhar halqi, sedangkan mim sebelum ta juga dijaga sukun dan kejelasannya. Tidak perlu menyisipkan jeda kecil untuk membuktikan bahwa nun terdengar. Izhar bukan sakt tambahan: huruf tetap mengalir ke bagian berikutnya secara wajar tanpa menghilangkan identitasnya.
Gh ain dan lam
Pada al-maghdhūb, ghain sukun tetap ghain, tidak diberi qalqalah atau harakat. Pada dhalalnā, lam sukun dijaga sebelum nun. Lafaz terakhir ditulis dengan ض dalam contoh ini, bukan ظ. Perbedaan bentuk tersebut penting karena matan segera membahas pembedaan huruf yang berdekatan sifat atau makhrajnya.
Latihan satu ayat pendek
Baca an‘amta dan al-maghdhūb dari al-Fatihah. Dengarkan apakah ada bunyi tambahan setelah nun, mim, atau ghain. Jika ada, latih perpindahannya perlahan dengan contoh guru, lalu sambungkan kembali. Qalqalah tidak diterapkan pada lam atau ghain karena keduanya bukan anggota ق ط ب ج د.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٦٢ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
واحرص على السكون في جعلنا
‘Alā al-sukūn berkaitan dengan perintah ihrish. Kata-kata setelah fī adalah contoh lafaz yang dikutip. Pengarang tidak sedang memerintahkan semua huruf pada kata itu menjadi sukun, melainkan menjaga huruf yang memang sukun di dalamnya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ٤٧ menguatkan ketepatan huruf setelah contoh bait ٤٠. Daftar qalqalah pada bait ٢٤ mencegah pantulan sembarangan; izhar nun pada an‘amta dijelaskan pada bait ٦٦.
Intisari & faedah
- Huruf sukun tetap terdengar tanpa harakat tambahan.
- Izhar tidak memerlukan jeda atau sakt buatan.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Pelajar membaca ja‘alnā seperti “ja‘alanā” agar lam lebih jelas.
Cara membaca / memahami
Ia menjaga lam sukun dan langsung berpindah ke nun sesuai contoh, tanpa menyisipkan fathah.
Yang perlu diperhatikan
Kejelasan huruf tidak diperoleh dengan menambah suku kata; lam juga tidak diberi qalqalah.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Fatihah: ٧
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ
Inti makna
Jalan yang dimohon ialah jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai ataupun tersesat.
Kaitan dengan bait
أَنْعَمْتَ dan الْمَغْضُوبِ adalah contoh yang disebut matan. Perhatikan nun, mim, dan ghain yang sukun tanpa menyisipkan bunyi tambahan.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah menjaga sukun berarti menghilangkan bunyi hurufnya?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Huruf tetap diucapkan sesuai makhraj dan sifat, tetapi tidak diberi vokal tambahan. Identitas huruf dan ketiadaan harakat dijaga bersama.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
واحرص على السكون
dan sungguh jagalah sukun
في جعلنا
pada ja‘alnā
أنعمت والمغضوب
an‘amta dan al-maghdhūb
مع ضللنا
bersama dhalalnā
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَاحْرِصْ عَلَى السُّكُونِ فِي جَعَلْنَا
Buka penggal ٢
أَنْعَمْتَ وَالْمَغْضُوبِ مَعْ ضَلَلْنَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 47 — Menjaga sukun tanpa vokal tambahanNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
السُّكون بلا حَرَكة
عند نطق اللام في «جَعَلْنَا» والنون في «أَنْعَمْتَ» والغين في «الْمَغْضُوب» واللام في «ضَلَلْنَا»، احفظ السُّكون. قد يضيف المبتدئ فتحة خفيفة لسهولة الانتقال، فتتولّد مقطعة ليست من الكَلِمة. تدرّب ببطء على الانتقال المباشر إلى الحَرْف التالي، من غير حذف الساكن ولا تحريكه.
افتح الدرس والتدريب