Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Lam Allah dan ketepatan sifat · Bait ٤٨ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- وخلص انفتاح
- dan murnikanlah sifat infitah
- محذورا عسى
- pada mah-dzūran dan ‘asā
- خوف اشتباهه
- karena khawatir tertukar
- بمحظورا عصى
- dengan mah-zhūran dan ‘ashā
Terjemahan bait ٤٨
Murnikan sifat infitah pada mah-dzūran dan ‘asā, agar tidak tertukar dengan mah-zhūran dan ‘ashā.
Syarah · keterangan lengkap
Dzal dan zha
مَحْذُورًا memakai dzal dan bermakna sesuatu yang diwaspadai atau ditakuti. مَحْظُورًا memakai zha dan bermakna sesuatu yang dicegah atau dibatasi. Kedua huruf berdekatan makhraj, tetapi dzal memiliki infitah dan istifal, sedangkan zha memiliki ithbaq serta isti‘la. Perubahan kualitas bunyi dapat mengubah kata yang sedang dibaca.
Sin dan shad
عَسَى memakai sin, dengan makna harapan atau kemungkinan menurut konteks. عَصَى memakai shad, berarti mendurhakai. Matan mempertemukan pasangan ini untuk menunjukkan mengapa sifat huruf tidak boleh diabaikan. Membaca sin terlalu tebal dapat membuatnya mendekati shad, sedangkan menipiskan shad dapat menghilangkan pembeda yang penting.
Arti memurnikan infitah
Khallish meminta pembaca menjaga sifat huruf yang dimaksud dari pengaruh tetangganya atau kebiasaan pengucapan. Infitah tidak dikerjakan dengan membuka mulut selebar-lebarnya. Ia merupakan karakter pengucapan yang berlawanan dengan ithbaq dalam klasifikasi. Ketepatan bunyi dinilai bersama makhraj, bukan dari satu gerakan yang dilebih-lebihkan.
Latihan bunyi dan makna
Pelajari pasangan tersebut sebagai kata latihan terlebih dahulu: sebutkan huruf pembeda, lalu bedakan maknanya. Sesudah itu baca ayat yang mengandung salah satu bentuk yang benar. Jangan sengaja mengganti lafaz ayat untuk membuat demonstrasi tanpa menjelaskan bahwa itu contoh kesalahan; murid harus kembali mengingat teks Qur’an yang tepat.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٦٣ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
خوف اشتباهه بمحظورا عصى
Khawfa menerangkan alasan menjaga infitah. Dhamir -hi berkaitan dengan lafaz atau sifat yang sedang dibicarakan menurut takdir syarah. Dua kata terakhir dikutip sebagai contoh pembanding, bukan satu frasa dengan makna gabungan.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Pasangan ini memakai makhraj yang berdekatan pada bait ١٧ serta perbedaan infitah–ithbaq bait ٢٣. Pembahasan dhad dan zha pada bait ٥٢ melanjutkan perhatian kepada identitas huruf.
Intisari & faedah
- Mah-dzūr dan mah-zhūr mempunyai huruf serta makna berbeda.
- Infitah bukan perintah membuka mulut secara berlebihan.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Pelajar mengucapkan ‘asā dengan shad sehingga terdengar ‘ashā.
Cara membaca / memahami
Ia membedakan sin dan shad, menghubungkannya dengan makna kata, lalu membaca lafaz ayat yang benar.
Yang perlu diperhatikan
Penjelasan perubahan makna membantu latihan, tetapi penilaian atas orang tertentu tidak dibuat hanya dari satu contoh kesalahan.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Isra: ٢٠
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
كُلًّۭا نُّمِدُّ هَٰٓؤُلَآءِ وَهَٰٓؤُلَآءِ مِنْ عَطَآءِ رَبِّكَ ۚ وَمَا كَانَ عَطَآءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا
Inti makna
Pemberian Tuhan di dunia menjangkau golongan-golongan yang disebut dalam rangkaian ayat; pemberian-Nya tidak tertutup bagi mereka.
Kaitan dengan bait
Lafaz مَحْظُورًا memakai zha, berbeda dari مَحْذُورًا yang memakai dzal pada ayat lain. Periksa bentuk Arab dan bunyinya bersama.
Buka sumber lengkap ↗QS Thaha: ١٢١
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ
Inti makna
Adam dan pasangannya memakan dari pohon itu, lalu menutupi aurat dengan daun surga; ayat menyebut kekeliruan Adam dalam melanggar perintah Tuhannya.
Kaitan dengan bait
Lafaz عَصَى memakai shad dan bermakna mendurhakai; ia berbeda dari عَسَى yang memakai sin.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa pengarang memilih pasangan kata yang mirip bunyinya?
Lihat pembahasan jawaban
Agar terlihat bahwa makhraj dan sifat menjaga identitas lafaz serta makna. Perbedaan dzal–zha atau sin–shad bukan sekadar perbedaan gaya suara.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وخلص انفتاح
dan murnikanlah sifat infitah
محذورا عسى
pada mah-dzūran dan ‘asā
خوف اشتباهه
karena khawatir tertukar
بمحظورا عصى
dengan mah-zhūran dan ‘ashā
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَخَلِّصِ انْفِتَاحَ مَحْذُورًا عَسَى
Buka penggal ٢
خَوْفَ اشْتِبَاهِهِ بِمَحْظُورًا عَصَى
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 48 — Perbedaan bunyi dapat mengubah maknaNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
المَعنى يتغيّر بِحَرف
الذال في «مَحْذُورًا» منفتحة مرقّقة، والظاء في «مَحْظُورًا» مطبقة مفخّمة. وكذلك السين في «عَسَى» تَختلف عن الصاد في «عَصَى». المحذور ما يُخاف، والمحظور الممنوع؛ وعسى غير عصى في المَعنى. فدقّة التَّجويد تحفظ الكَلِمات ومعانيها، وليست مجرد تحسين للصوت.
افتح الدرس والتدريب