Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٤٩
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Lam Allah dan ketepatan sifat · Bait ٤٩ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
وراع
dan jagalah
شدة
sifat tertahannya suara
بكاف وبتا
pada kaf dan ta
كشرككم
seperti syirkikum
وتتوفى
dan tatawaffa
فتنتا
fitnata
Terjemahan bait ٤٩

Jagalah sifat syiddah pada kaf dan ta, seperti dalam syirkikum, tatawaffa, dan fitnata.

Syarah · keterangan lengkap

Syiddah dan hams bekerja bersama

Kaf dan ta termasuk huruf syiddah: aliran suara tertahan ketika makhraj menutup. Keduanya sekaligus memiliki sifat hams: napas mengalir ketika penutupan itu dilepas. Dua sifat ini tidak bertentangan. Kesalahan terjadi ketika pembaca hanya mengingat hams, lalu menggesekkan ta seperti sin atau membuat kaf berdesis tanpa penutupan yang jelas.

Tiga contoh yang dipilih

Syirkikum mengandung kaf yang perlu tetap jelas di antara huruf lain. Tatawaffa menuntut ketelitian terhadap dua ta yang berurutan; masing-masing memiliki tempat dan harakatnya. Fitnata menguji ta sukun di antara nun dan nun berikutnya dalam bentuk ayat yang dirujuk. Lafaz dalam nazam merupakan petunjuk contoh; perhatikan bentuk lengkapnya pada mushaf, termasuk fitnatan dalam QS Al-Anfal: ٢٥.

Tidak menambahkan pantulan

Syiddah tidak otomatis berarti qalqalah. Huruf qalqalah terbatas pada qaf, tha, ba, jim, dan dal; kaf serta ta tidak termasuk. Karena itu ta sukun dalam fitnah tidak diberi bunyi tambahan “te” atau “ta”. Yang diperlukan ialah penutupan makhraj dan pelepasan napas yang wajar, tanpa menyisipkan harakat baru.

Latihan yang dapat diperiksa

Baca kaf dan ta secara terpisah, kemudian masukkan ke kata, lalu ke rangkaian ayat. Minta guru mendengar apakah ta masih terdengar sebagai ta atau bergeser menjadi desis. Pelankan tempo secukupnya untuk membentuk makhraj, kemudian pertahankan kejelasan yang sama ketika tempo kembali normal. Ketepatan tidak diukur dari kerasnya suara.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٦٣ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

الكافُ والتاء

الكاف والتاء شديدتان مهموستان. أعط كلًّا منهما اعتماد مخرجه، ثم دع النَّفَس يظهر على وجهه، من غير صَوْت زائد. راقب الكاف في «شِرْكِكُمْ»، والتاءات في «تَتَوَفَّى» وما يشبهها. لا تحذف حرفًا لأن مثله قريب، ولا تجعل التاء سينًا بسبب إطالة الهواء معها.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

راع شدة

Ra‘i adalah fi‘il amr dari ra‘a–yura‘i; syiddatan menjadi maf‘ul bih. Ba pada bi-kafin menghubungkan penjagaan sifat dengan huruf yang dibicarakan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

راع

Akar
ر ع ي
Pola / bentuk
فاعل، يفاعل

Bentuk perintah dari ra‘a–yura‘i, bermakna memperhatikan dan menjaga; huruf akhirnya gugur pada bentuk amr.

Hubungan bait

Bait ini melengkapi pembahasan syiddah dan hams serta peringatan menjaga huruf berdekatan.

Intisari & faedah
  1. Kaf dan ta memiliki syiddah sekaligus hams.
  2. Keduanya tidak diberi qalqalah.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Membaca fitnatan pada QS Al-Anfal: ٢٥.

Cara membaca / memahami

Tutup makhraj ta sukun dengan jelas, lepaskan napas sewajarnya, lalu lanjutkan nun berharakat.

Yang perlu diperhatikan

Jangan mengganti ta dengan sin atau menyisipkan vokal setelah ta.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Anfal: ٢٥

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

وَٱتَّقُوا۟ فِتْنَةًۭ لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنكُمْ خَآصَّةًۭ ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Inti makna

Peringatan agar menghindari fitnah yang dampaknya tidak hanya mengenai pelaku kezaliman, serta mengingat kerasnya hukuman Allah.

Kaitan dengan bait

Lafaz fitnatan menjadi contoh penjagaan ta sukun; bacalah bentuk ayat lengkapnya.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah setiap huruf yang bersifat syiddah harus dipantulkan?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Qalqalah hanya berlaku pada huruf-huruf qalqalah ketika sukun; kaf dan ta tidak termasuk.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وراع

dan jagalah

شدة

sifat tertahannya suara

بكاف وبتا

pada kaf dan ta

كشرككم

seperti syirkikum

وتتوفى

dan tatawaffa

فتنتا

fitnata

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَرَاعِ شِدَّةً بِكَافٍ وَبِتَا

Buka penggal ٢

كَشِرْكِكُمْ وَتَتَوَفَّى فِتْنَتَا

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 49 — Menjaga ketegasan kaf dan taNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan