Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٥١
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Idgham dan tempat izhar · Bait ٥١ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
في يوم
pada fi yawmi
مع قالوا وهم
beserta qalu wa hum
وقل نعم
dan qul na‘am
سبحه
sabbihhu
لا تزغ قلوب
la tuzigh quluba
فالتقم
faltaqam
Terjemahan bait ٥١

Jelaskanlah huruf pada fi yawmi dan qalu wa hum, juga qul na‘am, sabbihhu, la tuzigh quluba, serta faltaqam.

Syarah · keterangan lengkap

Huruf mad tidak dihapus oleh idgham

Ya mad pada fi yawmi dan waw mad pada qalu wa hum tetap dibaca sebagai mad, walaupun sesudahnya ada ya atau waw berharakat. Memasukkannya ke huruf berikutnya akan menghilangkan unsur panjang yang harus dipertahankan. Ini berbeda dari waw atau ya lin yang pada pertemuan tertentu dapat mengikuti hukum idghamnya sendiri.

Lam pada qul na‘am

Lam sukun dalam qul tetap jelas sebelum nun. Jangan menyamakannya dengan lam alif-lam pada an-nas: yang satu bagian dari kata kerja qul, yang lain lam ta‘rif dengan hukum syamsiyyah. Kesamaan huruf yang berhadapan tidak berarti seluruh struktur katanya memiliki ketentuan yang sama. Mushaf dan talaqqi menentukan penerapan yang tepat.

Tiga pertemuan lain

Pada sabbihhu, ha tenggorokan ح harus dibedakan dari ha ه. Pada la tuzigh quluba, ghain tidak dimasukkan ke qaf. Pada faltaqamahu, lam dalam kata kerja iltaqama tidak diidghamkan ke ta seperti lam ta‘rif pada at-taubah. Bait menyingkat beberapa contoh untuk kebutuhan syair; bentuk ayat lengkap tetap menjadi pegangan ketika membaca Al-Qur’an.

Jelas tanpa memutus bacaan

Izhar berarti setiap huruf memperoleh makhrajnya, bukan memberi jeda napas di antara dua huruf. Latih perpindahan perlahan, lalu sambungkan dengan lancar. Jangan menambah kasrah setelah lam sukun atau ghain sukun. Kejelasan yang baik mempertahankan bentuk kata, panjang bacaan, dan kesinambungan tanpa membuat gerakan mulut berlebihan.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٦٦ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

مواضعُ الإِظهار

في «فِي يَوْم» و«قَالُوا وَهُمْ» نَحْفظ حَرف المَدّ، فلا ندغمه فيما بعده. ونظهر اللام في «قُلْ نَعَمْ»، والحاء في «سَبِّحْهُ»، والغين في «لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا». هذه الأَمثلة تمنع التوسّع في الإِدغام بالظنّ. و«فَالْتَقِمْ» يُذكّر بِلَفْظ «فَالْتَقَمَهُ»؛ فتُظهر اللام عند التاء، ولا تقاس لام الفعل على لام التعريف.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

في يوم مع قالوا وهم

Contoh-contoh ini merupakan lafaz yang dikutip, terhubung dengan perintah abin pada akhir bait sebelumnya; bukan satu kalimat berita yang perlu diterjemahkan sebagai cerita.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

التقم

Akar
ل ق م
Pola / bentuk
افتعل

Iltaqama berarti menelan. Lam termasuk akar kata, sehingga pada faltaqamahu ia bukan lam ta‘rif.

Hubungan bait

Pengecualian ini melindungi huruf mad serta mengingatkan bahwa izhar dan idgham harus dikenali menurut konteksnya.

Intisari & faedah
  1. Ya dan waw mad tetap panjang pada fi yawmi dan qalu wa hum.
  2. Lam kata kerja tidak otomatis mengikuti hukum lam syamsiyyah.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Membandingkan qul na‘am dan an-nas.

Cara membaca / memahami

Perjelas lam pada qul na‘am; pada an-nas lam ta‘rif masuk ke nun dengan hukum yang sesuai.

Yang perlu diperhatikan

Jangan memotong napas atau menambah harakat demi memperjelas lam.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Ali ‘Imran: ٨

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

Inti makna

Doa memohon agar hati tidak menyimpang setelah memperoleh petunjuk dan agar Allah memberikan rahmat-Nya.

Kaitan dengan bait

La tuzigh qulubana menjadi contoh ghain sukun yang tetap jelas sebelum qaf.

Buka sumber lengkap ↗

QS Ash-Shaffat: ١٤٢

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

فَٱلْتَقَمَهُ ٱلْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌۭ

Inti makna

Yunus ditelan ikan dalam keadaan yang membuatnya tercela pada peristiwa tersebut.

Kaitan dengan bait

Faltaqamahu memperlihatkan lam asli kata yang tidak mengikuti hukum lam ta‘rif.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa ya pada fi yawmi tidak dimasukkan ke ya sesudahnya?

Lihat pembahasan jawaban

Karena ya pertama merupakan huruf mad; idgham akan menghilangkan mad yang harus dipertahankan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

في يوم

pada fi yawmi

مع قالوا وهم

beserta qalu wa hum

وقل نعم

dan qul na‘am

سبحه

sabbihhu

لا تزغ قلوب

la tuzigh quluba

فالتقم

faltaqam

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

فِي يَوْمِ مَعْ قَالُوا وَهُمْ وَقُلْ نَعَمْ

Buka penggal ٢

سَبِّحْهُ لَا تُزِغْ قُلُوبَ فَالْتَقَمْ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 51 — Tempat yang harus tetap diperjelasNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan