Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Dhad–zha dan keluarga lafaz zha · Bait ٥٤ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- ظاهر
- yang tampak
- لظى
- nyala api
- شواظ
- jilatan api
- كظم
- menahan
- ظلما
- ia berbuat zalim
- أغلظ
- bersikap tegaslah
- ظلام
- kegelapan
- ظفر
- kuku
- انتظر
- tunggulah
- ظما
- dahaga
Terjemahan bait ٥٤
Zha juga terdapat pada keluarga lafaz zhahir, lazha, syuwazh, kazhm, zhalama, ughluzh, zhalam, zhufur, intazhir, dan zhama’.
Syarah · keterangan lengkap
Daftar dengan bentuk yang beragam
Sebagaimana bait sebelumnya, deretan ini adalah kata pengingat. Zhahir mencakup keluarga makna tampak, menonjol, atau mengungguli menurut konteks; lazha berkaitan dengan api yang menyala, termasuk talazhzha. Syuwazh pada QS Ar-Rahman: ٣٥ menunjuk jilatan api. Semua mempertahankan zha, bukan dhad, meskipun pola katanya berbeda-beda.
Menahan, zalim, dan keras
Kazhm berkaitan dengan menahan, misalnya al-kazhimin al-ghayzh, orang yang menahan marah. Zhalama menunjuk kezaliman beserta turunannya. Ughluzh ialah bentuk perintah dari keluarga ghilzhah, ketegasan atau kekerasan sesuai konteks. Bentuk perintah dalam nazam berfungsi sebagai penanda akar kata, bukan instruksi agar pembaca selalu bersikap keras kepada siapa pun.
Gelap, kuku, menunggu, dan haus
Zhalam dan zhulumat menunjukkan kegelapan. Zhufur adalah kuku, dengan bentuk lengkap dzi zhufurin pada QS Al-An‘am: ١٤٦. Intazhir menunjuk menunggu atau menantikan. Zhama’ berarti dahaga, seperti zhama’un dalam QS At-Taubah: ١٢٠. Nazam menyesuaikan bunyi sebagian kata dengan irama; ketika membaca ayat, gunakan ejaan dan harakat ayat yang sebenarnya.
Bedakan istilah dan pengucapannya
Kata ughluzh bermakna bersikap keras, tetapi pelafalan zha tetap tunduk pada makhraj dan sifat, bukan pada emosi arti kata. Begitu pula lafaz tentang api tidak perlu diberi tekanan buatan. Latihan yang baik memasangkan daftar ini dengan satu contoh ayat untuk setiap keluarga, lalu meminta guru mengecek bahwa tebalnya zha tidak mengubahnya menjadi dhad.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٧٢ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
أغلظ، انتظر
Keduanya dikutip dalam bentuk fi‘il amr sebagai penanda keluarga kata. Posisi mereka dalam daftar tidak menjadikan keseluruhan bait rangkaian perintah moral.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Daftar zha berlanjut; keluarga kazhm dan ghayzh akan membantu membedakan kata tentang marah dari ghaydh yang berarti berkurang.
Intisari & faedah
- Lafaz dalam nazam adalah pengingat keluarga kata, tidak selalu kutipan ayat utuh.
- Konteks menentukan arti, sedangkan makhraj menentukan ketepatan bunyi.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Membaca al-kazhimin al-ghayzha pada QS Ali ‘Imran: ١٣٤.
Cara membaca / memahami
Pertahankan zha pada kedua keluarga kata dan bedakan harakat masing-masing.
Yang perlu diperhatikan
Jangan menambahkan tekanan berlebihan hanya karena ayat berbicara tentang menahan marah.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Ali ‘Imran: ١٣٤
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
Inti makna
Orang yang berbuat baik berinfak ketika lapang maupun sulit, menahan marah, dan memaafkan; Allah mencintai mereka.
Kaitan dengan bait
Al-kazhimin al-ghayzha memuat dua keluarga lafaz zha yang saling berkaitan maknanya.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa bentuk intazhir dicantumkan dalam daftar zha?
Lihat pembahasan jawaban
Untuk menandai keluarga kata intazhara yang menggunakan zha, termasuk bentuk turunannya di Al-Qur’an.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ظاهر
yang tampak
لظى
nyala api
شواظ
jilatan api
كظم
menahan
ظلما
ia berbuat zalim
أغلظ
bersikap tegaslah
ظلام
kegelapan
ظفر
kuku
انتظر
tunggulah
ظما
dahaga
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
ظَاهِرْ لَظَى شُوَاظُ كَظْمٍ ظَلَمَا
Buka penggal ٢
أُغْلُظْ ظَلَامٍ ظُفُرٍ انْتَظِرْ ظَمَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 54 — Kelompok zha: tampak, nyala, dan dahagaNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
مَعاني تُثبّت الحَرْف
من أَلفاظ الظاء: الظاهر، ولَظَى وهي النار، والشُّواظ وهو لهب النار، وكَظْم الغيظ، والظُّلْم، والغِلْظة، والظَّلام، والظُّفُر، والانتظار، والظَّمَأ. بعض الكَلِمات جاء في البَيْت بصيغة الأمر أو بصيغة مختصرة. تعرّف أصلها ومعناها، ثم ابحث عن صورتها الفعلية في المُصحف؛ فالنظم ليس قائمة آيات كاملة.
افتح الدرس والتدريب