Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٥٦
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Lafaz zha dan pengecualian dhad · Bait ٥٦ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
وظلت
dan zhalta
ظلتم
zhaltum
وبروم ظلوا
dan dalam Ar-Rum: zhallū
كالحجر
seperti dalam Al-Hijr
ظلت شعرا
zhallat dalam Asy-Syu‘ara
نظل
nazhallu
Terjemahan bait ٥٦

Zha juga terdapat pada zhalta, zhaltum, zhallū dalam Ar-Rum seperti dalam Al-Hijr, serta zhallat dan nazhallu dalam Asy-Syu‘ara.

Syarah · keterangan lengkap

Lanjutan satu keluarga kata

Bait ini melanjutkan daftar zhalla yang bermakna berada atau terus berada dalam suatu keadaan. Kesamaan bunyi dengan dhalla, “tersesat”, sering menyulitkan pemula. Nazam membantu dengan menyebut lokasi-lokasi ayat. Kata-kata penghubung dan nama surah dalam bait adalah keterangan pengarang, bukan bagian dari ayat yang sedang dicontohkan.

Zhalta dan zhaltum

Zhalta merujuk QS Thaha: ٩٧, zhalta ‘alayhi ‘akifan. Zhaltum menunjuk QS Al-Waqi‘ah: ٦٥, fa-zhaltum tafakkahun. Bentuk ini terkait zhalla yang memiliki dua lam pada asalnya, kemudian mengalami peringanan bentuk bahasa Arab. Pembaca mengikuti bentuk riwayat yang terdapat dalam mushaf, tidak menambahkan lam berdasarkan perkiraan asal kata.

Ar-Rum dan Al-Hijr

QS Ar-Rum: ٥١ memuat la-zhallū min ba‘dihi yakfurun, sementara QS Al-Hijr: ١٤ memuat fa-zhallū fihi ya‘rujun. Pada kedua lafaz, zha harus jelas dan lam yang bertasydid tetap memperoleh haknya. Perbedaan konteks ayat tidak mengubah ejaan keluarga kata ini. Bacalah penggalan yang cukup agar rujukan nazam dapat dikenali.

Dua tempat dalam Asy-Syu‘ara

Zhallat merujuk fa-zhallat a‘naquhum pada QS Asy-Syu‘ara: ٤. Nazhallu menunjuk fa-nazhallu laha ‘akifin pada ayat ٧١. Perhatikan perbedaan subjek, waktu, dan akhiran kata; semuanya bukan kata yang persis sama walaupun berakar sama. Latihan sebaiknya mencakup pengenalan bentuk sekaligus pengucapan zha secara konsisten.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٧٦ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

ظلَّ وظَلْتَ

تأتي الظاء في الأَلفاظ التي يذكرها البَيْت من مادة «ظلّ»، ومنها «ظَلْتَ» في طه: ٩٧، و«ظَلْتُمْ» في الواقعة: ٦٥، و«ظَلُّوا» في الروم: ٥١. وفي الحجر: ١٤ «فَظَلُّوا»، وفي الشعراء: ٧١ «فَنَظَلُّ». اختصر النّاظِم بعض العلامات الدالّة على الآيات؛ فلا نغيّر بها نصّ المُصحف.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

وبروم ظلوا

Bi-Rum adalah penunjuk lokasi surah. Lafaz zhallū dikutip sebagai contoh; kata “dalam” dipahami kembali pada nama surah berikutnya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

نظل

Akar
ظ ل ل
Pola / bentuk
فعل، يفعل

Nazhallu, ditulis نظل, adalah fi‘il mudhari‘ orang pertama jamak dari zhalla; tasydid lam menunjukkan akar yang berulang.

Hubungan bait

Bait ini meneruskan zhalla pada dua surah sebelumnya dan bersambung ke yazhlalna pada bait ٥٧.

Intisari & faedah
  1. Semua bentuk zhalla dalam daftar ini memakai zha.
  2. Bentuk kata pada ayat tetap diikuti meskipun asal morfologinya memiliki lam tambahan.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Membaca fa-zhaltum pada QS Al-Waqi‘ah: ٦٥.

Cara membaca / memahami

Ikuti bentuk zha-lam-ta-mim yang tertulis dan diriwayatkan, tanpa menyisipkan lam tambahan.

Yang perlu diperhatikan

Jangan mengganti zha dengan dhad sehingga terdengar sebagai keluarga kata tersesat.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Waqi‘ah: ٦٥

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

لَوْ نَشَآءُ لَجَعَلْنَٰهُ حُطَٰمًۭا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ

Inti makna

Jika Allah menghendaki, tanaman dapat dijadikan hancur kering sehingga manusia tinggal menyesali keadaannya.

Kaitan dengan bait

Fa-zhaltum merupakan contoh bentuk ringan keluarga zhalla.

Buka sumber lengkap ↗

QS Asy-Syu‘ara: ٧١

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

قَالُوا۟ نَعْبُدُ أَصْنَامًۭا فَنَظَلُّ لَهَا عَٰكِفِينَ

Inti makna

Kaum yang ditanya Ibrahim menjawab bahwa mereka menyembah berhala dan terus bertekun di hadapannya.

Kaitan dengan bait

Fa-nazhallu memperlihatkan bentuk mudhari‘ orang pertama jamak.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Di mana letak contoh zhallat dan nazhallu dalam bait ini?

Lihat pembahasan jawaban

Keduanya berada di Asy-Syu‘ara: ayat ٤ dan ٧١.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وظلت

dan zhalta

ظلتم

zhaltum

وبروم ظلوا

dan dalam Ar-Rum: zhallū

كالحجر

seperti dalam Al-Hijr

ظلت شعرا

zhallat dalam Asy-Syu‘ara

نظل

nazhallu

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَظَلْتَ ظَلْتُمْ وَبِرُومٍ ظَلُّوا

Buka penggal ٢

كَالْحِجْرِ ظَلَّتْ شُعَرَا نَظَلُّ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 56 — Rangkaian lafaz zhalla dalam beberapa surahNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan