Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٥٧
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Lafaz zha dan pengecualian dhad · Bait ٥٧ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
يظللن
mereka tetap berada
محظورا
yang terhalang
مع المحتظر
bersama pembuat pagar kandang
وكنت فظا
dan engkau bersikap kasar
وجميع النظر
dan seluruh keluarga melihat
Terjemahan bait ٥٧

Termasuk yazhlalna, mahzhuran bersama al-muhtazhir, lafaz kunta fazhzhan, dan seluruh keluarga nazhar.

Syarah · keterangan lengkap

Penutup keluarga zhalla

Yazhlalna menunjuk fa-yazhlalna rawakida pada QS Asy-Syura: ٣٣, tentang kapal-kapal yang tetap diam jika Allah menghentikan angin. Lafaz ini melengkapi rangkaian contoh zhalla. Dua lam dalam bentuk tersebut harus dikenali sesuai harakat dan susunannya; jangan menyamakan penampilan katanya dengan zhalta yang lebih singkat pada bait sebelumnya.

Hazhr berbeda dari hadir

Mahzhuran dalam QS Al-Isra: ٢٠ berarti yang terhalang atau dibatasi. Al-muhtazhir dalam QS Al-Qamar: ٣١ menunjuk pembuat pagar kandang, dalam perumpamaan tumbuhan kering yang hancur. Keduanya dari keluarga hazhr dengan zha. Ini berbeda dari hudhur, hadir, atau muhdhar yang menggunakan dhad; kemiripan bentuk tidak menjadikannya satu akar.

Fazhzhan pada Ali ‘Imran

Lafaz kunta fazhzhan menunjuk QS Ali ‘Imran: ١٥٩. Fazhzh berarti kasar dalam perangai atau tutur, dengan zha bertasydid. Pada ayat yang sama terdapat lanfadhdhu, “mereka akan menjauh atau bercerai”, yang justru memakai dhad. Membandingkan kedua kata dalam satu ayat sangat membantu membedakan huruf dan makna secara bersamaan.

Keluarga nazhar dan batasnya

Nazhar mencakup melihat, mengamati, atau mempertimbangkan sesuai konstruksi kalimat. Seluruh turunan yang dimaksud memakai zha, tetapi beberapa kata yang bunyinya mirip berasal dari nadharah, kesegaran atau keindahan, dan memakai dhad. Karena itu kata “seluruh” pada bait ini harus dibaca bersama pengecualian bait ٥٨. Jangan berhenti belajar pada separuh kaidah.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٧٧ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

بقيّةُ أَلفاظ الظاء

«يَظْلَلْنَ» من مادة ظلّ، و«مَحْظُورًا» بِمَعنى ممنوع، و«الْمُحْتَظِر» من اتخاذ الحظيرة، و«فَظًّا» بِمَعنى غليظ الجانب. ثم يَذكر النَّظَر بالظاء، ويستثني في البَيْت التالي أَلفاظ النَّضارة المكتوبة بالضاد. فليس كل لَفْظ قريب من «نظر» من أصل واحد أو بِمَعنى واحد.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

وجميع النظر

Jami‘ dapat dipahami mengikuti susunan daftar sebelumnya; al-nazhar menjadi mudhaf ilaih. Maksudnya seluruh keluarga lafaz yang terkait nazhar.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

المحتظر

Akar
ح ظ ر
Pola / bentuk
مفتعل

Muhtazhir adalah isim fa‘il dari ihtazhara, orang yang membuat pagar atau kandang; konteks ayat menggambarkan sisa pagar dari tumbuhan kering.

Hubungan bait

Daftar zhalla berakhir, lalu daftar nazhar memerlukan pengecualian dan ketelitian membedakan dhad-zha.

Intisari & faedah
  1. Mahzhur dan muhtazhir memakai zha; keluarga hudhur memakai dhad.
  2. Nazhar perlu dibedakan dari nadharah.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Membaca fazhzhan dan lanfadhdhu dalam QS Ali ‘Imran: ١٥٩.

Cara membaca / memahami

Pisahkan latihan kedua kata, lalu baca dalam konteks ayat sambil mempertahankan perbedaan ujung dan tepi lidah.

Yang perlu diperhatikan

Jangan menyamakan dua huruf hanya karena keduanya bertasydid dan tebal.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Ali ‘Imran: ١٥٩

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

فَبِمَا رَحْمَةٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Inti makna

Rahmat Allah tampak dalam kelembutan Nabi; beliau diperintah memaafkan, memohonkan ampun, bermusyawarah, lalu bertawakal setelah menetapkan keputusan.

Kaitan dengan bait

Satu ayat mempertemukan keluarga fazhzh dengan zha dan infidhadh dengan dhad.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa perbedaan huruf pada fazhzhan dan lanfadhdhu?

Lihat pembahasan jawaban

Fazhzhan memakai zha, sedangkan lanfadhdhu memakai dhad.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

يظللن

mereka tetap berada

محظورا

yang terhalang

مع المحتظر

bersama pembuat pagar kandang

وكنت فظا

dan engkau bersikap kasar

وجميع النظر

dan seluruh keluarga melihat

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

يَظْلَلْنَ مَحْظُورًا مَعَ الْمُحْتَظِرِ

Buka penggal ٢

وَكُنْتَ فَظًّا وَجَمِيعَ النَّظَرِ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 57 — Larangan, kekasaran, dan melihatNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan