Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Lafaz zha dan pengecualian dhad · Bait ٥٩ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- والحظ
- dan bagian atau keberuntungan
- لا الحض
- bukan dorongan
- على الطعام
- untuk memberi makan
- وفي ضنين
- dan pada dhanin
- الخلاف سامي
- perbedaan bacaannya masyhur
Terjemahan bait ٥٩
Keluarga hazhzh memakai zha, bukan hadhdh yang berarti mendorong pemberian makan; pada lafaz dhanin terdapat perbedaan qiraat yang dikenal.
Syarah · keterangan lengkap
Hazhzh dan hadhdh
Hazhzh berarti bagian, jatah, atau keberuntungan menurut konteks dan memakai zha. Hadhdh berarti mendorong atau mengajak dengan kuat dan memakai dhad. Contoh ajakan memberi makan terdapat pada QS Al-Haqqah: ٣٤, Al-Fajr: ١٨, dan Al-Ma‘un: ٣. Bait ini mencegah pembaca menyamakan dua akar hanya karena bentuknya hampir sama dan keduanya dapat bertasydid.
Dhanin dalam At-Takwir
QS At-Takwir: ٢٤ pada riwayat Hafsh dibaca bi-dhanin dengan dhad, bermakna tidak kikir dalam menyampaikan wahyu. Dalam qiraat sahih lain terdapat bi-zhanin dengan zha, bermakna tidak tertuduh atau tidak dicurigai dalam perkara wahyu. Kedua bacaan memiliki landasan riwayat, bukan hasil mengganti huruf menurut selera pembaca.
Membedakan variasi sahih dan kesalahan
Adanya qiraat dengan zha tidak membenarkan orang yang sedang membaca Hafsh mengganti dhad secara sembarang. Sebaliknya, jangan menyalahkan bacaan lain yang memang diajarkan melalui sanad dan kaidahnya. Aplikasi ini menjelaskan cakupan nazam sambil menjaga acuan latihan Hafsh; pembahasan qiraat diberikan untuk memahami alasan pengarang menyebut adanya khilaf.
Makna membantu ketelitian
Pasangkan hazhzh dengan “bagian” dan hadhdh dengan “mendorong”, lalu baca contoh ayat masing-masing. Pada dhanin, pahami bahwa penafian sifat kikir dalam menyampaikan wahyu selaras dengan amanah kerasulan. Arti membantu ingatan, tetapi penetapan bacaan tetap bersumber dari riwayat, bukan dari anggapan bahwa satu arti lebih disukai daripada arti lainnya.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٧٨ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
وفي ضنين الخلاف سامي
Fi dhanin adalah keterangan yang didahulukan; al-khilaf menjadi mubtada dan sami menjadi khabar, bermakna perbedaan yang menonjol atau dikenal.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Penutup daftar zha ini memperlihatkan perbedaan akar, makna, dan riwayat sebelum latihan pertemuan huruf.
Intisari & faedah
- Hazhzh dan hadhdh berbeda huruf serta makna.
- Hafsh membaca bi-dhanin dengan dhad; bacaan zha dijelaskan sebagai qiraat lain.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Membaca QS At-Takwir: ٢٤ dengan acuan Hafsh.
Cara membaca / memahami
Pertahankan dhad pada bi-dhanin dan pahami makna tidak kikir dalam menyampaikan wahyu.
Yang perlu diperhatikan
Jangan mencampur qiraat hanya karena nazam menyebut adanya khilaf.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS At-Takwir: ٢٤
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
وَمَا هُوَ عَلَى ٱلْغَيْبِ بِضَنِينٍۢ
Inti makna
Dalam bacaan Hafsh, Nabi tidak bersikap kikir dalam menyampaikan perkara gaib yang diwahyukan kepadanya.
Kaitan dengan bait
Ayat inilah yang dimaksud oleh pernyataan khilaf pada dhanin.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Bagaimana bacaan bi-dhanin dalam riwayat Hafsh?
Lihat pembahasan jawaban
Dengan dhad; bacaan zha merupakan bacaan yang diriwayatkan dalam qiraat lain.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
والحظ
dan bagian atau keberuntungan
لا الحض
bukan dorongan
على الطعام
untuk memberi makan
وفي ضنين
dan pada dhanin
الخلاف سامي
perbedaan bacaannya masyhur
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَالْحَظِّ لَا الْحَضِّ عَلَى الطَّعَامِ
Buka penggal ٢
وَفِي ضَنِينٍ الْخِلَافُ سَامِي
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 59 — Bagian, dorongan, dan varian dhaninNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
الحَظّ والحَضّ وضَنِين
الحَظّ بالظاء يعني النصيب، والحَضّ بالضاد يعني الحثّ، كما في الحضّ على الطعام. و«بِضَنِينٍ» في التكوير: ٢٤ يقرؤها حفص بالضاد، ومعناها غير بخيل بما أوحي إليه. وتوجد قِراءة متواترة بالظاء، فلا نسوّي بين الرِّوايات من تلقاء أنفسنا. نَقْرأ بِالرِّواية التي نتعلّمها مع معرفة مَوْضع الخلاف.
افتح الدرس والتدريب