Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٦١
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Pertemuan huruf yang sulit · Bait ٦١ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
واضطر
dan udhthurra
مع وعظت
bersama wa‘azhta
مع أفضتم
bersama afadhtum
وصف
dan jernihkanlah
ها
huruf ha
جباههم
pada jibahuhum
عليهم
dan ‘alayhim
Terjemahan bait ٦١

Jelaskan pula huruf-huruf pada udhthurra, wa‘azhta, dan afadhtum; jernihkan ha pada jibahuhum dan ‘alayhim.

Syarah · keterangan lengkap

Dhad sebelum tha dan ta

Udhthurra mempertemukan dhad dengan tha, sedangkan afadhtum mempertemukan dhad dengan ta. Dhad tetap memperoleh makhraj dan sifatnya; kedekatan bunyi tebal tidak membolehkan menghapusnya. Pada afadhtum, ta sesudah dhad juga tidak boleh ikut berubah menjadi tha. Latihan transisi lebih berguna daripada hanya memperkeras kedua huruf.

Zha sebelum ta

Wa‘azhta, seperti pada QS Asy-Syu‘ara: ١٣٦, mempertemukan zha sukun dengan ta. Zha tidak dimasukkan ke ta dan ta tidak ikut ditebalkan. Bait ini melanjutkan prinsip bahwa identitas huruf harus tetap terjaga meskipun gerak lidah berpindah dengan cepat. Setiap contoh perlu dibaca dalam lafaz ayat lengkap agar harakat dan sambungannya tepat.

Dua ha pada jibahuhum

Jibahuhum pada QS At-Taubah: ٣٥ memuat dua ha: ha pada kata jibah dan ha pada dhamir hum. Keduanya perlu terdengar tanpa diubah menjadi satu ha atau ditambah tasydid. Ha termasuk huruf yang lemah dan tersembunyi bunyinya, sehingga mudah hilang jika napas habis atau pembaca terlalu tergesa. Kejelasan dicapai melalui makhraj dan aliran napas yang terkendali.

Ha pada ‘alayhim dan catatan teks

Pada ‘alayhim, perpindahan dari ya lin menuju ha perlu bersih; jangan mengubah ha menjadi ح atau menambah vokal. Kata perintah wa shaffi berasal dari tashfiyah, “jernihkanlah”. Pada sebagian salinan daring harakatnya tampil sebagai wa shif; teks aplikasi menyesuaikan wa shaffi berdasarkan penjelasan Al-Qari. Perbedaan harakat ini dicatat pada halaman rujukan agar pembetulannya terbuka.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٨١ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

دقّةُ الانتقال والهاء

في «اضْطُرَّ» احفظ الضاد عند الانتقال إلى الطاء، وفي «وَعَظْتَ» احفظ الظاء قبل التاء، وفي «أَفَضْتُمْ» احفظ الضاد قبلها. ثم اجعل الهاء واضحة خالصة في «جِبَاهُهُمْ» و«عَلَيْهِمْ». لا يحوّل الحرص على البيان الهاء إلى حاء، ولا يبيح ابتلاعها لضعف صوتها.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

وصف ها

Wa shaffi adalah perintah dengan pembuangan huruf ‘illat; ha merupakan nama huruf yang menjadi objek. Nama huruf ha ditulis pendek dalam nazam.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

صف

Akar
ص ف و
Pola / bentuk
فعّل، يفعّل

Shaffa–yushaffi berarti menjernihkan; amr shaffi berakhir kasrah setelah huruf ‘illat dihapus, dengan fa bertasydid.

Hubungan bait

Setelah menjaga perpindahan huruf sulit dan ha yang lemah, pelajaran beralih ke ghunnah nun dan mim.

Intisari & faedah
  1. Dhad atau zha tidak dilebur ke tha dan ta pada contoh bait ini.
  2. Dua ha pada jibahuhum harus tetap terdengar sebagai dua huruf.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Membaca jibahuhum pada QS At-Taubah: ٣٥.

Cara membaca / memahami

Bunyikan ha pertama dan ha dhamir secara teratur, dengan napas cukup dan tanpa tasydid tambahan.

Yang perlu diperhatikan

Jangan menghilangkan salah satu ha atau menggantinya dengan ha tenggorokan ح.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS At-Taubah: ٣٥

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا۟ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

Inti makna

Harta yang ditimbun secara tercela digambarkan dipanaskan lalu dipakai menyiksa pemiliknya sebagai balasan atas penimbunan tersebut.

Kaitan dengan bait

Jibahuhum memuat dua ha yang perlu diperjelas.

Buka sumber lengkap ↗

QS Asy-Syu‘ara: ١٣٦

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

قَالُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُن مِّنَ ٱلْوَٰعِظِينَ

Inti makna

Kaum yang menolak nasihat menyatakan tidak peduli apakah mereka diberi peringatan atau tidak.

Kaitan dengan bait

Wa‘azhta menjadi contoh zha sukun sebelum ta.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa arti wa shaffi dalam bait ini?

Lihat pembahasan jawaban

Jernihkanlah atau perjelaslah, khususnya pelafalan ha pada contoh yang disebutkan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

واضطر

dan udhthurra

مع وعظت

bersama wa‘azhta

مع أفضتم

bersama afadhtum

وصف

dan jernihkanlah

ها

huruf ha

جباههم

pada jibahuhum

عليهم

dan ‘alayhim

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَاضْطُرَّ مَعْ وَعَظْتَ مَعْ أَفَضْتُمُ

Buka penggal ٢

وَصَفِّ هَا جِبَاهُهُمْ عَلَيْهِمُ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 61 — Pertemuan sulit dan kejernihan haNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan