Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Ghunnah dan hukum mim sukun · Bait ٦٢ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- وأظهر الغنة
- dan tampakkanlah dengung
- من نون ومن ميم
- dari nun dan dari mim
- إذا ما شددا
- apabila keduanya diberi tasydid
- وأخفين
- dan sungguh lakukanlah ikhfa
Terjemahan bait ٦٢
Tampakkan ghunnah pada nun dan mim ketika keduanya bertasydid; dan lakukanlah ikhfa pada ketentuan yang dijelaskan sesudahnya.
Syarah · keterangan lengkap
Ghunnah yang jelas
Nun dan mim bertasydid harus dibaca dengan ghunnah yang nyata. Ghunnah ialah suara dengung yang beresonansi melalui rongga hidung, sedangkan pembentukan huruf tetap melibatkan makhraj nun atau mim. Contoh mudah adalah inna dan thumma. Dengung bukan suara tambahan setelah huruf selesai, melainkan bagian dari pelafalan huruf yang sedang dibaca.
Ukuran dua harakat
Dalam latihan tajwid, ghunnah ini dijaga sekitar dua harakat, selaras dengan tempo bacaan. Harakat bukan satuan detik yang tetap pada semua pembaca; bacaan lambat dan cepat memiliki ukuran waktu berbeda tetapi perbandingannya teratur. Jangan menahan dengung terlalu lama sampai memutus kata atau memunculkan getaran yang disengaja.
Tasydid dari berbagai sebab
Ketentuan berlaku baik tasydid merupakan bagian susunan kata maupun hasil idgham yang dibaca dalam sambungan. Nun pada an-nas dan mim pada lahum ma memiliki ghunnah sesuai hukumnya. Meski demikian, tidak semua tasydid pada huruf lain menghasilkan ghunnah. Tasydid ra atau lam tidak diberi dengung hanya karena terlihat tanda yang sama.
Perintah yang belum selesai
Wa akhfiyan pada akhir bait berarti perintah untuk melakukan ikhfa; objeknya adalah mim sukun sebelum ba yang baru disebut pada bait ٦٣. Jangan menerapkannya kepada setiap nun dan mim bertasydid sebagai ikhfa. Dua bagian bait mempunyai tugas berbeda: bagian pertama menjelaskan ghunnah tasydid, bagian akhir mengantarkan hukum mim sukun.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٨١ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
إذا ما شددا
Idza merupakan keterangan bersyarat; ma berfungsi menguatkan susunan. Syuddida adalah fi‘il madhi pasif dengan penanda dua, merujuk nun dan mim.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Makhraj ghunnah telah dijelaskan; penerapannya berlanjut pada ikhfa mim dan idgham nun.
Intisari & faedah
- Nun dan mim bertasydid dibaca dengan ghunnah yang nyata.
- Tasydid pada huruf lain tidak otomatis diberi ghunnah.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Membaca inna a‘thaynaka pada QS Al-Kautsar: ١.
Cara membaca / memahami
Tahan ghunnah nun sesuai dua harakat dalam tempo bacaan, lalu lepaskan ke harakat berikutnya.
Yang perlu diperhatikan
Jangan menambah vokal setelah nun atau membuat dengung jauh lebih panjang dari mad thabi‘i.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Kautsar: ١
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ
Inti makna
Allah menyatakan pemberian Al-Kautsar kepada Nabi.
Kaitan dengan bait
Inna memberikan contoh nun bertasydid yang mudah dilatih.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah ra bertasydid harus didengungkan seperti nun bertasydid?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Ghunnah merupakan sifat nun dan mim, bukan sifat semua huruf bertasydid.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وأظهر الغنة
dan tampakkanlah dengung
من نون ومن ميم
dari nun dan dari mim
إذا ما شددا
apabila keduanya diberi tasydid
وأخفين
dan sungguh lakukanlah ikhfa
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَأَظْهِرِ الْغُنَّةَ مِنْ نُونٍ وَمِنْ
Buka penggal ٢
مِيمٍ إِذَا مَا شُدِّدَا وَأَخْفِيَنْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 62 — Ghunnah pada nun dan mim bertasydidNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
غُنّةُ المشدّد
إذا شُدّدت النون أو الميم، أظهر الغُنّة بمقدار حركتين، مثل «إِنَّ» و«ثُمَّ». والغُنّة من الخيشوم، مع المحافظة على مَخْرج الحَرْف. لا تتعجّل فتضيعها، ولا تطلها حتى تصير مدًّا زائدًا. وَالحَرَكة مقدار تقريبيّ تابع لسرعة القِراءة المنضبطة، يُتلقّى بِالسَّماع، ولا تُقاس بعدد ثابت من الثواني.
افتح الدرس والتدريب