Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٦٣
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ghunnah dan hukum mim sukun · Bait ٦٣ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
الميم
mim
إن تسكن
jika ia sukun
بغنة
dengan dengung
لدى باء
di hadapan ba
على المختار
menurut pendapat yang dipilih
من أهل الأدا
dari para ahli pelafalan
Terjemahan bait ٦٣

Samarkan mim apabila sukun dan bertemu ba, disertai ghunnah, menurut pilihan para ahli cara baca.

Syarah · keterangan lengkap

Satu huruf pemicu

Mim sukun yang bertemu ba dibaca ikhfa syafawi. Disebut syafawi karena berkaitan dengan bibir. Contohnya hum bi pada QS Al-Fil: ٤ dalam tarmihim bi-hijarah. Mim tidak dibaca sejelas izhar biasa dan tidak dilebur total menjadi ba bertasydid; ghunnahnya tetap terdengar selama peralihan menuju ba.

Hubungan bibir dan hidung

Ghunnah bersumber dari rongga hidung, sementara bibir bersiap menuju makhraj ba. Jangan menekan bibir begitu keras sampai dengung terputus atau muncul letupan tambahan. Rincian demonstrasi bibir memiliki ungkapan pengajaran yang berbeda di kalangan guru; bentuk suara yang benar perlu dicontohkan dan diperiksa melalui talaqqi, bukan diputuskan hanya dari foto posisi bibir.

Mengapa disebut pilihan ahli

Ungkapan ‘ala al-mukhtar menunjukkan bahwa pengarang mengetahui pembahasan ulama tentang mim sukun sebelum ba, lalu memilih ikhfa. Al-Qari menerangkan pilihan ini sebagai pegangan yang diamalkan luas. Untuk jalur latihan di aplikasi, gunakan ikhfa dengan ghunnah secara konsisten. Catatan khilaf membantu memahami nazam, bukan alasan berpindah-pindah teknik tanpa bimbingan.

Tetap menjaga susunan kata

Sukun mim tidak boleh berubah menjadi harakat: tarmihim bi bukan tarmihimi bi. Ba berikutnya juga harus keluar jelas pada waktunya. Latih dengan dua tahap: dengungkan mim tanpa tegangan berlebihan, lalu masuk ke ba. Setelah itu baca seluruh rangkaian agar ghunnah tidak terasa seperti suara yang terpisah dari kata.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٨٢ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

الإخفاءُ الشفويّ

إذا جاءت الميم السّاكِنة قبل الباء، أخفيت بغُنّة حركتين، مثل «تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ». تسمّى هذه الحال إخفاءً شفويًّا. انتقل من الميم إلى الباء بلطف من غير ضغط شديد للشفتين، ولا تحوّل الميم نونًا. وصف حَرَكة الشَّفتين وحده لا يكفي؛ فالأداء الصَّحيح يتّضح حين تسمعه وتعرض قراءتك.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

الميم إن تسكن

Al-mima adalah objek dari akhfiyan pada bait sebelumnya. In taskun memberi syarat: mim berada dalam keadaan sukun.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

المختار

Akar
خ ي ر
Pola / bentuk
مفتعل

Mukhtar berasal dari ikhtara, memilih; dalam konteks ini bermakna yang dipilih atau diunggulkan sebagai pegangan pelafalan.

Hubungan bait

Ikhfa mim menjadi pembanding bagi izhar syafawi dan mim hasil iqlab nun sebelum ba.

Intisari & faedah
  1. Mim sukun sebelum ba dibaca ikhfa syafawi dengan ghunnah.
  2. Mim tetap sukun dan ba tidak berubah menjadi tasydid buatan.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Membaca tarmihim bi-hijarah.

Cara membaca / memahami

Jaga dengung sekitar dua harakat lalu masuk ke ba dengan bibir rileks.

Yang perlu diperhatikan

Jangan menyisipkan kasrah pada mim atau membuat letupan keras sebelum ba.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Fil: ٤

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍۢ مِّن سِجِّيلٍۢ

Inti makna

Burung-burung itu melempari pasukan dengan batu dari sijjil, dalam rangkaian kisah pasukan gajah.

Kaitan dengan bait

Tarmihim bi-hijarah menjadi contoh mim sukun sebelum ba.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa huruf pemicu ikhfa syafawi?

Lihat pembahasan jawaban

Ba yang datang sesudah mim sukun.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

الميم

mim

إن تسكن

jika ia sukun

بغنة

dengan dengung

لدى باء

di hadapan ba

على المختار

menurut pendapat yang dipilih

من أهل الأدا

dari para ahli pelafalan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

الْمِيمَ إِنْ تَسْكُنْ بِغُنَّةٍ لَدَى

Buka penggal ٢

بَاءٍ عَلَى الْمُخْتَارِ مِنْ أَهْلِ الْأَدَا

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 63 — Ikhfa syafawi: mim sukun sebelum baNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan