Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٦٤
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ghunnah dan hukum mim sukun · Bait ٦٤ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
وأظهرنها
dan sungguh jelaskanlah ia
عند باقي الأحرف
di hadapan huruf-huruf yang tersisa
واحذر
dan berhati-hatilah
لدى واو وفا
di hadapan waw dan fa
أن تختفي
agar ia tidak tersamarkan
Terjemahan bait ٦٤

Jelaskan mim sukun di hadapan huruf-huruf lainnya; berhati-hatilah ketika bertemu waw dan fa agar mim tidak tersamarkan.

Syarah · keterangan lengkap

Apa yang termasuk huruf lainnya

Mim sukun sebelum ba mengikuti ikhfa pada bait ٦٣. Jika bertemu mim, ia diidghamkan ke mim berikutnya dengan ghunnah berdasarkan hukum dua huruf sama. Selain kedua huruf itu, mim sukun dibaca izhar syafawi: makhrajnya jelas dan tidak dilebur. Dengan demikian “huruf lainnya” tidak mencakup mim yang hukumnya telah diketahui sebelumnya.

Waw dan fa mendapat perhatian

Waw sama-sama menggunakan bibir, sedangkan fa melibatkan bibir bawah dan gigi atas. Kedekatan gerak ini membuat sebagian pembaca terlalu cepat berpindah sehingga mim hampir hilang. Karena itulah nazam menyebut keduanya secara khusus. Contoh ‘alayhim wa la dan hum fi membantu melatih mim sebelum waw serta fa tanpa ikhfa.

Izhar tidak menghilangkan sifat asli

Nun dan mim mempunyai unsur ghunnah alami sebagai bagian sifat huruf. Pada izhar syafawi, yang tidak dibuat ialah dengung panjang seperti ikhfa atau tasydid. Perjelas penutupan makhraj mim secara wajar lalu segera lanjutkan huruf berikutnya. Jangan mencoba menghilangkan resonansi hidung secara paksa karena dapat merusak bentuk mim itu sendiri.

Tiga hukum dalam satu peta

Ringkasnya: mim bertemu ba adalah ikhfa; mim bertemu mim adalah idgham; mim bertemu selain keduanya adalah izhar. Peta ini membantu memilih hukum, tetapi kualitas bacaan tetap diperiksa pada suara. Latih contoh sebelum waw dan fa beberapa kali, lalu bandingkan dengan contoh sebelum ba agar perbedaannya benar-benar terdengar.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٨٢ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

إظهارُ الميم وإدغامها

تُظهر الميم السّاكِنة عند الحُروف الباقية، مع استثناء الميم التي تُدغم فيها إِدغام مثلين بغُنّة، وقد سبق أصله. فَالأَحكام ثلاثة: إِخفاء عند الباء، وَإِدغام عند الميم، وَإِظهار عند سائر الحُروف. احذر إخفاءها عند الواو والفاء لقرب المَواضِع؛ فقولنا «باقي الأحرف» يُفهم مع بقية أبواب النظم.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

وأظهرنها

Azhhiranna adalah perintah yang diperkuat nun taukid. Dhamir ha kembali kepada mim, bukan kepada ghunnah atau ba.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تختفي

Akar
خ ف ي
Pola / bentuk
افتعل، يفتعل

Takhtafi berasal dari ikhtafa, menjadi tersembunyi; dalam bait ini menunjuk mim yang tidak lagi jelas akibat perpindahan makhraj yang terlalu cepat.

Hubungan bait

Tiga bait terakhir menyelesaikan peta mim sukun dengan bantuan kaidah idgham huruf sama.

Intisari & faedah
  1. Selain ba dan mim, mim sukun dibaca izhar syafawi.
  2. Perhatikan mim sebelum waw dan fa agar tidak hilang.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Membaca ‘alayhim wa la pada akhir Al-Fatihah.

Cara membaca / memahami

Selesaikan mim sukun dengan jelas, lalu bentuk waw tanpa menambah vokal pada mim.

Yang perlu diperhatikan

Jangan membacanya seperti ikhfa syafawi sebelum ba.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Fatihah: ٧

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Inti makna

Jalan yang dimohon ialah jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai ataupun tersesat.

Kaitan dengan bait

‘Alayhim wa la menjadi contoh mim sukun sebelum waw.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa mim dikecualikan dari “huruf-huruf lainnya”?

Lihat pembahasan jawaban

Karena mim sukun sebelum mim mengikuti idgham mutamatsil dengan ghunnah, bukan izhar.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وأظهرنها

dan sungguh jelaskanlah ia

عند باقي الأحرف

di hadapan huruf-huruf yang tersisa

واحذر

dan berhati-hatilah

لدى واو وفا

di hadapan waw dan fa

أن تختفي

agar ia tidak tersamarkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَأَظْهِرَنْهَا عِنْدَ بَاقِي الْأَحْرُفِ

Buka penggal ٢

وَاحْذَرْ لَدَى وَاوٍ وَفَا أَنْ تَخْتَفِي

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 64 — Izhar syafawi, terutama sebelum waw dan faNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan