Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٦٥
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Nun sukun dan tanwin · Bait ٦٥ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
وحكم تنوين ونون
dan hukum tanwin serta nun
يلفى
yang dijumpai
إظهار
izhar
ادغام
idgham
وقلب
dan pembalikan
إخفا
ikhfa
Terjemahan bait ٦٥

Hukum tanwin dan nun sukun yang dijumpai adalah izhar, idgham, qalb, dan ikhfa.

Syarah · keterangan lengkap

Nun tertulis dan bunyi tanwin

Nun sukun adalah huruf nun yang tidak berharakat, dapat berada di tengah atau akhir kata. Tanwin menghasilkan bunyi nun sukun tambahan pada akhir isim saat washal, tetapi tidak ditulis sebagai huruf nun tersendiri. Walaupun bentuk tulisan keduanya berbeda, pertemuannya dengan huruf sesudahnya mempunyai empat kelompok hukum yang sama.

Empat mekanisme

Izhar memperjelas nun dari makhrajnya. Idgham memasukkannya ke huruf berikutnya sesuai rincian ghunnah. Qalb atau iqlab mengubah bunyi nun menjadi mim yang disamarkan sebelum ba. Ikhfa menyamarkan nun dengan mempertahankan ghunnah, tanpa tasydid penuh pada huruf berikutnya. Nama hukum menjelaskan cara pelafalan, bukan sekadar nama simbol di mushaf.

Huruf sesudahnya adalah kunci

Setelah menemukan nun sukun atau tanwin, lihat huruf yang benar-benar bertemu dengannya dalam bacaan. Jika berhenti di akhir kata, pertemuan dengan awal kata berikutnya tidak terjadi. Pada tanwin, bentuk waqafnya juga memiliki ketentuan tersendiri. Karena itu hukum sambung tidak boleh diterapkan secara mekanis pada saat pembaca berhenti mengambil napas.

Cara belajar bertahap

Jangan sekaligus menghafal daftar panjang tanpa mendengar bedanya. Mulai dari enam huruf izhar, lalu lam-ra, kemudian empat huruf idgham dengan ghunnah, ba untuk iqlab, dan lima belas huruf ikhfa. Bait ٦٦–٦٨ menguraikan urutan itu. Setelah mengenali hukum, praktikkan dengan guru agar identifikasi di mata sesuai dengan bunyi di mulut.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٨٥ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

أحكامُ النون والتنوين

للنون السّاكِنة والتنوين أربعة أَحكام: الإِظهار، وَالإِدغام، والقَلْب، وَالإِخفاء. والتنوين نون ساكنة زائدة في النطق عند الوَصْل، لا في كتابة الحُروف. ولتحديد الحُكْم نَنظر إلى الحَرْف التالي، ثم نراعي الاستثناءات المرويّة. لا نحكم من شكل علامة التنوين وحدها من غير فهم العلاقة بين الحرفين.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

وحكم تنوين ونون

Hukm adalah mubtada yang disandarkan kepada tanwin dan nun; empat nama sesudahnya menerangkan jenis-jenis hukum tersebut. Sifat sukun pada nun dipahami dari pembahasan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

يلفى

Akar
ل ف ي
Pola / bentuk
أفعل بصيغة المجهول

Yulfa adalah bentuk pasif dari alfa, menjumpai; bermakna dijumpai atau ditemukan.

Hubungan bait

Bait ini merupakan peta yang dirinci oleh tiga bait berikutnya.

Intisari & faedah
  1. Nun sukun dan tanwin mempunyai empat kelompok hukum pertemuan.
  2. Hukum ditentukan oleh huruf berikutnya ketika bacaan disambung.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Menemukan nun sukun dalam mushaf sebelum membaca.

Cara membaca / memahami

Tandai huruf setelahnya, tentukan hukumnya, lalu baca sambung dengan cara yang sesuai.

Yang perlu diperhatikan

Jika berhenti, periksa kembali aturan waqaf; jangan meneruskan hukum pertemuan yang sudah terputus.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Muzzammil: ٤

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Inti makna

Dalam rangkaian perintah ibadah malam, Nabi diperintah membaca Al-Qur’an dengan tartil.

Kaitan dengan bait

Perintah tartil menjadi dasar umum ketelitian membaca; pembagian empat hukum diperoleh melalui ilmu dan riwayat tajwid.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa tanwin dibahas bersama nun sukun?

Lihat pembahasan jawaban

Karena tanwin berbunyi nun sukun tambahan saat washal dan mengikuti kelompok hukum pertemuan yang sama.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وحكم تنوين ونون

dan hukum tanwin serta nun

يلفى

yang dijumpai

إظهار

izhar

ادغام

idgham

وقلب

dan pembalikan

إخفا

ikhfa

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَحُكْمُ تَنْوِينٍ وَنُونٍ يُلْفَى

Buka penggal ٢

إِظْهَارٌ ادْغَامٌ وَقَلْبٌ إِخْفَا

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 65 — Empat hukum nun sukun dan tanwinNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan