Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Nun sukun dan tanwin · Bait ٦٧ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- وأدغمن
- dan sungguh idghamkanlah
- بغنة
- dengan dengung
- في يومن
- ke huruf-huruf yūminu
- إلا بكلمة
- kecuali dalam satu kata
- كدنيا
- seperti dunya
- عنونوا
- mereka memberi penanda
Terjemahan bait ٦٧
Idghamkan dengan ghunnah ke huruf-huruf yang dihimpun dalam yūminu, kecuali jika berada dalam satu kata, seperti dunya; demikianlah para ahli memberi tandanya.
Syarah · keterangan lengkap
Empat huruf pengingat
Yūminu menghimpun ya, waw, mim, dan nun. Nun sukun atau tanwin yang bertemu huruf-huruf ini dalam keadaan yang memenuhi hukum idgham dibaca dengan ghunnah. Susunan pengingat lain yang sering dipakai adalah yanmu; hurufnya sama. Jangan membaca yūminu sebagai lafaz Al-Qur’an yang harus memiliki hamzah seperti yu’minu, sebab tujuannya menghimpun huruf waw.
Pengecualian dalam satu kata
Pada dunya, bunyan, shinwan, dan qinwan, nun sukun berada dalam satu kata dengan ya atau waw sesudahnya. Nun tetap dibaca jelas, yang dalam pembelajaran disebut izhar mutlak. Jika diidghamkan, struktur kata akan kabur dan menyerupai bentuk bertasydid yang berbeda. Periksa batas kata, bukan hanya dua huruf yang tampak berdampingan.
Keadaan khusus tetap mengikuti riwayat
Huruf-huruf pembuka surah seperti Ya Sin dan Nun memiliki rincian tersendiri ketika disambung dengan waw sesudahnya. Dalam Hafsh melalui Syathibiyyah, nun pada dua pembuka tersebut dibaca izhar. Jadi kaidah empat huruf adalah peta utama, sementara bacaan khusus yang diriwayatkan harus tetap dipelajari. Aplikasi tidak mengubah pengecualian menjadi aturan buatan berdasarkan bentuk tulisan semata.
Ghunnah tidak menghapus huruf tujuan
Pada pertemuan dengan ya atau waw, ghunnah tetap terdengar sementara bacaan menuju huruf berikutnya. Pada mim dan nun, hasil idgham menghasilkan huruf tujuan bertasydid dengan ghunnahnya. Jangan menambahkan nun terpisah di depan huruf tujuan, dan jangan pula menghilangkan ghunnah. Perbedaan rinci idgham sempurna dan tidak sempurna dapat diperdalam setelah suara dasarnya benar.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٨٦ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
إلا بكلمة
Illa memberi pengecualian; bi-kalimatin bermakna kedua huruf berada dalam satu kata. ‘Anwanu adalah fi‘il madhi jamak yang menjelaskan cara para ahli memberi penanda.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Ghunnah nun-mim menjadi bekal untuk idgham; bait berikutnya menjelaskan iqlab serta ikhfa.
Intisari & faedah
- Huruf idgham dengan ghunnah adalah ya, waw, mim, dan nun.
- Dunya, bunyan, shinwan, dan qinwan mempertahankan nun yang jelas.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Membandingkan dunya dengan man ya‘mal.
Cara membaca / memahami
Pada dunya, perjelas nun karena satu kata; pada man ya‘mal, terapkan idgham dengan ghunnah sesuai sambungannya.
Yang perlu diperhatikan
Jangan menganggap setiap nun sebelum ya harus diidghamkan.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Az-Zalzalah: ٧
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًۭا يَرَهُۥ
Inti makna
Kebaikan sekecil apa pun akan dilihat balasannya.
Kaitan dengan bait
Man ya‘mal menjadi contoh nun bertemu ya pada dua kata.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa nun pada dunya tidak diidghamkan?
Lihat pembahasan jawaban
Karena nun dan ya berada dalam satu kata; ia termasuk contoh izhar mutlak yang dikecualikan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وأدغمن
dan sungguh idghamkanlah
بغنة
dengan dengung
في يومن
ke huruf-huruf yūminu
إلا بكلمة
kecuali dalam satu kata
كدنيا
seperti dunya
عنونوا
mereka memberi penanda
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَأَدْغِمَنْ بِغُنَّةٍ فِي يُومِنُ
Buka penggal ٢
إِلَّا بِكِلْمَةٍ كَدُنْيَا عَنْوَنُوا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 67 — Idgham dengan ghunnah dan batas satu kataNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
الإدغامُ بغُنّة
حُروف الإِدغام بغُنّة أربعة، يجمعها «يُومِنُ»: الياء والواو والميم والنون. يكون ذلك في التقاء كلمتين. أمّا النون السّاكِنة مع الواو أو الياء في كَلِمة واحدة فتظهر، كما في «الدُّنْيَا، بُنْيَان، صِنْوَان، قِنْوَان». وفي فواتح السور أَحكام رِواية خاصة؛ فلا نطبّق القاعِدة العامة على كل صورة بلا تلقٍّ.
افتح الدرس والتدريب