Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٧٠
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Mad dan ukuran panjang · Bait ٧٠ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
فلازم
maka disebut lazim
إن جاء
jika datang
بعد حرف مد
sesudah huruf mad
ساكن حالين
huruf sukun pada dua keadaan
وبالطول يمد
dan dipanjangkan dengan ukuran panjang
Terjemahan bait ٧٠

Mad menjadi lazim apabila sesudah huruf mad datang huruf sukun yang tetap pada washal dan waqaf; ia dipanjangkan dengan ukuran panjang.

Syarah · keterangan lengkap

Sukun asli dalam dua keadaan

Yang dimaksud dua keadaan adalah washal dan waqaf. Sukun setelah huruf mad tetap ada, bukan baru muncul karena berhenti. Pada adh-dhallin, lam bertasydid mengandung lam pertama yang sukun; alif sebelum lam itu mendapat mad lazim. Jadi tasydid dapat menjadi petunjuk adanya sukun asli walaupun tidak terlihat tanda sukun tersendiri.

Ukuran enam harakat

Mad lazim umumnya dibaca enam harakat, dengan tempo yang seimbang. Panjang ini tidak diperoleh dengan menaikkan volume atau mengubah tinggi nada, melainkan menahan suara huruf mad pada kualitas vokal yang sama. Jangan membiarkan alif berubah menjadi bunyi lain menjelang akhir mad atau memutus suara sebelum masuk ke huruf berikutnya.

Kalimi dan harfi

Mad lazim dapat berada dalam kata, disebut kalimi, atau dalam nama huruf pembuka surah, disebut harfi. Masing-masing dapat memiliki unsur idgham atau tasydid yang disebut mutsaqqal, atau tidak memilikinya yang disebut mukhaffaf. Nama huruf ‘ain pada pembuka Maryam dan Asy-Syura memiliki huruf lin dan rincian tersendiri; jangan menganggap seluruh nama huruf muqaththa‘ah selalu enam harakat tanpa pengecualian.

Latihan pada Al-Fatihah

Mulai dari adh-dhallin karena sering dibaca. Pastikan dhad benar, alif dipanjangkan enam harakat, lalu lam bertasydid terdengar utuh. Jika berhenti pada akhir kata, ya sebelum nun juga memiliki hukum ‘aridh lissukun yang berbeda sebabnya. Dua mad dalam satu kata tidak boleh disamakan hanya karena berada berdekatan.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٩٥ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

المَدّ اللازم

إذا جاء بعد حَرف المدّ سُكون أصليّ ثابت في الوَصْل وَالوَقْف، كان المدّ لازمًا، ومقداره ٦ حَركات، مثل ألف «الضَّالِّينَ». ويقع في كَلِمة أو في هجاء بعض الحُروف المقطّعة. ولحرف «عَيْن» في الفواتح تفصيل معروف، ففي طريق الشاطبيّة لحفص ٤ أو ٦ حَركات؛ نلتزم ما نتلقّاه من المعلّم.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

ساكن حالين

Sakin menjadi pelaku dari ja’a; halayn menunjukkan dua keadaan, washal dan waqaf. Ungkapan ini membedakan sukun asli dari sukun yang baru muncul karena berhenti.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

لازم

Akar
ل ز م
Pola / bentuk
فاعل

Lazim adalah isim fa‘il dari lazima, tetap atau melekat; pada istilah mad, sebab sukunnya tetap dalam dua keadaan.

Hubungan bait

Mad lazim dibedakan dari sebab hamzah dan dari sukun yang hanya muncul ketika waqaf.

Intisari & faedah
  1. Mad lazim disebabkan sukun yang tetap saat washal dan waqaf.
  2. Tasydid mengandung unsur sukun yang dapat menjadi sebab mad lazim.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Membaca adh-dhallin pada akhir Al-Fatihah.

Cara membaca / memahami

Panjangkan alif sebelum lam bertasydid enam harakat, lalu jaga lam dan mad berikutnya menurut keadaan baca.

Yang perlu diperhatikan

Jangan menganggap semua panjang pada kata itu berasal dari sebab yang sama.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Fatihah: ٧

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Inti makna

Jalan yang dimohon ialah jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai ataupun tersesat.

Kaitan dengan bait

Adh-dhallin menjadi contoh mad lazim kalimi mutsaqqal.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa alif pada adh-dhallin termasuk mad lazim?

Lihat pembahasan jawaban

Karena setelahnya ada lam pertama dalam tasydid yang sukun, dan sukun itu tetap saat washal maupun waqaf.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

فلازم

maka disebut lazim

إن جاء

jika datang

بعد حرف مد

sesudah huruf mad

ساكن حالين

huruf sukun pada dua keadaan

وبالطول يمد

dan dipanjangkan dengan ukuran panjang

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

فَلَازِمٌ إِنْ جَاءَ بَعْدَ حَرْفِ مَدّ

Buka penggal ٢

سَاكِنٌ حَالَيْنِ وَبِالطُّولِ يُمَدّ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 70 — Mad lazim: sukun yang tetapNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan