Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٧١
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Mad dan ukuran panjang · Bait ٧١ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
وواجب
dan disebut wajib
إن جاء
jika datang
قبل همزة
sebelum hamzah
متصلا
dalam keadaan bersambung
إن جمعا
jika keduanya dihimpun
بكلمة
dalam satu kata
Terjemahan bait ٧١

Mad disebut wajib apabila huruf mad datang sebelum hamzah secara bersambung, yakni keduanya berada dalam satu kata.

Syarah · keterangan lengkap

Dua unsur dalam satu kata

Mad wajib muttashil terjadi ketika huruf mad diikuti hamzah dalam satu kata, seperti ja’a, su’, dan ji’a. Jenis huruf mad dapat alif, waw, atau ya. Yang diperhatikan ialah struktur lafaz dan riwayat, bukan sekadar jarak visual antartanda. Hamzah menjadi sebab tambahan panjang di atas mad thabi‘i.

Makna istilah wajib

Disebut wajib karena para qari mengakui perlunya tambahan mad pada jenis ini, meskipun rincian ukurannya berbeda menurut riwayat dan jalur. Karena itu tidak tepat mengubah muttashil menjadi dua harakat hanya karena nama “jaiz” pada pelajaran sebelumnya dianggap membebaskan semua ukuran. Setiap jenis mad memiliki ketentuan sendiri.

Acuan latihan Hafsh

Dalam pengajaran Hafsh melalui Syathibiyyah lazim dijelaskan empat atau lima harakat untuk muttashil, dengan ukuran yang dijaga konsisten sesuai talaqqi. Jika hamzah berada di akhir kata dan pembaca berhenti, ada rincian tambahan akibat waqaf; jangan menetapkannya hanya dengan rumus sederhana. Pada tahap awal, kuasai satu ukuran yang diajarkan guru sebelum mempelajari seluruh wajah bacaan.

Bunyi hamzah tetap utuh

Mad yang panjang tidak boleh menghilangkan hamzah sesudahnya. Pada ja’a, suara alif berlanjut sesuai ukuran lalu hamzah dibentuk dengan jelas. Sebaliknya, jangan menyisipkan tekanan atau vokal baru di tengah mad untuk menandai hitungan. Latih panjang yang stabil dengan nada sederhana, lalu gunakan dalam tilawah biasa.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ٩٨ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

المَدّ المتّصل

إذا جاء حَرف المدّ وبعده همز في الكَلِمة نفسها، فهو المدّ الواجب المتّصل، مثل «جَاءَ» و«السَّمَاءِ». في رِواية حفص من طريق الشاطبيّة يُقرأ بالتوسّط أو فويقه، ويُعبّر عنهما بـ٤ أو ٥ حَركات. نعتمد في تَدريب هذا الكَتاب ٤ حَركات، مع ثبات الوجه؛ وللوقف على الهمز المتطرّف تفصيله.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

إن جمعا بكلمة

Jumi‘a adalah fi‘il madhi pasif untuk dua unsur: huruf mad dan hamzah. Bi-kalimatin menjelaskan keduanya berada dalam satu kata.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

متصلا

Akar
و ص ل
Pola / bentuk
مفتعل

Muttashil berasal dari ittashala, bersambung; istilah ini menunjuk kebersamaan huruf mad dan hamzah dalam satu kata.

Hubungan bait

Muttashil dibedakan dari mad lazim yang bersukun dan munfashil yang hamzahnya berada pada kata berikutnya.

Intisari & faedah
  1. Mad dan hamzah dalam satu kata membentuk wajib muttashil.
  2. Panjang mad tidak boleh menghapus kejelasan hamzah.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Membaca ja’a pada QS An-Nashr: ١.

Cara membaca / memahami

Jaga alif sesuai ukuran muttashil yang dipelajari, kemudian ucapkan hamzah dengan jelas.

Yang perlu diperhatikan

Jangan memendekkan menjadi mad thabi‘i atau memutus alif untuk menghitung.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS An-Nashr: ١

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

إِذَا جَآءَ نَصْرُ ٱللَّهِ وَٱلْفَتْحُ

Inti makna

Ayat menyebut datangnya pertolongan Allah dan kemenangan, yang kemudian diikuti perintah pada ayat-ayat berikutnya.

Kaitan dengan bait

Ja’a memperlihatkan alif mad sebelum hamzah dalam satu kata.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa pembeda utama mad muttashil dan munfashil?

Lihat pembahasan jawaban

Pada muttashil huruf mad dan hamzah berada dalam satu kata; pada munfashil keduanya berada pada dua kata.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وواجب

dan disebut wajib

إن جاء

jika datang

قبل همزة

sebelum hamzah

متصلا

dalam keadaan bersambung

إن جمعا

jika keduanya dihimpun

بكلمة

dalam satu kata

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَوَاجِبٌ إِنْ جَاءَ قَبْلَ هَمْزَةِ

Buka penggal ٢

مُتَّصِلًا إِنْ جُمِعَا بِكِلْمَةِ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 71 — Mad wajib muttashilNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan