Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Mad dan ukuran panjang · Bait ٧٢ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- وجائز
- dan disebut jaiz
- إذا أتى منفصلا
- apabila datang secara terpisah
- أو عرض السكون
- atau sukun muncul kemudian
- وقفا مسجلا
- karena waqaf, sebagaimana ditetapkan secara umum
Terjemahan bait ٧٢
Mad disebut jaiz apabila huruf mad terpisah dari hamzah pada kata berikutnya, atau apabila sukun muncul karena waqaf.
Syarah · keterangan lengkap
Mad munfashil
Pada munfashil, huruf mad berada di akhir kata dan hamzah berada di awal kata berikutnya, seperti bima unzila. Sebab mad muncul saat dua kata disambung. Apabila berhenti pada kata pertama yang boleh dihentikan, pertemuan dengan hamzah tidak terjadi sehingga mad kembali mengikuti keadaan kata itu sendiri. Penilaian tempat berhenti tetap memperhatikan makna.
Jaiz bukan memilih sesuka hati
Dalam acuan Hafsh melalui Syathibiyyah, munfashil dipelajari dengan empat atau lima harakat menurut talaqqi yang diikuti. Qashr dua harakat pada Hafsh memiliki jalur lain beserta keterkaitan kaidahnya. Jangan mengambil satu pilihan dari satu jalur lalu mencampurkannya tanpa pengetahuan dengan pilihan jalur lain. Nazam menyebut jaiz karena cakupan perbedaan riwayatnya.
‘Aridh lissukun
Jika huruf terakhir menjadi sukun hanya karena berhenti dan sebelumnya ada huruf mad, terjadi mad ‘aridh lissukun, seperti al-‘alamin ketika waqaf. Pada waqaf dengan sukun murni tersedia dua, empat, atau enam harakat sesuai ketentuan. Ketika disambung, nun kembali berharakat dan sebab ‘aridh hilang. Jika ada sebab mad lain yang lebih kuat, perinciannya harus diperhatikan tersendiri.
Jangan menyamakan mad dan lin
Khawf dan bayt memiliki waw atau ya lin karena didahului fathah. Saat waqaf, keduanya mempunyai pembahasan mad lin. Saat washal, bunyi lin tidak otomatis dipanjangkan dua harakat seperti huruf mad thabi‘i. Perbedaan ini penting agar latihan hitungan tidak membuat setiap waw dan ya sukun menjadi panjang yang sama.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٠١ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
أو عرض السكون وقفا
‘Aradha bermakna muncul sebagai keadaan sementara; al-sukun adalah fa‘il. Waqfan menunjukkan bahwa berhentilah yang menyebabkan sukun itu.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Mad bergantung pada syarat huruf, sebab, dan keadaan waqaf; rawm pada akhir kitab memberi rincian lebih lanjut.
Intisari & faedah
- Munfashil terjadi pada dua kata dan dibatasi jalur bacaan.
- ‘Aridh lissukun muncul karena berhenti, lalu hilang ketika disambung.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Membaca al-‘alamin secara washal lalu waqaf.
Cara membaca / memahami
Saat washal ikuti mad aslinya; saat waqaf dengan sukun murni gunakan ukuran ‘aridh yang dipelajari secara teratur.
Yang perlu diperhatikan
Jangan membawa tambahan waqaf ke bacaan sambung atau menganggap lin selalu sama dengan mad.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Baqarah: ٤
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
Inti makna
Orang bertakwa mengimani wahyu kepada Nabi Muhammad dan wahyu sebelumnya serta meyakini akhirat.
Kaitan dengan bait
Bima unzila memperlihatkan huruf mad di akhir kata dan hamzah pada kata berikutnya.
Buka sumber lengkap ↗QS Al-Fatihah: ٢
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Inti makna
Segala puji ditujukan kepada Allah, Tuhan yang memelihara seluruh alam.
Kaitan dengan bait
Al-‘alamin memperlihatkan perbedaan mad ketika washal dan waqaf.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa mad ‘aridh lissukun hilang ketika bacaan disambung?
Lihat pembahasan jawaban
Karena huruf terakhir kembali berharakat, sehingga sukun yang menjadi sebab mad tidak lagi ada.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وجائز
dan disebut jaiz
إذا أتى منفصلا
apabila datang secara terpisah
أو عرض السكون
atau sukun muncul kemudian
وقفا مسجلا
karena waqaf, sebagaimana ditetapkan secara umum
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَجَائِزٌ إِذَا أَتَى مُنْفَصِلَا
Buka penggal ٢
أَوْ عَرَضَ السُّكُونُ وَقْفًا مُسْجَلَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 72 — Munfashil dan ‘aridh lissukunNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
المنفصلُ والعارض
إذا كان حَرف المدّ في آخر كَلِمة والهمز في أول التالية، فهو المنفصل، مثل «بِمَا أُنْزِلَ». نعتمد له ٤ حَركات في التَّدريب من طريق الشاطبيّة. وإذا نشأ السُّكون بسبب الوَقْف، مثل الوَقْف على «الْعَالَمِينَ»، فهو عارِض للسكون، وله ٢ أو ٤ أو ٦. لا ننقل أوجه طريق آخر إلى قراءتنا بلا ضبط.
افتح الدرس والتدريب