Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٧٣
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Waqaf dan ibtida · Bait ٧٣ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
وبعد تجويدك
dan setelah engkau membaguskan
للحروف
huruf-huruf
لا بد
tidak dapat tidak
من معرفة الوقوف
harus mengetahui tempat-tempat berhenti
Terjemahan bait ٧٣

Sesudah membaguskan pelafalan huruf-huruf, engkau harus mengetahui tempat-tempat berhenti.

Syarah · keterangan lengkap

Bunyi dan makna bertemu

Makhraj yang benar belum cukup jika pembaca berhenti pada tempat yang memutus maksud kalimat. Waqaf mengatur jeda yang disertai penghentian suara dan biasanya pengambilan napas, dengan niat melanjutkan bacaan. Pengetahuan ini membantu pendengar memahami hubungan kalimat, siapa yang berbicara, dan bagian mana yang masih perlu disambungkan.

Bukan sekadar panjang napas

Napas panjang tidak selalu menghasilkan pilihan waqaf yang baik. Pembaca perlu merencanakan rangkaian makna sesuai kemampuan napasnya. Jika napas pendek, pilih jeda yang layak dan tentukan cara memulai kembali. Memaksakan napas hingga huruf terakhir rusak justru merusak tajwid yang telah dilatih. Keteraturan lebih penting daripada menampilkan kemampuan menahan napas.

Waqaf, sakt, dan qath‘

Waqaf adalah berhenti dalam rangka melanjutkan. Sakt merupakan penghentian suara singkat tanpa mengambil napas sesuai riwayat. Qath‘ berarti mengakhiri sesi bacaan. Ketiganya jangan disamakan. Sakt pada man raq tidak dapat diganti dengan jeda napas biasa sambil tetap mengklaim cara bacanya sama.

Gunakan tanda dan pemahaman

Tanda waqaf dalam mushaf merupakan bantuan dari para ahli dan dapat memiliki sistem yang berbeda antar cetakan. Pahami petunjuk mushaf yang dipakai, lalu hubungkan dengan struktur bahasa dan tafsir. Bait-bait berikut memberi kategori dasar; penentuan setiap lokasi kadang berbeda karena perbedaan analisis makna. Karena itu latihan sebaiknya memakai mushaf yang konsisten dan pendampingan guru.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٠٧ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

لماذا نتعلّم الوَقْف؟

قد تكون الحُروف صحيحة، ولكن الوَقْف يقطع علاقة الكَلِمات أو يوهم مَعنى غير مراد. لذلك نَحتاج إلى معرفة الوَقْف وَالابتِداء مع معرفة المَخارِج وَالصِّفات. الوَقْف قطع الصَّوت زمنًا يتنفّس فيه عادة مع قصد متابعة القِراءة، وهو غير السَّكْت الذي يكون من غير تنفّس، وغير إنهاء التِّلاوة كلّها.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

وبعد تجويدك للحروف

Ba‘da adalah zharaf; tajwidika merupakan mashdar yang disandarkan kepada pelakunya, yakni pembaca. Susunan ini menghubungkan keterampilan huruf dengan pengetahuan waqaf.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

معرفة

Akar
ع ر ف
Pola / bentuk
مفعلة، مصدر

Ma‘rifah adalah mashdar dari ‘arafa, mengetahui atau mengenali; yang dituntut ialah pengenalan tempat dan akibat maknanya.

Hubungan bait

Janji pelajaran waqaf pada pendahuluan kini dirinci menjadi kategori dan cara memperbaiki jeda darurat.

Intisari & faedah
  1. Ketepatan huruf perlu disertai ketepatan berhenti.
  2. Rencanakan napas berdasarkan makna, bukan sekadar kemampuan menahan napas.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Menyiapkan bacaan satu ayat yang panjang.

Cara membaca / memahami

Lihat tanda waqaf, pahami rangkaian makna, lalu tentukan titik jeda sesuai napas.

Yang perlu diperhatikan

Jangan memaksa menyambung sampai huruf rusak atau mengambil napas pada tempat sakt.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Muzzammil: ٤

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Inti makna

Dalam rangkaian perintah ibadah malam, Nabi diperintah membaca Al-Qur’an dengan tartil.

Kaitan dengan bait

Tartil mencakup ketelitian penyampaian bacaan; ilmu waqaf membantu menjaga maksudnya.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa perbedaan pokok waqaf dan sakt?

Lihat pembahasan jawaban

Waqaf merupakan jeda untuk melanjutkan yang dapat disertai napas; sakt adalah henti singkat tanpa napas sesuai riwayat.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وبعد تجويدك

dan setelah engkau membaguskan

للحروف

huruf-huruf

لا بد

tidak dapat tidak

من معرفة الوقوف

harus mengetahui tempat-tempat berhenti

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَبَعْدَ تَجْوِيدِكَ لِلْحُرُوفِ

Buka penggal ٢

لَا بُدَّ مِنْ مَعْرِفَةِ الْوُقُوفِ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 73 — Mengapa waqaf perlu dipelajariNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan