Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Waqaf dan ibtida · Bait ٧٥ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- وهي لما تم
- dan ketiganya untuk yang telah lengkap
- فإن لم يوجد تعلق
- maka jika tidak ditemukan hubungan
- أو كان معنى
- atau hubungan itu berupa makna
- فابتد
- maka mulailah
Terjemahan bait ٧٥
Ketiga kategori itu berlaku pada ucapan yang telah memberi makna utuh; jika tidak ada hubungan dengan sesudahnya, atau hubungannya hanya pada makna, mulailah dari sesudahnya.
Syarah · keterangan lengkap
Syarat pertama: ada makna yang utuh
Sebelum menilai jenis hubungan, periksa apakah bagian yang dibaca telah memberi pengertian yang layak. Berhenti pada kata penghubung atau bagian idhafah yang belum lengkap tidak memenuhi syarat ini. “Utuh” di sini tidak selalu berarti seluruh kisah selesai, melainkan susunan telah menghasilkan pengertian yang dapat dipahami tanpa menunggu unsur pokok yang terputus.
Hubungan lafaz
Hubungan lafaz berarti ketergantungan tata bahasa, misalnya kata sesudahnya merupakan sifat, mudhaf ilaih, atau unsur lain yang terkait langsung. Pengetahuan dasar nahwu membantu mengenalinya. Namun daftar fungsi nahwu saja tidak cukup untuk membuat keputusan otomatis, karena posisi kepala ayat dan rincian tafsir juga diperhatikan. Contoh harus dinilai dalam konteks kalimatnya.
Hubungan makna saja
Ada kalimat yang telah berdiri secara tata bahasa tetapi masih membahas topik yang sama dengan kalimat berikutnya. Ini hubungan makna tanpa ketergantungan i‘rab langsung. Waqaf semacam itu dapat disebut kafi. Jika pembahasan juga telah selesai pada batas yang dimaksud, ia disebut tam. Para ahli dapat berbeda menilai batas topik sehingga sebagian lokasi memiliki lebih dari satu penilaian.
Konsekuensi untuk memulai
Pada tam dan kafi, pembaca boleh berhenti lalu memulai dari bagian sesudahnya karena susunan berikutnya dapat berdiri sebagaimana mestinya. Bait berikut menamai dua keadaan itu dan membedakannya dari hasan. Perintah fabtadi jangan dipahami sebagai kewajiban selalu berhenti; ia menjelaskan kelayakan memulai jika pembaca memang mengambil waqaf di tempat tersebut.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٠٨ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
أو كان معنى
Makna susunannya: atau hubungan itu berupa hubungan makna saja. Unsur yang sudah dipahami dari kata ta‘alluq tidak diulang secara lengkap demi keringkasan nazam.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Definisi hubungan menjadi dasar membedakan tam-kafi dari hasan dan qabih.
Intisari & faedah
- Periksa kelengkapan pengertian sebelum menilai jenis waqaf.
- Hubungan makna tidak selalu berarti ketergantungan tata bahasa.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Menelaah akhir QS Al-Baqarah: ٥ sebelum ayat ٦.
Cara membaca / memahami
Amati bahwa uraian golongan bertakwa telah mencapai penutup, lalu pembicaraan beralih kepada golongan lain.
Yang perlu diperhatikan
Jangan menilai hanya dari panjang pendek ayat; lihat peralihan pokok pembicaraan.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Baqarah: ٥
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًۭى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Inti makna
Mereka berada dalam bimbingan Tuhan dan memperoleh keberuntungan.
Kaitan dengan bait
Akhir uraian golongan bertakwa menjadi contoh yang dibahas dalam syarah untuk memahami waqaf tam.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa perbedaan hubungan lafaz dan makna?
Lihat pembahasan jawaban
Hubungan lafaz melibatkan ketergantungan tata bahasa; hubungan makna dapat tetap ada meskipun susunan kalimat telah berdiri sendiri.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وهي لما تم
dan ketiganya untuk yang telah lengkap
فإن لم يوجد تعلق
maka jika tidak ditemukan hubungan
أو كان معنى
atau hubungan itu berupa makna
فابتد
maka mulailah
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَهْيَ لِمَا تَمَّ فَإِن لَّمْ يُوجَدِ
Buka penggal ٢
تَعَلُّقٌ أَوْ كَانَ مَعْنًى فَابْتَدِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 75 — Hubungan lafaz dan hubungan maknaNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
التامُّ والكافي
إذا تمّ الكلام، ولم يتعلّق بما بعده لفظًا ولا مَعنى، فَالوَقْف تامّ. وإذا بقي تعلّق في المَعنى دون تركيب الإعراب، فهو كافٍ. يجوز الوَقْف والبدء بما بعدهما عند سلامة المَعنى. هذه أوصاف للسياق، لا للكلمة منفردة؛ فقد تَختلف رتبة الوَقْف باختلاف التفسير أو وجه القِراءة.
افتح الدرس والتدريب