Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٧٦
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Waqaf dan ibtida · Bait ٧٦ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
فالتام فالكافي
maka yang tam, lalu yang kafi
ولفظا
dan jika hubungannya berupa lafaz
فامنعن
maka cegahlah
إلا رؤوس الآي
kecuali kepala-kepala ayat
جوز
bolehkanlah
فالحسن
maka itulah hasan
Terjemahan bait ٧٦

Yang pertama disebut tam, yang kedua kafi. Jika masih ada hubungan lafaz, cegahlah memulai langsung sesudahnya; kecuali pada kepala ayat, yang diberi kelonggaran. Itulah waqaf hasan.

Syarah · keterangan lengkap

Membaca bersama bait sebelumnya

Tam menunjuk keadaan tanpa hubungan lafaz maupun makna yang masih menuntut sambungan pada batas pembahasan tersebut. Kafi menunjuk hubungan makna saja. Dua nama ini merupakan jawaban terhadap kondisi yang sudah disebut bait ٧٥. Tanpa menghubungkan kedua bait, kalimat pendek “fat-tammu fal-kafi” mudah disangka daftar baru tanpa definisi.

Yang dicegah adalah ibtida tertentu

Pada waqaf hasan, bagian yang dibaca telah memberikan pengertian baik, tetapi sesudahnya masih terkait secara tata bahasa. Karena itu yang dicegah dalam penjelasan nazam ialah memulai begitu saja dari bagian sesudahnya jika susunannya tidak layak berdiri sendiri. Pembaca dapat kembali ke bagian sebelumnya untuk memulihkan rangkaian; bukan berarti seluruh waqaf hasan terlarang.

Kepala ayat memiliki pembahasan khusus

Nazam memberi kelonggaran berhenti pada kepala ayat lalu memulai ayat sesudahnya, meskipun ada hubungan lafaz. Al-Fatihah menjadi contoh yang mudah: rabbil-‘alamin diikuti sifat ar-Rahman ar-Rahim. Para ahli membahas keutamaan berhenti atau menyambung menurut konteks, sehingga tidak tepat mengubah pengecualian ini menjadi alasan mengabaikan seluruh makna bacaan.

Contoh latihan nahwu

Alhamdu lillah sudah memberi pengertian, tetapi rabbil-‘alamin masih berhubungan sebagai penjelas atau sifat sesuai analisisnya. Bila berhenti sebelum bagian terkait itu karena kebutuhan, memulai kembali dari alhamdu lillah lebih menjaga kesatuan susunan. Latih keputusan waqaf bersama keputusan mengulang; keterampilan ini terasa berguna ketika napas tidak cukup untuk satu ayat panjang.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٠٨ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

الوقفُ الحسن

إذا تمّ المَعنى في نفسه، وبقي تعلّق لفظيّ بما بعده، فَالوَقْف حسن؛ يجوز الوَقْف، ولكن لا نَبدأ بما بعده إذا انقطع التركيب أو فسد المَعنى. واستثنى النّاظِم رؤوس الآي، فجوّز الوَقْف عليها والبدء بالآية التالية. ونبقى منتبهين إلى المَعنى، ونأخذ التطبيق من المعلّم وعلامات المُصحف.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

ولفظا فامنعن

Lafzhan mengikuti kata ma‘nan pada bait sebelumnya. Objek larangan dipahami dari fabtadi: jangan memulai langsung pada bagian yang masih bergantung secara lafaz.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

جوز

Akar
ج و ز
Pola / bentuk
فعّل، يفعّل

Jawwaza–yujawwizu berarti membolehkan; jawwiz merupakan perintah yang memberi pengecualian pada kepala ayat.

Hubungan bait

Bait ini melengkapi definisi tiga waqaf dan mengantarkan cara mengulang ketika berhenti pada tempat yang belum layak.

Intisari & faedah
  1. Waqaf hasan tidak otomatis berarti boleh memulai dari kata sesudahnya.
  2. Kepala ayat mendapat pembahasan khusus tanpa menghapus perhatian pada makna.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Berhenti setelah alhamdu lillah saat latihan.

Cara membaca / memahami

Mulai ulang rangkaian yang mencakup bagian sebelumnya sebelum melanjutkan rabbil-‘alamin.

Yang perlu diperhatikan

Jangan menjadikan kata yang masih bergantung sebagai awal terpisah tanpa memahami susunannya.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Fatihah: ٢

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Inti makna

Segala puji ditujukan kepada Allah, Tuhan yang memelihara seluruh alam.

Kaitan dengan bait

Susunan alhamdu lillahi rabbil-‘alamin membantu memahami pengertian yang sudah baik tetapi masih terkait secara lafaz.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa yang terutama dibatasi pada waqaf hasan di tengah ayat?

Lihat pembahasan jawaban

Memulai langsung dari bagian sesudahnya yang masih bergantung secara tata bahasa; pembaca dapat mengulang bagian sebelumnya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

فالتام فالكافي

maka yang tam, lalu yang kafi

ولفظا

dan jika hubungannya berupa lafaz

فامنعن

maka cegahlah

إلا رؤوس الآي

kecuali kepala-kepala ayat

جوز

bolehkanlah

فالحسن

maka itulah hasan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

فَالتَّامُ فَالْكَافِي وَلَفْظًا فَامْنَعَنْ

Buka penggal ٢

إِلَّا رُؤُوسَ الْآيِ جَوِّزْ فَالْحَسَنْ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 76 — Tam, kafi, dan batas memulai setelah hasanNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan