Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Waqaf dan ibtida · Bait ٧٧ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- وغير ما تم
- dan selain yang telah lengkap
- قبيح
- adalah buruk
- وله يوقف
- dan padanya dilakukan penghentian
- مضطرا
- dalam keadaan terpaksa
- ويبدأ قبله
- dan dimulai kembali dari sebelumnya
Terjemahan bait ٧٧
Berhenti pada susunan yang belum lengkap disebut qabih; apabila terpaksa berhenti di sana, mulailah kembali dari bagian sebelumnya.
Syarah · keterangan lengkap
Apa yang membuatnya qabih
Qabih berarti tempat berhenti tidak layak dipilih karena susunan belum lengkap atau menimbulkan pengertian yang salah. Contohnya memutus mudhaf dari mudhaf ilaih, memutus kata penghubung dari bagian yang dihubungkannya, atau memisahkan penafian dari kalimat yang harus menyertainya. Tingkat gangguan makna berbeda-beda; tidak setiap jeda yang kurang baik memiliki akibat yang sama.
Keadaan darurat diakui
Napas habis, batuk, bersin, atau kesulitan suara dapat memaksa seseorang berhenti. Nazam mengakui keadaan ini. Pembaca tidak perlu memaksakan diri hingga huruf rusak atau kehabisan udara; ia berhenti, mengambil napas, lalu memperbaiki susunan ketika melanjutkan. Yang harus dipelajari adalah cara kembali, bukan merasa gagal karena pernah berhenti di tengah rangkaian.
Mengulang secukupnya
Mulailah dari bagian sebelumnya yang membuat susunan dan makna kembali jelas. Tidak ada aturan tunggal harus mundur satu, dua, atau tiga kata untuk semua kasus. Kadang satu frasa cukup, kadang perlu mengulang dari awal kalimat. Perhatikan siapa penutur yang dikutip dan bagian mana yang dinafikan agar pengulangan tidak menimbulkan makna baru yang keliru.
Latihan yang aman dan berguna
Latih dengan ayat yang dipahami maknanya, lalu tentukan beberapa tempat mulai ulang sebelum membaca. Jika terhenti pada ghayri dalam Al-Fatihah, jangan melanjutkan sebagai potongan lepas tanpa memulihkan hubungannya. Guru dapat menunjukkan titik kembali yang sesuai kemampuan napas. Latihan ini membantu pembaca tetap tenang dan teliti ketika gangguan benar-benar terjadi.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١١٢ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
مضطرا
Mudhtarran berfungsi sebagai keterangan keadaan: pembaca berhenti dalam kondisi terpaksa. Qablahu menunjuk bagian sebelum lokasi berhenti yang cukup memulihkan susunan.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Perencanaan napas dan pemahaman hubungan kalimat menentukan cara memperbaiki waqaf darurat.
Intisari & faedah
- Keadaan darurat membolehkan berhenti untuk mengambil napas.
- Mulai ulang dari tempat yang memulihkan susunan dan makna, bukan selalu jumlah kata yang tetap.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Napas habis di tengah rangkaian yang belum lengkap.
Cara membaca / memahami
Berhenti, tenangkan napas, lalu ulang bagian yang cukup untuk menghubungkan makna sebelum meneruskan.
Yang perlu diperhatikan
Jangan memaksa suara atau langsung menyambung potongan yang mengubah pengertian.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Fatihah: ٧
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ
Inti makna
Jalan yang dimohon ialah jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai ataupun tersesat.
Kaitan dengan bait
Rangkaian ghayril-maghdhubi ‘alayhim membantu melihat pentingnya menjaga hubungan kata ketika mengulang.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Berapa kata yang harus diulang setelah waqaf darurat?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak ada angka tetap; ulang secukupnya agar tata bahasa dan makna kembali utuh.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وغير ما تم
dan selain yang telah lengkap
قبيح
adalah buruk
وله يوقف
dan padanya dilakukan penghentian
مضطرا
dalam keadaan terpaksa
ويبدأ قبله
dan dimulai kembali dari sebelumnya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَغَيْرُ مَا تَمَّ قَبِيحٌ وَلَهُ
Buka penggal ٢
يُوقَفُ مُضْطَرًّا وَيُبْدَا قَبْلَهُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 77 — Waqaf darurat dan cara memperbaikinyaNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
الوقفُ القبيح والاضطرار
إذا لم يتمّ المَعنى أو أوهم الكلام مَعنى فاسدًا، فَالوَقْف قبيح في الاختيار. وقد ينقطع النَّفَس أو يعرض سعال، فيقف القارِئ مضطرًّا؛ ثم يعود إلى مَوْضع مناسب قبل الكَلِمة التي وَقْف عليها ليصل الكلام. لا يلزمه الرجوع إلى أول السورة، ولا يصحّ أن يستأنف من أي كَلِمة بلا نظر.
افتح الدرس والتدريب