Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Waqaf dan ibtida · Bait ٧٨ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- وليس في القرآن
- dan tidak ada dalam Al-Qur’an
- من وقف وجب
- tempat berhenti yang wajib dengan sendirinya
- ولا حرام
- dan tidak pula yang haram
- غير ما له سبب
- selain yang memiliki sebab
Terjemahan bait ٧٨
Tidak ada tempat berhenti dalam Al-Qur’an yang dengan sendirinya wajib, dan tidak pula haram, kecuali jika terdapat sebab yang menuntut hukum tersebut.
Syarah · keterangan lengkap
Memahami istilah para ahli
Sebutan waqaf lazim atau tanda mim dalam mushaf merupakan petunjuk penting untuk menjaga makna. Namun istilah teknis itu tidak berarti setiap orang yang menyambung pasti berdosa tanpa melihat sebab dan hasil maknanya. Nazam membedakan nama dalam ilmu waqaf dari penetapan hukum syar‘i pada tindakan seseorang. Keduanya berkaitan, tetapi tidak boleh disamakan secara terburu-buru.
Sebab dapat mengubah penilaian
Berhenti atau memulai dengan sengaja sehingga menyampaikan pengertian yang batil berbeda dari jeda darurat, ketidaktahuan, atau kekeliruan yang segera diperbaiki. Sebab, maksud, dan akibat bacaan perlu diperhatikan. Bait ini bukan izin mempermainkan susunan ayat; justru ia menuntut pemahaman mengapa suatu titik disarankan untuk berhenti atau dihindari.
Tanda mushaf tetap dipakai
Pembaca tetap mengikuti tanda waqaf yang menjadi panduan mushafnya dan mempelajari keterangannya. Tanda seperti mim, jim, qila, shila, atau tanda mu‘anaqah mempunyai fungsi masing-masing menurut sistem cetakan. Perbedaan tanda antar mushaf dapat mencerminkan pilihan analisis ahli. Jangan menghapus manfaat tanda hanya karena nazam tidak menjadikan setiap tanda sebagai kewajiban fikih yang berdiri sendiri.
Prinsip praktik
Jaga maksud ayat, rencanakan napas, dan ulangi bila terpaksa berhenti pada susunan yang belum lengkap. Hindari memotong kutipan perkataan orang ingkar sehingga terdengar sebagai pernyataan pembaca atau pernyataan Allah tanpa konteks kutipannya. Bila ragu, tanyakan lokasi tertentu kepada guru dengan membawa ayat lengkap; penilaian yang tepat memerlukan konteks, bukan satu kata terisolasi.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١١٦ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
غير ما له سبب
Ghayra atau ghayru menurut analisis susunannya memberi pengecualian terhadap penafian sebelumnya. Ma lahu sabab berarti keadaan yang memiliki alasan khusus bagi penilaian hukum.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Penutup pelajaran waqaf menyeimbangkan ketelitian makna, penggunaan tanda mushaf, dan penanganan keadaan darurat.
Intisari & faedah
- Istilah waqaf lazim tidak otomatis menilai dosa setiap pembaca yang menyambung.
- Sebab dan akibat makna tetap harus diperhatikan.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Menemui tanda mim pada mushaf yang digunakan.
Cara membaca / memahami
Ikuti anjuran berhenti dan pelajari alasan maknanya bersama guru.
Yang perlu diperhatikan
Jangan menyimpulkan hukum terhadap orang lain hanya dari satu jeda tanpa mengetahui keadaan bacaannya.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-Muzzammil: ٤
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا
Inti makna
Dalam rangkaian perintah ibadah malam, Nabi diperintah membaca Al-Qur’an dengan tartil.
Kaitan dengan bait
Perintah tartil mendasari perhatian terhadap ketelitian bacaan dan penyampaian maknanya.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah bait ini berarti tanda waqaf boleh diabaikan?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Tanda tetap menjadi panduan; bait menjelaskan bahwa penilaian wajib atau haram memerlukan sebab yang tepat.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وليس في القرآن
dan tidak ada dalam Al-Qur’an
من وقف وجب
tempat berhenti yang wajib dengan sendirinya
ولا حرام
dan tidak pula yang haram
غير ما له سبب
selain yang memiliki sebab
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
وَلَيْسَ فِي الْقُرْآنِ مِنْ وَقْفٍ وَجَبْ
Buka penggal ٢
وَلَا حَرَامٌ غَيْرَ مَا لَهُ سَبَبْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 78 — Istilah waqaf dan sebab yang memengaruhi hukumNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
مَعنى الوجوب والتحريم
أسماء الوَقْف في المُصحف اصطلاحات تعين على حفظ المَعنى، ولا تجعل كل علامة حكمًا فقهيًّا مستقلًّا. وقد يكون المنع بسبب إفساد المَعنى أو قصد مَعنى باطل. فليس مَعنى البَيْت إباحة الوَقْف كيف شئنا، بل ربط الحُكْم بسببه. نتعلّم العلامات، وَنَفْهم السياق، ونراعي الوَقْف الاضطراريّ إذا عرض.
افتح الدرس والتدريب