Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٧٩
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Rasm I: an la dan pengantar in ma · Bait ٧٩ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
واعرف
dan kenalilah
لمقطوع وموصول وتا
yang terpisah, tersambung, dan ta
في مصحف الإمام
dalam mushaf imam
فيما قد أتى
pada apa yang telah diriwayatkan
Terjemahan bait ٧٩

Kenalilah penulisan yang terpisah, yang tersambung, serta ta sebagaimana diriwayatkan dalam mushaf imam.

Syarah · keterangan lengkap

Rasm bukan ejaan biasa

Rasm adalah pola penulisan mushaf yang diterima dalam tradisi penyalinan Al-Qur’an. Sebagian pasangan kata ditulis terpisah, disebut maqthu‘; sebagian tersambung, disebut mawshul. Polanya tidak selalu sama dengan ejaan Arab modern. Karena itu pembaca tidak boleh membetulkan mushaf hanya berdasarkan kebiasaan menulis sehari-hari.

Apa yang dimaksud mushaf imam

Ungkapan ini mengacu pada mushaf dalam tradisi kodifikasi Utsmani; syarah membahas apakah yang dimaksud naskah imam tertentu atau jenis mushaf rujukan secara umum. Maksud praktisnya ialah mengikuti riwayat rasm yang diakui. Ini bukan pernyataan bahwa setiap halaman mushaf yang sekarang beredar ditulis langsung oleh tangan Utsman atau memiliki bentuk tipografi yang sama persis.

Pengaruh terhadap waqaf

Pemisahan dan penyambungan tulisan berpengaruh pada batas kata ketika latihan waqaf, terutama waqaf ikhtibari untuk menguji rasm atau waqaf darurat. Namun kata yang tertulis terpisah tidak otomatis menjadi tempat berhenti yang baik secara makna. Pelajaran waqaf pada bait ٧٣–٧٨ tetap berlaku; rasm menentukan batas tulisan, sementara kelayakan jeda juga mempertimbangkan susunan dan arti.

Ta terbuka akan dirinci

Ta yang dimaksud terutama ta feminin yang pada tempat tertentu ditulis terbuka ت, walaupun ejaan biasa mungkin memakai ة. Dalam acuan Hafsh, bentuk terbuka tersebut dipertahankan sebagai ta saat waqaf, sedangkan ta marbuthah umumnya menjadi ha. Bait ٩٤–١٠٠ akan merincinya. Perbedaan laporan rasm dalam nazam juga akan diberi catatan agar tidak disangka kesalahan cetak modern.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٢٣ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

ما المقطوعُ والموصول؟

المقطوع ما رُسمت أجزاؤه منفصلة، والموصول ما رُسمت متّصلة. والمرجع رَسْم المَصاحف العثمانية المنقول، لا قواعد الإملاء الحديثة وحدها. يفيد هذا في معرفة حدود الكَلِمات، وخاصة عند الوَقْف الاختباريّ أو الاضطراريّ. ولا يعني جواز فصل الكَلِمة في الرَّسم أن الوَقْف عليها حسن في المَعنى؛ فلكل باب وظيفته.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

واعرف لمقطوع

Lam dipahami sebagai penguat hubungan kata kerja dengan objek yang dikenali. Maqthu‘, mawshul, dan ta adalah tiga pokok yang akan diperinci.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مقطوع

Akar
ق ط ع
Pola / bentuk
مفعول

Maqthu‘ adalah isim maf‘ul dari qatha‘a, terpisah atau diputus; dalam bab ini maksudnya pemisahan tulisan, bukan otomatis pemutusan bacaan.

Hubungan bait

Pendahuluan tentang rasm kini dirinci, dengan tetap memakai prinsip waqaf dan perbedaan ta-ha yang telah dikenalkan.

Intisari & faedah
  1. Rasm Utsmani tidak selalu sama dengan ejaan Arab sehari-hari.
  2. Terpisah dalam tulisan tidak otomatis berarti baik untuk berhenti secara makna.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Menemukan pasangan kata yang terpisah dalam mushaf.

Cara membaca / memahami

Kenali bentuk rasmnya, lalu periksa makna sebelum memilih waqaf.

Yang perlu diperhatikan

Jangan menambahkan spasi, menyambungkan, atau berhenti hanya berdasarkan ejaan modern.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Muzzammil: ٤

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Inti makna

Dalam rangkaian perintah ibadah malam, Nabi diperintah membaca Al-Qur’an dengan tartil.

Kaitan dengan bait

Tartil menjadi landasan umum ketelitian; rincian rasm bersumber dari riwayat mushaf yang dibahas dalam syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah maqthu‘ berarti pembaca harus berhenti di antara dua kata?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Ia berarti terpisah secara rasm; keputusan waqaf tetap mempertimbangkan makna dan keadaan bacaan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

واعرف

dan kenalilah

لمقطوع وموصول وتا

yang terpisah, tersambung, dan ta

في مصحف الإمام

dalam mushaf imam

فيما قد أتى

pada apa yang telah diriwayatkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَاعْرِفْ لِمَقْطُوعٍ وَمَوْصُولٍ وَتَا

Buka penggal ٢

فِي مُصْحَفِ الْإِمَامِ فِيمَا قَدْ أَتَى

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 79 — Mengenal rasm: terpisah, tersambung, dan taNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan