Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Peta belajar tajwid · Bait ٨ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- من كل مقطوع
- dari setiap bentuk yang terpisah
- وموصول بها
- dan yang tersambung di dalamnya
- وتاء أنثى
- serta ta penanda feminin
- لم تكن تكتب بها
- yang tidak ditulis dengan bentuk ha
Terjemahan bait ٨
(Di antaranya ialah) setiap kata yang ditulis terpisah atau tersambung di dalam mushaf, serta ta penanda feminin yang tidak ditulis dalam bentuk ha.
Syarah · keterangan lengkap
Maqthu‘ dan maushul
Maqthu‘ adalah bagian kata atau susunan yang ditulis terpisah menurut rasm mushaf, sedangkan maushul ditulis bersambung. Pembahasan ini bukan perintah untuk memutus atau menyambung suara secara sembarangan. Kata yang secara tulisan dipisah masih dapat terkena idgham saat dibaca bersambung; tulisan dan hukum bunyi harus dibedakan sejak awal.
Dua pemakaian bunyi bihā
Pada penggal pertama, bihā berarti “di dalam mushaf-mushaf itu”. Pada akhir penggal kedua, syarah menjelaskan maksudnya sebagai bi-hā’, “dengan ha”, yakni bentuk ta marbuthah yang ketika diwaqafkan menjadi bunyi ha. Pengarang memadatkan pengucapan dalam syair. Jika kedua bentuk ini diterjemahkan sama-sama “di dalamnya”, maksud bagian ta menjadi tidak jelas.
Ta marbuthah dan ta terbuka
Contoh perbandingan yang akan dibahas ialah bentuk رَحْمَة dan رَحْمَت. Keduanya berkaitan dengan kata rahmat, tetapi bentuk akhir dalam rasm memiliki akibat pada cara waqaf. Pada bacaan Hafsh, ta terbuka dipertahankan sebagai ta ketika berhenti, sedangkan ta marbuthah menjadi ha. Saat disambung, ta marbuthah dibaca sebagai ta sesuai harakatnya.
Cara mempelajari contoh
Perhatikan tulisan akhir kata pada mushaf sebelum berlatih berhenti. Mulai dengan satu pasangan contoh, lalu pelajari daftar tempat khusus pada bait ٩٤–١٠٠. Jangan menyalin seluruh aturan ejaan percakapan ke mushaf dan jangan mengubah bentuk tulisan hanya berdasarkan pelafalan ketika waqaf; rasm memiliki riwayat dan pembahasan tersendiri.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٣ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
وتاء أنثى لم تكن تكتب بها
Tā’a dihubungkan dengan bentuk-bentuk rasm yang disebut sebelumnya; untsā menjadi mudhaf ilaih. Lam men-jazm-kan takun. Kalimat lam takun tuktab menjelaskan ta yang dimaksud. Bi-hā’ pada akhir bait menunjuk nama huruf ha menurut syarah, bukan semata-mata kata ganti.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ٨ merinci peta materi pada bait ٧. Rasm terpisah dan tersambung dijelaskan pada bait ٧٩–٩٣, kemudian ta feminin pada bait ٩٤–١٠٠.
Intisari & faedah
- Pemisahan tulisan berbeda dari penyambungan suara.
- Bihā pada akhir bait dijelaskan sebagai bi-hā’, menunjuk bentuk huruf ha.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Pelajar menemukan رَحْمَت pada mushaf, lalu ingin berhenti dengan bunyi ha karena menganggap semua kata rahmat berakhir sama.
Cara membaca / memahami
Ia memeriksa ta terbuka pada rasm dan mempertahankan bunyi ta saat waqaf menurut Hafsh.
Yang perlu diperhatikan
Contoh waqaf dipelajari dalam konteks ayat; latihan pada sebuah kata bukan anjuran memilihnya sebagai tempat berhenti yang baik dalam setiap keadaan.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-A‘raf: ٥٦
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًۭا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌۭ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Inti makna
Manusia dilarang merusak bumi setelah diperbaiki dan diperintah berdoa dengan takut serta harap; rahmat Allah dekat kepada orang yang berbuat baik.
Kaitan dengan bait
Lafaz رَحْمَتَ ditulis dengan ta terbuka pada rasm ayat ini. Ia menjadi contoh pengantar; rincian daftar ta dibahas mulai bait ٩٤.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah kata yang ditulis terpisah selalu harus dibaca dengan suara yang terpisah tanpa idgham?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Maqthu‘ dan maushul membahas rasm, sedangkan idgham membahas pertemuan bunyi saat membaca. Keduanya dapat berlaku sekaligus pada satu contoh dengan fungsi yang berbeda.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
من كل مقطوع
dari setiap bentuk yang terpisah
وموصول بها
dan yang tersambung di dalamnya
وتاء أنثى
serta ta penanda feminin
لم تكن تكتب بها
yang tidak ditulis dengan bentuk ha
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
مِنْ كُلِّ مَقْطُوعٍ وَمَوْصُولٍ بِهَا
Buka penggal ٢
وَتَاءِ أُنْثَى لَمْ تَكُنْ تُكْتَبْ بِهَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 8 — Kata terpisah, kata tersambung, dan ta terbukaNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
الكلماتُ المقطوعة والتاء
قد تُكتب كلمتان منفصلتين، مثل «أَنْ لَا»، وقد تُكتبان موصولتين في مَوْضع آخر. وهذا بحث في رَسْم المُصحف، لا في وَصْل التِّلاوة وحده. و«تاء أُنثى» تاء التأنيث التي كُتبت مَفْتوحة في مَواضع مخصوصة. سيأتي بيان الوَقْف عليها، فلا نستبدل رَسْم المُصحف بإملائنا المعتاد.
افتح الدرس والتدريب