Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Rasm I: an la dan pengantar in ma · Bait ٨٠ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- فاقطع
- maka pisahkanlah
- بعشر كلمات
- pada sepuluh tempat lafaz
- أن لا
- an la
- مع ملجأ
- bersama malja’
- ولا إله إلا
- dan la ilaha illa
Terjemahan bait ٨٠
Tulislah an la secara terpisah pada sepuluh tempat, di antaranya yang diikuti malja’ dan la ilaha illa.
Syarah · keterangan lengkap
Sepuluh tempat, bukan sepuluh kata dalam satu ayat
An la adalah gabungan an dan la. Pada beberapa lokasi rasm menampilkan nun an terpisah dari la; pada lainnya ditulis menyatu sebagai alla. Nazam mulai menghimpun sepuluh tempat utama yang ditulis terpisah. Daftar itu berlangsung sampai awal bait ٨٢, sehingga angka sepuluh baru dapat diperiksa setelah seluruh rangkaian dibaca.
Tempat pertama: At-Taubah
An la malja’a terdapat pada QS At-Taubah: ١١٨, dalam kalimat tentang tidak adanya tempat berlindung dari Allah selain kepada-Nya. Di sini an dan la dipisahkan dalam rasm. Kata malja’ berfungsi sebagai petunjuk lokasi ayat; ia bukan satu-satunya kata sesudahnya yang perlu dibaca. Gunakan ayat lengkap ketika praktik agar maknanya tetap utuh.
Tempat kedua: Hud
An la ilaha illa huwa pada QS Hud: ١٤ menjadi contoh berikutnya. Jangan mencampur lokasi ini dengan doa Nabi Yunus pada QS Al-Anbiya: ٨٧ yang juga memuat la ilaha illa. Al-Qari mencatat perbedaan laporan rasm untuk tempat Al-Anbiya itu, sehingga daftar sepuluh tidak boleh dipakai untuk menolak semua bentuk mushaf yang berbeda di luar daftar.
Tulisan dan idgham dibedakan
Walaupun an dan la ditulis terpisah, saat washal nun sukun bertemu lam mengikuti idgham tanpa ghunnah sesuai riwayatnya. Pemisahan tulisan tidak berarti nun harus selalu diizhar. Inilah hubungan penting antara bab rasm dan bab tajwid: keduanya saling membantu tetapi masing-masing mempunyai objek pembahasan yang berbeda.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٢٥ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
بعشر كلمات أن لا
Bi-‘asyri kalimatin menunjukkan sepuluh lokasi lafaz; an la dikutip sebagai pasangan tulisan yang menjadi objek perintah fa-qtha‘.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Idgham nun-lam tetap dibedakan dari pemisahan tulisan; dua bait berikut melengkapi sepuluh lokasi.
Intisari & faedah
- Dua contoh awal adalah At-Taubah: ١١٨ dan Hud: ١٤.
- An la yang tertulis terpisah tetap mengikuti hukum nun-lam saat washal.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Membaca an la malja’a dalam QS At-Taubah: ١١٨.
Cara membaca / memahami
Amati pemisahan rasm, tetapi terapkan idgham tanpa ghunnah ketika menyambung nun dan lam.
Yang perlu diperhatikan
Jangan menjadikan adanya spasi sebagai alasan membaca nun dengan izhar.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS At-Taubah: ١١٨
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
وَعَلَى ٱلثَّلَٰثَةِ ٱلَّذِينَ خُلِّفُوا۟ حَتَّىٰٓ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنفُسُهُمْ وَظَنُّوٓا۟ أَن لَّا مَلْجَأَ مِنَ ٱللَّهِ إِلَّآ إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
Inti makna
Allah menerima tobat tiga orang yang ditangguhkan urusannya setelah mereka merasakan kesempitan dan menyadari bahwa perlindungan dari Allah hanya dengan kembali kepada-Nya.
Kaitan dengan bait
An la malja’a merupakan lokasi pertama dalam daftar nazam.
Buka sumber lengkap ↗QS Hud: ١٤
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا۟ لَكُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أُنزِلَ بِعِلْمِ ٱللَّهِ وَأَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ
Inti makna
Ketidakmampuan memenuhi tantangan menjadi alasan untuk mengetahui bahwa wahyu turun dengan ilmu Allah dan bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Dia.
Kaitan dengan bait
An la ilaha illa huwa merupakan lokasi kedua.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah an la yang terpisah secara rasm harus diizhar saat washal?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Hukum bunyinya tetap mengikuti pertemuan nun sukun dengan lam.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
فاقطع
maka pisahkanlah
بعشر كلمات
pada sepuluh tempat lafaz
أن لا
an la
مع ملجأ
bersama malja’
ولا إله إلا
dan la ilaha illa
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
فَاقْطَعْ بِعَشْرِ كَلِمَاتٍ أَن لَّا
Buka penggal ٢
مَعْ مَلْجَأٍ وَلَا إِلَهَ إِلَّا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 80 — An la yang terpisah: dua contoh pertamaNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
بدايةُ مَواضع أَنْ لَا
يجمع النّاظِم ١٠ مَواضع لقطع «أَنْ» عن «لَا». أول المَذكور هنا «أَنْ لَا مَلْجَأَ» بالتوبة: ١١٨، ثم «أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ» بهود: ١٤. سيكمل العدد في البَيْتين التاليين. ومع الفصل في الرَّسم تُدغم النون في اللام عند الوَصْل؛ فلا تخلط بين انفصال الكتابة وَإِظهار النطق.
افتح الدرس والتدريب