Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٨١
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Rasm I: an la dan pengantar in ma · Bait ٨١ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
وتعبدوا ياسين
dan ta‘budu dalam Ya Sin
ثاني هود
yang kedua dalam Hud
لا يشركن
la yusyrikna
تشرك
tusyrik
يدخلن
yadkhulanna
تعلوا على
ta‘lu ‘ala
Terjemahan bait ٨١

Termasuk an la ta‘budu dalam Ya Sin dan yang kedua dalam Hud; la yusyrikna, tusyrik, yadkhulanna, serta ta‘lu ‘ala.

Syarah · keterangan lengkap

Ya Sin dan Hud kedua

An la ta‘budu asy-syaythan pada QS Ya Sin: ٦٠ ditulis terpisah. Demikian pula an la ta‘budu illa Allah pada QS Hud: ٢٦. Kata “kedua” membedakan tempat ini dari alla ta‘budu pada awal Hud, ayat ٢, yang ditulis tersambung. Petunjuk urutan dalam nazam perlu diperhatikan, bukan dihapus sebagai kata yang dianggap tidak penting.

Baiat dan rumah suci

La yusyrikna mengarahkan kepada ‘ala an la yusyrikna billahi syay’an pada QS Al-Mumtahanah: ١٢. Tusyrik menunjuk an la tusyrik bi syay’an pada QS Al-Hajj: ٢٦. Keduanya masuk daftar pemisahan an dan la. Nazam memilih potongan yang cukup membedakan lokasi, bukan mengutip keseluruhan ayat.

Kebun dan larangan meninggi

Yadkhulanna menunjuk an la yadkhulannaha pada QS Al-Qalam: ٢٤. Ta‘lu ‘ala menunjuk an la ta‘lu ‘ala Allah pada QS Ad-Dukhan: ١٩. Kata ‘ala penting untuk membedakannya dari alla ta‘lu ‘alayya pada QS An-Naml: ٣١. Potongan nazam tidak memuat seluruh akhiran kata, sehingga pembaca harus kembali kepada bentuk lengkap dalam mushaf.

Enam tambahan, delapan sementara

Bait ini menambahkan enam lokasi kepada dua lokasi bait ٨٠, sehingga jumlah sementara delapan. Dua tempat di Al-A‘raf pada bait ٨٢ akan melengkapinya menjadi sepuluh. Menghitung lokasi sebagai kelompok membantu hafalan dan mengurangi risiko satu contoh tertukar dengan ayat yang bunyinya mirip.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٢٥ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

ستّةُ مَواضع أخرى

أضف إلى الموضعين: يس: ٦٠، وهود: ٢٦، والممتحنة: ١٢، والحج: ٢٦، والقلم: ٢٤، والدخان: ١٩. و«ثاني هود» يميّز المَوضِع من هود: ٢، و«تعلوا على» يميّزه من النمل: ٣١. صار المجموع ٨ مَواضع، وبقي اثنان. الكَلِمات المختصرة في النظم دلائل بحث، لا نصوص آيات مستقلّة.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

ثاني هود

Tsani adalah penunjuk urutan yang disandarkan kepada Hud; maksudnya kemunculan ta‘budu yang kedua dalam kelompok yang sedang dibahas, bukan ayat kedua surah Hud.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تعبدوا

Akar
ع ب د
Pola / bentuk
تفعلون بعد حذف النون

Ta‘budu berasal dari ta‘buduna; nun dihapus karena amil yang memengaruhinya. Bentuk kutipan nazam menunjuk lafaz ayat terkait.

Hubungan bait

Enam tempat di sini melanjutkan dua tempat sebelumnya dan akan dilengkapi dua tempat terakhir.

Intisari & faedah
  1. Hud “kedua” menunjuk ayat ٢٦, bukan ayat ٢.
  2. Ta‘lu ‘ala di Ad-Dukhan dibedakan dari ta‘lu ‘alayya di An-Naml.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Membandingkan Hud: ٢ dan Hud: ٢٦.

Cara membaca / memahami

Amati bentuk alla dan an la pada mushaf, lalu baca keduanya dengan hukum sambung yang tepat.

Yang perlu diperhatikan

Jangan menyimpulkan kesamaan rasm hanya karena potongan ta‘budu sama.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Hud: ٢٦

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

أَن لَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيمٍۢ

Inti makna

Dalam seruan Nuh, kaumnya diminta hanya menyembah Allah; beliau mengkhawatirkan azab hari yang menyakitkan bagi mereka.

Kaitan dengan bait

An la ta‘budu pada tempat Hud yang kedua termasuk bentuk terpisah.

Buka sumber lengkap ↗

QS Ad-Dukhan: ١٩

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

وَأَن لَّا تَعْلُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ ۖ إِنِّىٓ ءَاتِيكُم بِسُلْطَٰنٍۢ مُّبِينٍۢ

Inti makna

Musa memperingatkan agar tidak meninggikan diri terhadap Allah dan menyatakan bahwa ia membawa bukti yang jelas.

Kaitan dengan bait

An la ta‘lu ‘ala Allah menjadi contoh yang dibedakan oleh kata ‘ala.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa nazam menambahkan ‘ala setelah ta‘lu?

Lihat pembahasan jawaban

Untuk menunjuk Ad-Dukhan: ١٩ dan membedakannya dari ta‘lu ‘alayya pada An-Naml: ٣١.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وتعبدوا ياسين

dan ta‘budu dalam Ya Sin

ثاني هود

yang kedua dalam Hud

لا يشركن

la yusyrikna

تشرك

tusyrik

يدخلن

yadkhulanna

تعلوا على

ta‘lu ‘ala

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَتَعْبُدُوا يَاسِينَ ثَانِي هُودَ لَا

Buka penggal ٢

يُشْرِكْنَ تُشْرِكْ يَدْخُلْنَ تَعْلُوا عَلَى

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 81 — An la: enam petunjuk lokasi berikutnyaNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan