Matan Jazariyyah
Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari
Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.
Buka syarah Arab →Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Rasm I: an la dan pengantar in ma · Bait ٨٢ dari ١٠٩
Mufradat · arti kata dan frasa
- أن لا يقولوا
- an la yaqulu
- لا أقول
- la aqula
- إن ما بالرعد
- in ma dalam Ar-Ra‘d
- والمفتوح صل
- dan yang berhamzah fathah sambungkanlah
- وعن ما
- dan ‘an ma
Terjemahan bait ٨٢
Termasuk an la yaqulu dan la aqula. Pisahkan in ma dalam Ar-Ra‘d; sambungkan bentuk amma yang berhamzah fathah, dan lanjutkan pembahasan ‘an ma.
Syarah · keterangan lengkap
Daftar sepuluh diselesaikan
An la yaqulu ‘ala Allah illa al-haqq pada QS Al-A‘raf: ١٦٩ dan an la aqula ‘ala Allah illa al-haqq pada Al-A‘raf: ١٠٥ melengkapi daftar an la terpisah. Nazam menyebut urutannya menurut kebutuhan syair, bukan urutan ayat. Bait ٨٠–٨٢ kini mencakup sepuluh lokasi; simpan sebagai satu rangkaian hafalan.
In ma pada Ar-Ra‘d
Wa in ma nuriyannaka pada QS Ar-Ra‘d: ٤٠ memisahkan in syarthiyyah dari ma. Pada banyak tempat lain pasangan serupa ditulis im ma atau imma secara tersambung sesuai rasmnya. Pemisahan di sini tidak menghapus hukum idgham nun ke mim ketika washal. Sekali lagi, bentuk tulisan dan cara bunyi tidak boleh dipertukarkan.
Makna al-maftuh yang perlu dijelaskan
Al-Qari menerangkan “yang berhamzah fathah” pada bagian ini sebagai amma yang tersusun dari am dan ma, misalnya amma isytamalat pada QS Al-An‘am: ١٤٣–١٤٤. Jangan langsung menyamakannya dengan semua anna ma; kelompok anna ma memiliki rincian lain pada bait ٨٥. Nazam sangat ringkas sehingga penjelasan syarah diperlukan untuk mengetahui pasangan kata yang dimaksud.
Kalimat berlanjut ke bait ٨٣
Wa ‘an ma pada penutup bait belum menyampaikan lokasi lengkap. Kata nuhu pada awal bait berikut mengarah kepada ‘an ma nuhu ‘anhu dalam Al-A‘raf: ١٦٦. Baca kedua bait bersama agar objek perintah tidak terlepas. Pemenggalan baris syair bukan selalu pemenggalan kalimat atau satu hukum yang berdiri sendiri.
Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٢٥ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.
Buka pembahasan sumber ↗Syarah Arab · الشرح العربيّ
I‘rab & tarkib
I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.
والمفتوح صل
Al-maftuha menjadi objek didahulukan dari shil. Rujukan bentuk yang dimaksud dijelaskan oleh syarah, bukan semata-mata kata terdekat dalam baris.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Daftar an la selesai; pembahasan berpindah ke beberapa pasangan dengan ma yang tidak boleh disamakan hukumnya.
Intisari & faedah
- Dua tempat Al-A‘raf melengkapi sepuluh an la terpisah.
- Al-maftuh di bagian ini tidak boleh digeneralisasi kepada semua anna ma.
Praktik & kesalahan
Latihan praktik
Menelaah wa in ma nuriyannaka pada Ar-Ra‘d: ٤٠.
Cara membaca / memahami
Kenali pemisahan in dan ma dalam rasm, lalu baca nun-mim dengan idgham dan ghunnah saat washal.
Yang perlu diperhatikan
Jangan menganggap rasm terpisah berarti bunyinya harus terpisah tanpa idgham.
Dalil & rujukan
Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.
QS Al-A‘raf: ١٦٩
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌۭ وَرِثُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا ٱلْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِن يَأْتِهِمْ عَرَضٌۭ مِّثْلُهُۥ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِم مِّيثَٰقُ ٱلْكِتَٰبِ أَن لَّا يَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ وَدَرَسُوا۟ مَا فِيهِ ۗ وَٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌۭ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Inti makna
Ayat menegur penerus yang mewarisi kitab tetapi mengejar keuntungan rendah sambil mengandalkan ampunan; mereka telah terikat janji untuk berkata benar tentang Allah, sedangkan akhirat lebih baik bagi yang bertakwa.
Kaitan dengan bait
An la yaqulu menjadi salah satu dua lokasi penutup daftar.
Buka sumber lengkap ↗QS Ar-Ra‘d: ٤٠
Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran
Baca teks ayat
وَإِن مَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ ٱلَّذِى نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَٰغُ وَعَلَيْنَا ٱلْحِسَابُ
Inti makna
Baik Nabi diperlihatkan sebagian ancaman yang dijanjikan maupun diwafatkan sebelumnya, tugas beliau menyampaikan, sedangkan perhitungan menjadi urusan Allah.
Kaitan dengan bait
Wa in ma nuriyannaka menunjukkan pemisahan in dan ma yang disebut secara khusus.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Dua ayat mana yang melengkapi daftar sepuluh an la terpisah?
Lihat pembahasan jawaban
Al-A‘raf: ١٦٩ dan ١٠٥.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
أن لا يقولوا
an la yaqulu
لا أقول
la aqula
إن ما بالرعد
in ma dalam Ar-Ra‘d
والمفتوح صل
dan yang berhamzah fathah sambungkanlah
وعن ما
dan ‘an ma
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal ١
أَن لَّا يَقُولُوا لَا أَقُولَ إِن مَّا
Buka penggal ٢
بِالرَّعْدِ وَالْمَفْتُوحَ صِلْ وَعَن مَّا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 82 — Dua an la terakhir dan pengantar in maNaskah 1 · materi pendamping 1
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
تمامُ القائمة وانتقالُ الحُكْم
الموضعان الأخيران هما الأعراف: ١٦٩ و١٠٥، فيتمّ عدد «أَنْ لَا» عشرة. ثم اقطع «إِنْ مَا» في الرعد: ٤٠. و«المفتوح صل» فسّره القاري هنا بِوَصْل «أَمْ» مع «مَا»، مثل «أَمَّا اشْتَمَلَتْ» بالأنعام: ١٤٣ و١٤٤؛ فلا نخلطه بقائمة «أَنَّ مَا» الآتية. وأمّا «عَنْ مَا» فيكتمل موضعها بِالبَيْت التالي.
افتح الدرس والتدريب