Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٩٣
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Rasm IV: dhamir dan batas kata · Bait ٩٣ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
ووزنوهم وكالوهم صل
dan wazanuhum serta kaluhum sambungkanlah
كذا
demikian pula
من ال
dari alif-lam
وها يا
serta ha dan ya
لا تفصل
jangan pisahkan
Terjemahan bait ٩٣

Sambungkan wazanuhum dan kaluhum; demikian pula jangan pisahkan kata dari alif-lam, ha tanbih, dan ya nida yang menyertainya.

Syarah · keterangan lengkap

Kaluhum dan wazanuhum

QS Al-Muthaffifin: ٣ memuat kaluhum aw wazanuhum. Dhamir hum tersambung kepada kata kerja sebagai objek dalam susunan ayat. Jangan berhenti seolah-olah kata berakhir pada kalu atau wazanu lalu memulai hum sebagai subjek baru. Bentuk rasm tanpa alif pemisah sesudah waw membantu menunjukkan kesatuan kata dan dhamir tersebut.

Alif-lam bersama kata sesudahnya

Alif-lam ta‘rif seperti pada al-hamdu dan al-haqq tidak dipisahkan dari kata yang diterangkannya ketika menguji batas kata. Lam qamariyyah tetap dibaca jelas, sedangkan lam syamsiyyah mengikuti idghamnya; keduanya bukan alasan memutus alif-lam menjadi bacaan tersendiri. Kesatuan penulisan dan fungsi bahasa harus dijaga.

Ha tanbih dan ya nida

Ha tanbih pada hadza atau ha’ula’, serta ya nida pada bentuk yang menyatu dalam rasm seperti ya-ayyuha dan ya-bunayya, tidak dipotong sesuka hati. Huruf-huruf itu membawa fungsi penunjukan atau panggilan yang melekat pada rangkaiannya. Perhatikan pula bahwa sebagian tulisan modern menampilkan spasi berbeda, sehingga bentuk mushaf rujukan tetap perlu diperiksa.

Hubungan dengan aturan waqaf

Bait ini menutup bab maqthu‘ dan mawshul dengan prinsip menjaga kesatuan unsur yang tersambung. Ia tidak menghapus kebutuhan memeriksa makna: kata yang telah lengkap secara rasm masih mungkin tidak layak menjadi akhir ucapan. Gabungkan dua pertanyaan ketika belajar, yaitu “di mana batas katanya?” dan “apakah maknanya sudah layak dihentikan?”.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٣٦ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

حفظُ وحدة الكَلِمة

في «كَالُوهُمْ» و«وَزَنُوهُمْ» بالمطففين: ٣ يتّصل الضمير بالفعل، فلا نفصل «هم» في الأداء على أنه بداية جديدة. وكذلك لا نقطع «أل» عن اسمها، ولا هاء التنبيه وياء النداء عما اتّصلتا به في الرَّسم. حدود الكتابة تساعد على الوَقْف، ولكن تمام الكَلِمة لا يغني عن النظر إلى تمام المَعنى.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

من ال وها يا لا تفصل

Min berhubungan dengan tafshil: jangan memisahkan unsur yang mengikutinya dari al, ha, atau ya. Nama-nama huruf dikutip untuk menunjukkan fungsi tertentu dalam susunan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

وزنوهم

Akar
و ز ن
Pola / bentuk
فعلوا مع ضمير المفعول

Wazanuhum terdiri dari kata kerja jamak wazanu dan dhamir objek hum. Kesatuan ini menjelaskan mengapa hum tidak diperlakukan sebagai awal kalimat baru.

Hubungan bait

Kesatuan kata melengkapi bab rasm sebelum beralih ke bentuk ta yang memengaruhi cara waqaf.

Intisari & faedah
  1. Hum pada kaluhum dan wazanuhum tersambung sebagai objek.
  2. Alif-lam, ha tanbih, dan ya nida tidak dipotong sembarangan dari rangkaiannya.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Membaca kaluhum aw wazanuhum pada Al-Muthaffifin: ٣.

Cara membaca / memahami

Baca kata kerja beserta dhamirnya sebagai satu kesatuan, lalu jaga sambungan makna ayat.

Yang perlu diperhatikan

Jangan berhenti pada kalu kemudian memulai hum seolah-olah kalimat baru.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Al-Muthaffifin: ٣

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

Inti makna

Orang yang curang mengurangi takaran atau timbangan ketika memberikannya kepada orang lain.

Kaitan dengan bait

Kaluhum dan wazanuhum menjadi contoh langsung dalam nazam.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa hum pada kaluhum tidak dipisahkan sebagai awal baru?

Lihat pembahasan jawaban

Karena ia dhamir objek yang tersambung pada kata kerja, bukan subjek bebas dalam susunan ayat tersebut.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ووزنوهم وكالوهم صل

dan wazanuhum serta kaluhum sambungkanlah

كذا

demikian pula

من ال

dari alif-lam

وها يا

serta ha dan ya

لا تفصل

jangan pisahkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَوَزَنُوهُمْ وَكَالُوهُمْ صِلِ

Buka penggal ٢

كَذَا مِنَ الْ وَهَا يَا لَا تَفْصِلِ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 93 — Dhamir tersambung, alif-lam, ha, dan yaNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan