Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٩٧
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ta terbuka II: lafaz dan qiraat · Bait ٩٧ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
وامرأت
dan imra’at
يوسف عمران القصص
Yusuf, Ali ‘Imran, Al-Qashash
تحريم
At-Tahrim
معصيت
ma‘shiyat
بقد سمع يخص
dikhususkan dalam Qad Sami‘a
Terjemahan bait ٩٧

Imra’at ditulis dengan ta terbuka dalam Yusuf, Ali ‘Imran, Al-Qashash, dan At-Tahrim; ma‘shiyat dikhususkan pada surah Qad Sami‘a.

Syarah · keterangan lengkap

Tujuh imra’at yang dimaksud

Dua tempat berada pada QS Yusuf: ٣٠ dan ٥١, yakni imra’atu al-‘aziz. Satu tempat pada Ali ‘Imran: ٣٥, imra’atu ‘Imran; satu pada Al-Qashash: ٩, imra’atu Fir‘awn. Tiga lainnya pada At-Tahrim: dua pada ayat ١٠, istri Nuh dan istri Luth, serta satu pada ayat ١١, istri Fir‘aun. Semuanya termasuk ta terbuka dalam daftar ini.

Pola idhafah membantu ingatan

Contoh-contoh tersebut menghubungkan imra’ah dengan suaminya melalui idhafah. Pola ini membantu mengingat tujuh tempat yang dimaksud. Namun penulisan mushaf tetap ditetapkan dari rasm, bukan dengan membuat aturan baru untuk seluruh ungkapan Arab. Imra’ah yang muncul dalam bentuk lain, seperti wa imra’atun pada An-Nisa: ١٢٨, perlu diperiksa menurut bentuk ayatnya sendiri.

Dua ma‘shiyat

Qad Sami‘a menunjuk surah Al-Mujadilah karena itulah kata pembukanya. Ma‘shiyati ar-rasul pada QS Al-Mujadilah: ٨ dan ٩ ditulis dengan ta terbuka. Kedua ayat membahas pembicaraan rahasia yang berkaitan dengan dosa, permusuhan, dan kedurhakaan kepada Rasul. Mengetahui tema membantu menemukan lokasi, sementara nomor ayat mencegah kekeliruan pencarian.

Konsekuensi pelafalan

Pada Hafsh, jika diuji waqaf pada ta terbuka ini, akhir katanya tetap ta sukun. Jangan mengubah imra’at menjadi imra’ah pada lokasi yang terbuka hanya karena itulah bentuk yang sering dipakai dalam percakapan Arab. Ketika membaca ayat secara biasa, jaga sambungan idhafah dan kelengkapan makna; latihan teknis tidak menjadi alasan memotong rangkaian semaunya.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٤٢ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

امْرَأَت ومَعْصِيَت

لـ«امْرَأَت» ٧ مَواضع بتاء مَفْتوحة: يوسف: ٣٠ و٥١، وآل عمران: ٣٥، والقصص: ٩، والتحريم: ١٠ مرتين، ثم التحريم: ١١. وتُفتح تاء «مَعْصِيَت» في المجادلة: ٨ و٩؛ و«قد سمع» اسم تذكيريّ للسورة. احفظ العدد مع المَوضِع؛ فقد تجتمع كلمتان من القائمة في آية واحدة.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

بقد سمع يخص

Bi-Qad Sami‘a menunjukkan nama surah melalui awalnya. Yukhass berbentuk pasif: lokasi ma‘shiyat yang sedang dibahas dikhususkan pada surah tersebut.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

معصيت

Akar
ع ص ي
Pola / bentuk
مفعلة، مصدر

Ma‘shiyah adalah mashdar dari ‘asha, durhaka; perubahan bentuk ta dalam rasm tidak mengubah akar atau makna dasarnya.

Hubungan bait

Daftar ta terbuka berlanjut dari rahmat, ni‘mat, dan la‘nat menuju lafaz lain yang perlu dikenali saat waqaf.

Intisari & faedah
  1. Imra’at terbuka dalam daftar berjumlah tujuh kemunculan.
  2. Qad Sami‘a adalah Al-Mujadilah, dengan ma‘shiyat pada ayat ٨ dan ٩.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Menemukan dua ma‘shiyat dalam Al-Mujadilah.

Cara membaca / memahami

Bandingkan bentuk ta pada ayat ٨ dan ٩, lalu baca rangkaian ma‘shiyati ar-rasul dengan utuh.

Yang perlu diperhatikan

Jangan mencarinya sebagai surah terpisah bernama Qad Sami‘a.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS At-Tahrim: ١٠

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱمْرَأَتَ نُوحٍۢ وَٱمْرَأَتَ لُوطٍۢ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَٰلِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًۭٔا وَقِيلَ ٱدْخُلَا ٱلنَّارَ مَعَ ٱلدَّٰخِلِينَ

Inti makna

Istri Nuh dan istri Luth menjadi contoh bahwa hubungan dengan hamba saleh tidak menyelamatkan orang yang mengkhianati iman; keduanya diperintah masuk neraka bersama penghuninya.

Kaitan dengan bait

Dua imra’at dalam satu ayat termasuk daftar ta terbuka.

Buka sumber lengkap ↗

QS Al-Mujadilah: ٨

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نُهُوا۟ عَنِ ٱلنَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا۟ عَنْهُ وَيَتَنَٰجَوْنَ بِٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ وَمَعْصِيَتِ ٱلرَّسُولِ وَإِذَا جَآءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ ٱللَّهُ وَيَقُولُونَ فِىٓ أَنفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا ٱللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

Inti makna

Ayat mengecam orang yang kembali melakukan pembicaraan rahasia untuk dosa, permusuhan, dan kedurhakaan kepada Rasul serta mengucapkan penghormatan yang buruk; ancaman neraka diberikan kepada mereka.

Kaitan dengan bait

Ma‘shiyati ar-rasul menjadi contoh pertama dari dua tempat Al-Mujadilah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa At-Tahrim menyumbang tiga imra’at dalam daftar?

Lihat pembahasan jawaban

Karena ayat ١٠ menyebut istri Nuh dan istri Luth, sedangkan ayat ١١ menyebut istri Fir‘aun.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وامرأت

dan imra’at

يوسف عمران القصص

Yusuf, Ali ‘Imran, Al-Qashash

تحريم

At-Tahrim

معصيت

ma‘shiyat

بقد سمع يخص

dikhususkan dalam Qad Sami‘a

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

وَامْرَأَتُ يُوسُفَ عِمْرَانَ الْقَصَصْ

Buka penggal ٢

تَحْرِيمَ مَعْصِيَتْ بِقَدْ سَمِعَ يُخَصّ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 97 — Imra’at dan ma‘shiyat dengan ta terbukaNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan