Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Jazariyyah · Bait ٩٨
Koleksi belajar
TAJWID AL-QUR’AN · BAIT ١–١٠٩

Matan Jazariyyah

Imam Muhammad bin Muhammad Ibn al-Jazari

المُقَدِّمَةُ الْجَزَرِيَّة

Syarah Arab & buku cetak · ١٠٩ bait, ٢٨ pelajaran, harakat pilihan.

Buka syarah Arab →
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau ٧ lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ta terbuka II: lafaz dan qiraat · Bait ٩٨ dari ١٠٩

Mufradat · arti kata dan frasa
شجرت الدخان
syajarat dalam Ad-Dukhan
سنت فاطر
sunnat dalam Fathir
كلا
seluruhnya
والأنفال
dan Al-Anfal
وأخرى غافر
serta yang terakhir dalam Ghafir
Terjemahan bait ٩٨

Syajarat dalam Ad-Dukhan ditulis dengan ta terbuka; demikian pula semua sunnat yang dimaksud dalam Fathir, serta yang dalam Al-Anfal dan pada akhir Ghafir.

Syarah · keterangan lengkap

Satu syajarat yang khusus

Inna syajarata az-zaqqum pada QS Ad-Dukhan: ٤٣ memakai ta terbuka. Ini dibedakan dari syajarat az-zaqqum pada lokasi lain yang memakai ta marbuthah, seperti Ash-Shaffat: ٦٢. Kesamaan nama pohon tidak menjamin kesamaan bentuk ta pada setiap ayat. Rasm diwarisi menurut tempatnya masing-masing.

Tiga sunnat pada satu ayat Fathir

QS Fathir: ٤٣ memuat sunnata al-awwalin, li-sunnatillahi tabdilan, dan li-sunnatillahi tahwilan. Ketiganya ditulis dengan ta terbuka. Kata kullan pada nazam mencakup seluruh tiga kemunculan itu, bukan seluruh kata dalam surah Fathir. Hitungan ini penting karena hanya satu nomor ayat menghasilkan tiga lafaz dalam daftar.

Al-Anfal dan Ghafir

Sunnatu al-awwalin pada QS Al-Anfal: ٣٨ dan sunnatallahi allati qad khalat fi ‘ibadihi pada Ghafir: ٨٥ melengkapi jumlah lima sunnat terbuka. Sebutan ukhra Ghafir menunjukkan lokasi menjelang akhir surah; ia tidak berarti ada banyak sunnat lain dalam Ghafir yang semuanya sedang dibandingkan. Syarah membantu membatasi maksud penunjuk tersebut.

Makna sunnah dalam ayat

Sunnah pada konteks ini menunjuk ketetapan atau pola perlakuan Allah, bukan semata-mata label amalan sunnah dalam fikih. Memahami konteks menjaga terjemahan agar tidak menyempitkan arti. Dalam latihan waqaf Hafsh, ta terbuka tetap ta sukun; dalam tilawah, rangkaian sunnatallah dan sifat sesudahnya tetap dipertimbangkan kelengkapan maknanya.

Rujukan syarah: Al-Minah al-Fikriyyah, halaman elektronik ١٤٣ dan kelanjutannya. Terjemahan, uraian Indonesia, dan latihan merupakan susunan pembelajaran.

Buka pembahasan sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

Syarah Arab · الشرح العربيّ

شَجَرَت وسُنَّت

تُفتح تاء «شَجَرَت» في الدخان: ٤٣، ولا نعمّم ذلك على كل شجرة في القُرآن. وتُفتح تاء «سُنَّت» في فاطر: ٤٣ ثلاث مرات، وفي الأنفال: ٣٨ وغافر: ٨٥. فعددها ٥ كَلِمات في ٣ آيات. و«سنّة» هنا طريقة الله وحكمه في عباده، لا خصوص العَمل المستحبّ في اصطلاح الفقه.

افتح الدرس والتدريب
I‘rab & tarkib

I‘rab dan sharaf berikut menjelaskan bagian pilihan, bukan analisis seluruh kata. Nazam dapat menghapus unsur yang dipahami, menyingkat nama huruf, atau menyesuaikan pelafalan untuk irama. Takdir dalam penjelasan tidak mengganti matan.

سنت فاطر كلا

Sunnat yang berada di Fathir menjadi pokok daftar; kullan memberi cakupan terhadap seluruh kemunculan yang dimaksud di sana.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

سنت

Akar
س ن ن
Pola / bentuk
فعلة

Sunnah menunjukkan jalan atau pola yang berlaku. Pada ayat-ayat ini konteksnya ketetapan Allah terhadap manusia dan umat terdahulu.

Hubungan bait

Rasm mengikuti lokasi, sedangkan makna dan cara waqaf harus tetap dibedakan dari ejaan biasa.

Intisari & faedah
  1. Syajarat Ad-Dukhan: ٤٣ merupakan tempat khusus ta terbuka.
  2. Lima sunnat terdiri dari tiga di Fathir: ٤٣, satu Al-Anfal: ٣٨, dan satu Ghafir: ٨٥.
Praktik & kesalahan

Latihan praktik

Menghitung sunnat pada Fathir: ٤٣.

Cara membaca / memahami

Temukan ketiga lafaz, periksa ta masing-masing, lalu baca ayat dengan sambungan yang menjaga makna.

Yang perlu diperhatikan

Jangan menghitung satu ayat sebagai satu kemunculan jika lafaznya berulang tiga kali.

Dalil & rujukan

Ayat dapat menjadi contoh bunyi atau dasar tema. Keterangan menjelaskan kaitannya; rincian cara membaca diperiksa melalui syarah dan talaqqi.

QS Fathir: ٤٣

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

ٱسْتِكْبَارًۭا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَكْرَ ٱلسَّيِّئِ ۚ وَلَا يَحِيقُ ٱلْمَكْرُ ٱلسَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِۦ ۚ فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ ٱلْأَوَّلِينَ ۚ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَبْدِيلًۭا ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَحْوِيلًا

Inti makna

Kesombongan dan siasat jahat kembali menimpa pelakunya; ketetapan Allah terhadap umat terdahulu tidak dapat diganti atau dialihkan.

Kaitan dengan bait

Ayat ini memuat tiga sunnat terbuka yang dicakup kata kullan.

Buka sumber lengkap ↗

QS Ad-Dukhan: ٤٣

Teks ayat lengkap · Inti makna diringkas untuk pembelajaran

Baca teks ayat

إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ

Inti makna

Ayat menyebut pohon zaqqum; penjelasan tentangnya berlanjut pada ayat berikutnya.

Kaitan dengan bait

Syajarat az-zaqqum pada Ad-Dukhan menjadi contoh khusus dalam nazam.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Berapa sunnat terbuka yang terdapat pada Fathir: ٤٣?

Lihat pembahasan jawaban

Tiga kemunculan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

شجرت الدخان

syajarat dalam Ad-Dukhan

سنت فاطر

sunnat dalam Fathir

كلا

seluruhnya

والأنفال

dan Al-Anfal

وأخرى غافر

serta yang terakhir dalam Ghafir

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal ١

شَجَرَتَ الدُّخَانِ سُنَّتْ فَاطِرِ

Buka penggal ٢

كُلًّا وَالْأَنْفَالِ وَأُخْرَى غَافِرِ

Arab٢٢
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Jazariyyah — 109 Bait · Bait 98 — Syajarat dan sunnatNaskah 1 · materi pendamping 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan