Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 104
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Bejana dan penelitian kesucian · Bait 104 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
إن فقدا
jika keduanya tidak ada
حلت
menjadi boleh
وفردا يكره
dan bila satu saja, dimakruhkan
والحاجة
dan kebutuhan
التي تساوي كسره
ialah yang menyamai bagian pecahnya
Terjemahan bait 104

Jika keduanya tidak ada, tambalan dibolehkan; jika hanya satu, dimakruhkan. Kebutuhan ialah yang menyamai bagian pecahnya.

Syarah · keterangan lengkap

Membaca dua kata ganti

Yang dimaksud keduanya ialah ukuran besar dan tujuan berhias pada bait 103. Bila tambalan kecil dan digunakan untuk perbaikan yang diperlukan, matan menyebut kebolehan tanpa kemakruhan. Bila besar tetapi untuk kebutuhan, atau kecil tetapi untuk berhias, ia menyebut kemakruhan. Ini latihan membaca hukum melalui gabungan sifat, bukan melalui satu ciri saja.

Kebutuhan sesuai fungsi perbaikan

Kalimat kebutuhan yang menyamai pecahnya mengarahkan perhatian kepada bagian yang diperbaiki. Tujuannya menambal kerusakan, bukan menjadikan alasan perbaikan sebagai jalan memperluas ornamen. Penentuan kecil-besar tetap mengikuti ‘urf; ukuran pecahnya membantu memahami kebutuhan, bukan mengganti seluruh pemeriksaan hukum bahan dan luas tambalan.

Batas penggunaan tabel hukum

Pola ini dapat dipahami melalui empat keadaan: besar untuk hiasan, kecil untuk kebutuhan, besar untuk kebutuhan, dan kecil untuk hiasan. Namun catatan tentang tambalan emas pada bait 103 tetap berlaku. Pada bejana modern, material campuran dan pelapis dapat memerlukan pemeriksaan tersendiri; foto atau kesan mengilap saja belum cukup untuk memastikan jenisnya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 34. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Syarh al-Muqaddimah al-Hadhramiyyah — pembahasan bejana dan tambalan ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

إن فقدا حلت وفردا يكره

إن huruf syarat; فُقدا pasif dengan alif menunjuk dua unsur. حلت jawab syarat dengan subjek الضبة. فرداً menjelaskan keadaan satu unsur saja, sedangkan يكره pasif menyatakan kemakruhan.

والحاجة التي تساوي كسره

الحاجةُ mubtada; التي sebagai khabar yang diperjelas shilah تساوي. كسرَه objek yang menunjukkan bagian pecah dari bejana.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

فقدا

Akar
ف ق د
Pola / bentuk
فُعِلَا

Fi‘il madhi pasif untuk dua: keduanya tidak didapati.

تساوي

Akar
س و ي
Pola / bentuk
تُفَاعِلُ

Mudhari‘ dari ساوى, menyamai; ya akhirnya merupakan huruf lemah.

Hubungan bait

Ini penjelasan langsung bait 103. Setelah perincian bahan dan tambalan, bait 105 beralih kepada adab melindungi isi wadah.

Intisari & faedah
  1. Ada perbedaan antara boleh tanpa makruh dan boleh disertai kemakruhan.
  2. Kebutuhan perbaikan tidak sama dengan keinginan menambah hiasan.
Contoh penerapan

Keadaan

Cangkir retak diperbaiki dengan pengikat perak kecil sebatas keperluan perbaikan.

Cara memahami

Contoh ini menjelaskan keadaan kecil untuk kebutuhan yang dibolehkan pada pola bait.

Batas penerapan

Jangan memindahkan contoh perak kepada semua tambalan emas tanpa membaca perinciannya.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 3109

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

أَنَّ قَدَحَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم انْكَسَرَ، فَاتَّخَذَ مَكَانَ الشَّعْبِ سِلْسِلَةً مِنْ فِضَّةٍ

Inti makna

Anas meriwayatkan cangkir Nabi yang retak dan disambung dengan perak pada tempat retaknya.

Kaitan dengan bait

Riwayat cangkir yang disambung dengan perak mendukung contoh kebutuhan perbaikan; rincian ukuran dijelaskan oleh fikih.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa hukum yang disebut matan bila tambalan kecil hanya untuk berhias?

Lihat pembahasan jawaban

Dimakruhkan dalam pola perincian bait; catatan khusus bahan, terutama emas, tetap perlu diperhatikan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

إن فقدا

jika keduanya tidak ada

حلت

menjadi boleh

وفردا يكره

dan bila satu saja, dimakruhkan

والحاجة

dan kebutuhan

التي تساوي كسره

ialah yang menyamai bagian pecahnya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

إِنْ فُقِدَا حَلَّتْ وفَرْدَا يُكْرَهُ

Buka penggal 2

والحاجَةُ التي تُساوي كَسْرَهُ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 104 — Tambalan kecil, kebutuhan, dan kemakruhanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan