Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 105
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Bejana dan penelitian kesucian · Bait 105 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ويستحب
dan disunahkan
في الأواني
pada bejana-bejana
التغطية
penutupan
ولو بعود
meskipun dengan sebatang kayu
حط فوق الآنية
yang diletakkan di atas bejana
Terjemahan bait 105

Disunahkan menutup bejana, meskipun dengan sebatang kayu yang diletakkan di atasnya.

Syarah · keterangan lengkap

Peralihan dari bahan kepada adab

Setelah membicarakan apakah suatu bejana boleh digunakan, pengarang menerangkan adab penggunaannya. Taghthiyah berarti memberi penutup. Isinya dapat berupa air, makanan, atau minuman. Penutup membantu menjaga wadah dari kotoran dan gangguan; syarah juga mengaitkannya dengan tuntunan menyebut nama Allah ketika menutupnya.

Makna batas minimal dengan kayu

Ungkapan meskipun dengan kayu menunjukkan bentuk minimal yang disebut dalam riwayat ketika penutup yang layak tidak didapati. Ia bukan anjuran meninggalkan tutup yang baik padahal tersedia. Pada wadah yang memang mempunyai tutup, gunakan sesuai fungsinya. Kayu yang dibentangkan tidak boleh dianggap membuat makanan rusak kembali aman atau mengubah benda najis menjadi suci.

Adab dilakukan tanpa klaim tambahan

Pembaca dapat menerapkan kebiasaan menutup makanan, botol, dan tempat air setelah digunakan. Bedakan nilai mengikuti tuntunan dengan klaim teknis bahwa suatu penutup pasti meniadakan semua penyebab kerusakan. Kebersihan bahan, keadaan makanan, dan penyimpanan yang sesuai tetap mempunyai pertimbangan masing-masing. Bait ini mengajarkan kebiasaan menjaga, bukan jaminan bahwa isi apa pun selalu aman dimakan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 34. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ويستحب في الأواني التغطية

يستحب fi‘il pasif; التغطيةُ na’ib fa‘il yang diakhirkan. في الأواني menerangkan benda yang diberi penutup.

ولو بعود حط فوق الآنية

ولو memperluas bentuk minimal. بعود jar-majrur; حُطَّ kalimat sifat bagi عود dengan na’ib fa‘il tersirat. فوقَ zharaf dan الآنيةِ mudhaf ilaih.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

التغطية

Akar
غ ط ي
Pola / bentuk
تَفْعِلَة setelah i‘lal

Masdar dari غطّى, menutupi; pembentukannya berbeda dari isim alat.

حط

Akar
ح ط ط
Pola / bentuk
فُعِلَ dengan idgham

Dalam bacaan حُطَّ berbentuk pasif: diletakkan.

Hubungan bait

Bait 101–104 menjelaskan bahan dan tambalan. Bait ini menambahkan adab penggunaan sebelum beralih kepada keraguan kesucian pada bait 106.

Intisari & faedah
  1. Wadah dijaga melalui kebiasaan menutup setelah digunakan.
  2. Contoh minimal tidak meniadakan penggunaan penutup yang lebih sesuai.
Contoh penerapan

Keadaan

Setelah mengambil air, seseorang menutup kembali wadah yang dipakainya.

Cara memahami

Ia menggabungkan kebersihan dengan adab yang diajarkan bait.

Batas penerapan

Menutup wadah tidak menyucikan air yang sudah diketahui najis.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 2012a

Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

غَطُّوا الإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ

Inti makna

Tutuplah wadah dan ikatlah tempat air. Riwayat lengkap juga menyebut meletakkan sebatang kayu di atas wadah bila itu yang tersedia sambil menyebut nama Allah.

Kaitan dengan bait

Riwayat secara langsung memerintahkan menutup wadah dan menyebut kayu yang dibentangkan ketika tidak ada penutup lain.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah adanya contoh kayu berarti tutup wadah yang tersedia sebaiknya ditinggalkan?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Kayu disebut sebagai bentuk minimal; penutup yang sesuai tetap digunakan bila tersedia.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ويستحب

dan disunahkan

في الأواني

pada bejana-bejana

التغطية

penutupan

ولو بعود

meskipun dengan sebatang kayu

حط فوق الآنية

yang diletakkan di atas bejana

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ويُسْتَحَبُّ في الأواني التَّغْطِيَهْ

Buka penggal 2

ولو بِعُودٍ حُطَّ فوق الآنِيَهْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 105 — Menutup bejana dan menjaga isinyaNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan