Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 107
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Bejana dan penelitian kesucian · Bait 107 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
لا الكم
bukan (kasus) lengan baju
والبول
dan air kencing
وميتة
dan bangkai
وما ورد
dan air mawar
وخمر
dan khamr
در أتن
susu keledai betina
محرما
(dan) mahram
Terjemahan bait 107

Bukan pada lengan baju, air kencing, bangkai, air mawar, khamr, susu keledai betina, dan perempuan mahram yang tersamar.

Syarah · keterangan lengkap

Daftar ini masih bergantung kepada bait sebelumnya

Pengarang menyebut sejumlah pasangan yang tersamar: lengan baju yang terkena najis dengan lengan lainnya, air dengan air kencing yang tidak berbau, bangkai dengan hewan yang disembelih sah, air mawar dengan air biasa, khamr dengan cuka, serta susu hewan halal dengan susu keledai betina. Matan menyingkat pasangan dan cara penyelesaiannya; daftar ini tidak berarti semua benda tersebut mempunyai satu hukum zat yang sama.

Mengapa pola penyelesaiannya berbeda

Pada dua lengan satu baju, kesucian pakaian yang diketahui terkena najis tidak dipastikan dengan memilih salah satu lengan saja; keduanya disucikan. Air mawar dapat suci tetapi tidak menjadi air mutlak untuk mengangkat hadas. Jadi persoalannya bukan selalu suci versus najis, melainkan kadang kecukupan alat bersuci. Syarah merinci cara yang memastikan kewajiban terlaksana pada masing-masing pasangan.

Tidak menebak hubungan keluarga

Mahram disebut ketika hubungan yang menghalangi pernikahan tersamar di antara orang tertentu. Kedekatan keluarga dan status perkawinan memerlukan kepastian yang sesuai; menebak identitas atau memilih sembarang orang tidak menyelesaikannya. Contoh ini menjelaskan batas taharrī, bukan mengajarkan pembaca memperlakukan semua ketidaktahuan sebagai najis atau terlarang tanpa pemeriksaan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 35. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

لا الكم والبول وميتة وما ورد

لا menafikan penerapan taharrī pada daftar ini. Nama-nama berikut dihubungkan sebagai perincian; pasangan pembanding dipahami dari syarah. ما ورد ialah ماء ورد dalam ejaan ringkas nazam.

وخمر در أتن محرما

خمر dan در أتن melanjutkan daftar. دَرّ ialah susu, أتن mudhaf ilaih. محرماً menutup daftar dalam bentuk nazam; maknanya diperjelas melalui kasus mahram yang tersamar.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

أتن

Akar
أ ت ن
Pola / bentuk
فُعُل

Jamak dari أتان: keledai betina, bukan nama semua hewan betina.

محرما

Akar
ح ر م
Pola / bentuk
مَفْعَل

Isim yang dalam konteks ini menunjuk hubungan mahram, bukan orang yang sedang berihram.

Hubungan bait

Bait ini membatasi taharrī pada bait 106. Hubungannya dengan air mutlak pada bait 77 membantu memahami mengapa air mawar menjadi contoh.

Intisari & faedah
  1. Tidak semua keraguan mempunyai cara penyelesaian yang sama.
  2. Suci, menyucikan, dan halal digunakan harus dibedakan.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang tahu salah satu lengan bajunya terkena najis, tetapi lupa lengan mana.

Cara memahami

Ia menyucikan kedua tempat yang mungkin terkena, bukan memilih lengan yang lebih disukai.

Batas penerapan

Jangan memperluas tindakan ini kepada pakaian yang tidak pernah diketahui terkena najis.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 137

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

لاَ يَنْفَتِلْ ـ أَوْ لاَ يَنْصَرِفْ ـ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

Inti makna

Orang yang hanya meragukan keluarnya angin tidak meninggalkan salat sebelum ada tanda yang meyakinkan. Suara dan bau merupakan contoh kepastian dalam kasus hadis, bukan syarat bahwa semua pembatal harus selalu terdengar atau tercium.

Kaitan dengan bait

Penguat kaidah menjaga kepastian; penerapannya pada pasangan benda dan pakaian diperinci oleh fikih.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa air mawar masuk daftar meskipun dapat suci?

Lihat pembahasan jawaban

Karena kesuciannya tidak otomatis menjadikannya air mutlak yang menyucikan hadas.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

لا الكم

bukan (kasus) lengan baju

والبول

dan air kencing

وميتة

dan bangkai

وما ورد

dan air mawar

وخمر

dan khamr

در أتن

susu keledai betina

محرما

(dan) mahram

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

لا الْكُمِّ والبولِ ومَيْتَةٍ وما

Buka penggal 2

وَرْدٍ وخَمْرٍ دَرِّ أُتْنٍ مَحْرَمَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 107 — Kasus yang tidak diselesaikan dengan taharrīNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan