Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 109
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Siwak dan perawatan tubuh · Bait 109 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ولتغير الفم
dan karena berubahnya mulut
وللصلاة
dan untuk salat
وسن باليمنى
dan disunahkan dengan tangan kanan
الأراك أولاه
kayu arak lebih utama untuknya
Terjemahan bait 109

Juga ketika mulut berubah dan untuk salat; disunahkan dengan tangan kanan, dan kayu arak lebih utama.

Syarah · keterangan lengkap

Tiga keadaan penekanan

Bait sebelumnya menyebut bangun tidur. Bait ini menambah perubahan keadaan mulut dan persiapan salat. Perubahan dapat terjadi karena makanan, lama diam, atau sebab lain. Hubungan dengan salat menunjukkan perhatian pada kesiapan beribadah dan kebersihan, bukan hanya menghilangkan sesuatu yang pasti najis. Tidak setiap bau mulut adalah najis.

Cara dan alat tidak dicampur dengan syarat sah salat

Pengarang menyebut tangan kanan sebagai adab dalam pembahasan ini. Kayu arak dipandang lebih utama sebagai alat siwak, tetapi maksud membersihkan dapat diperoleh dengan alat suci lain yang sesuai menurut rincian syarah. Menyebut keutamaan arak tidak berarti sikat gigi otomatis terlarang atau salat tanpa kayu arak menjadi tidak sah.

Melakukan dengan wajar

Gunakan alat yang bersih dan tidak mencederai mulut. Siwak tidak perlu dilakukan keras sampai berdarah untuk membuktikan kesungguhan. Bagi orang berpuasa, perincian waktu pada bait 108 dan kehati-hatian terhadap bahan yang tertelan tetap diperhatikan. Keadaan kesehatan mulut juga tidak dapat dinilai hanya dari ada-tidaknya penggunaan kayu tertentu.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 37. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ولتغير الفم وللصلاة

Kedua jar-majrur disambungkan kepada keadaan penekanan pada bait sebelumnya. تغيرِ masdar yang dijarkan lam; الفم mudhaf ilaih.

وسن باليمنى الأراك أولاه

سُنَّ pasif untuk kesunahan memakai tangan kanan. الأراكُ mubtada dan أولاه khabar: arak lebih utama untuk siwak. ه mengacu kepada siwak.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تغير

Akar
غ ي ر
Pola / bentuk
تَفَعُّل

Masdar dari تغيّر: perubahan keadaan.

اليمنى

Akar
ي م ن
Pola / bentuk
فُعْلَى

Bentuk muannats dari أيمن; dalam konteks ini tangan kanan dipahami.

Hubungan bait

Bait 108–109 merupakan satu rangkaian kesunahan siwak. Siwak disebut lagi sebagai sunah wudu pada bait 127.

Intisari & faedah
  1. Perubahan bau mulut tidak otomatis berarti mulut najis.
  2. Alat yang lebih utama dibedakan dari satu-satunya alat yang dianggap sah.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang hendak salat dan membersihkan gigi dengan alat suci yang sesuai.

Cara memahami

Ia memperhatikan kebersihan serta anjuran persiapan salat.

Batas penerapan

Anjuran tidak menjadikan salatnya tidak sah hanya karena siwak terlewat.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 887

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي ـ أَوْ عَلَى النَّاسِ ـ لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاَةٍ

Inti makna

Seandainya tidak memberatkan umat atau manusia, Nabi akan memerintahkan siwak pada setiap salat.

Kaitan dengan bait

Riwayat secara langsung menekankan siwak pada setiap salat tanpa membebani umat dengan kewajiban umum.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah menyebut arak lebih utama berarti salat tanpa siwak arak tidak sah?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Keutamaan alat siwak berbeda dari syarat sah salat.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ولتغير الفم

dan karena berubahnya mulut

وللصلاة

dan untuk salat

وسن باليمنى

dan disunahkan dengan tangan kanan

الأراك أولاه

kayu arak lebih utama untuknya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ولِتَغَيُّرِ الفَمِ وللصلاهْ

Buka penggal 2

وُسُنَّ باليُمْنَى الأَرَاكُ أَوْلاهْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 109 — Siwak sebelum salat dan alat yang digunakanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan