Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 11
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Iman, niat, dan amal · Bait 11 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
أول واجب
kewajiban pertama
على الإنسان
atas manusia
معرفة الإله
mengenal Tuhan
باستيقان
dengan keyakinan yang mantap
Terjemahan bait 11

Kewajiban pertama atas manusia ialah mengenal Tuhan dengan keyakinan yang mantap.

Syarah · keterangan lengkap

Awal pembahasan akidah

Sesudah pengantar, pengarang mendahulukan dasar keimanan sebelum rincian fikih. Manusia perlu mengenal siapa yang disembah dan mengapa ia mengikuti tuntunan-Nya. Ma‘rifah di sini bukan sekadar mengetahui sebutan Allah, tetapi meyakini keberadaan-Nya, keesaan-Nya, serta kesempurnaan yang layak bagi-Nya. Mengenal Allah tidak berarti dapat membayangkan bentuk atau menguasai hakikat zat-Nya.

Maksud yakin

Istiqan berarti keyakinan yang teguh, bukan dugaan tanpa pegangan. Pelajar diarahkan memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah dan mempelajari penjelasan yang sesuai kemampuan. Bagi pemula, pengenalan sederhana bahwa alam tidak menciptakan dirinya sendiri dapat menjadi awal perenungan. Pembuktian ilmu kalam mempunyai rincian yang dibahas secara bertahap, sehingga tidak perlu dipaksakan seluruhnya sekaligus pada anak yang baru belajar.

Batas istilah kewajiban pertama

Ulama menjelaskan istilah kewajiban pertama dengan rumusan yang beragam, misalnya mengenal Allah, melakukan penalaran yang mengantarkan kepadanya, atau berniat melakukan penalaran. Bait menyampaikan rumusan pengarang, bukan alasan untuk membatalkan iman orang awam yang beriman secara sungguh-sungguh. Kewajiban dan pertanggungjawaban juga terkait taklif: kemampuan akal, kedewasaan, serta sampainya tuntunan mempunyai rincian. Praktik belajarnya ialah memperkuat keyakinan sambil menjaga adab, bukan sibuk menilai hati orang lain.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 9. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

أول واجب على الإنسان

أولُ mubtada sekaligus mudhaf; واجبٍ mudhaf ilaih. على الإنسان jar-majrur yang menjelaskan kepada siapa kewajiban itu berlaku.

معرفة الإله باستيقان

معرفةُ khabar bagi أول, serta mudhaf kepada الإلهِ. باستيقان jar-majrur yang menerangkan sifat pengenalan: dengan keyakinan, bukan sekadar mengulang lafaz tanpa memahami.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

معرفة

Akar
ع ر ف
Pola / bentuk
مَفْعِلَة

Masdar dari عَرَفَ يَعْرِفُ, menunjukkan pengenalan atau pengetahuan.

استيقان

Akar
ي ق ن
Pola / bentuk
اِسْتِفْعَال

Masdar dari اِسْتَيْقَنَ, menunjukkan keyakinan yang mantap.

Hubungan bait

Setelah doa keikhlasan pada bait 10, pengarang memasuki dasar akidah. Bait 12–13 menjelaskan pengakuan lisan dan pembenaran hati.

Intisari & faedah
  1. Mengenal Allah merupakan dasar ibadah.
  2. Keyakinan perlu dibangun dengan pemahaman yang benar, bukan tuntutan membayangkan hakikat zat Allah.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar hafal syahadat tetapi belum memahami pengakuan yang diucapkannya.

Cara memahami

Ia mempelajari makna tauhid dan kerasulan secara bertahap bersama guru.

Batas penerapan

Mengenal Allah tidak berarti mampu meliputi hakikat-Nya dengan pikiran.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Muhammad 47:19

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

فَٱعْلَمْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَىٰكُمْ

Inti makna

Perintah mengetahui keesaan Allah serta memohon ampun bagi diri dan orang beriman; Allah mengetahui seluruh keadaan mereka.

Kaitan dengan bait

Ayat memerintahkan mengetahui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah معرفة di sini subjek perbuatan atau khabar?

Lihat pembahasan jawaban

Khabar yang menjelaskan apa kewajiban pertama: mengenal Allah dengan yakin.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

أول واجب

kewajiban pertama

على الإنسان

atas manusia

معرفة الإله

mengenal Tuhan

باستيقان

dengan keyakinan yang mantap

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

أولُ واجبٍ على الإنسان

Buka penggal 2

مَعرِفَةُ الإلهِ باستِيقَان

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 11 — Mengenal Allah dengan keyakinanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan