Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 110
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Siwak dan perawatan tubuh · Bait 110 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ويستحب الاكتحال
dan disunahkan memakai celak
وترا
dengan bilangan ganjil
وغبا ادهن
dan pakailah minyak sesekali
وقلم ظفرا
dan potonglah kuku
Terjemahan bait 110

Disunahkan memakai celak dengan bilangan ganjil, memakai minyak sesekali, dan memotong kuku.

Syarah · keterangan lengkap

Perawatan tubuh dalam susunan adab

Pengarang menempatkan sejumlah kebiasaan merawat tubuh setelah siwak. Iktihal ialah memakai celak; witran menyatakan bilangan ganjil dalam adab pemakaiannya. Penjelasan kitab klasik tentang bahan celak tertentu tidak berarti setiap produk yang sekarang dijual dengan nama celak mempunyai kandungan atau keamanan yang sama. Bait ini membahas adab, bukan penilaian mutu produk.

Makna ghubban bukan kewajiban jadwal kaku

Ghubban mengarahkan pemakaian minyak secara berselang dan menurut kebutuhan, tanpa berlebihan sibuk berhias. Ungkapan tersebut tidak mewajibkan semua orang meminyaki rambut pada tanggal atau selang hari yang persis sama. Jenis rambut, kebiasaan bersih, dan kebutuhan seseorang dapat berbeda. Tujuannya dipahami bersama kesederhanaan, bukan dijadikan alasan membiarkan tubuh kotor.

Kuku dijaga sesuai pertumbuhannya

Memotong kuku berkaitan dengan kebersihan dan fitrah. Pelaksanaannya memperhatikan kuku yang sudah panjang, tanpa melukai kulit. Dalam bab bersuci nanti, bahan yang menutupi permukaan anggota mempunyai ketentuan tersendiri; memotong kuku tidak menggantikan kewajiban meratakan air ketika wudu atau mandi. Perincian pengecualian waktu tertentu dibaca pada bab yang membahasnya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 38. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ويستحب الاكتحال وترا

يستحب pasif dan الاكتحال na’ib fa‘il. وتراً menerangkan keadaan bilangan ganjil pada pemakaian, bukan objek yang berdiri sebagai bahan celak.

وغبا ادهن وقلم ظفرا

ادهن dan قلّم perintah; pelaku tersirat أنت. غبّاً menerangkan waktu berselang, sedangkan ظفراً objek bagi قلّم.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الاكتحال

Akar
ك ح ل
Pola / bentuk
اِفْتِعَال

Masdar dari اكتحل, memakai celak pada diri sendiri.

قلم

Akar
ق ل م
Pola / bentuk
فَعِّلْ

Perintah dari قلّم: memotong atau merapikan kuku.

Hubungan bait

Adab kebersihan mulut pada bait 108–109 dilanjutkan perawatan tubuh. Bait 111 menambah kebiasaan fitrah lain.

Intisari & faedah
  1. Adab perawatan dibaca bersama kebutuhan dan sikap tidak berlebihan.
  2. Nama tradisional bahan tidak menjamin semua produk modern memiliki sifat yang sama.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar merapikan kuku yang memanjang dan menjaga kebersihan tangannya.

Cara memahami

Ia memahami sunah perawatan sebagai kebiasaan yang wajar dan teratur.

Batas penerapan

Jangan memotong sampai melukai atau memakai bahan mata yang tidak jelas keamanannya.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 5891

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الآبَاطِ

Inti makna

Riwayat menyebut lima perkara fitrah: khitan, perawatan rambut kemaluan, pemendekan kumis, pemotongan kuku, dan perawatan rambut ketiak. Hadis ini bukan petunjuk teknis tindakan medis.

Kaitan dengan bait

Hadis fitrah secara langsung mencakup pemotongan kuku; rincian celak dan minyak adalah pembahasan lain dalam syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah ghubban menetapkan satu jadwal wajib pemakaian minyak bagi semua orang?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Ia mengajarkan pemakaian berselang menurut kebutuhan dan menghindari berlebihan berhias.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ويستحب الاكتحال

dan disunahkan memakai celak

وترا

dengan bilangan ganjil

وغبا ادهن

dan pakailah minyak sesekali

وقلم ظفرا

dan potonglah kuku

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ويُستَحبُّ الاكتِحَالُ وِتْرَا

Buka penggal 2

وغِبَّا ادَّهِنْ وقَلِّمْ ظُفْرَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 110 — Celak, perawatan rambut, dan kukuNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan