Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 113
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Siwak dan perawatan tubuh · Bait 113 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
تنزها
secara tanzih
والأخذ
dan mengambil (rambut)
من جوانب عنفقة
dari sisi rambut di bawah bibir bawah
ولحية
dan janggut
وحاجب
dan alis
Terjemahan bait 113

(Qaza‘ dimakruhkan) secara tanzih; juga mengambil rambut pada sisi ‘anfaqah, janggut, dan alis, menurut pembahasan matan.

Syarah · keterangan lengkap

Tanzih menerangkan kalimat sebelumnya

Kata tanazzuhan dalam redaksi nazam menunjukkan kemakruhan tanzih yang dibahas pengarang. Ia menyambung larangan qaza‘ pada bait 112. Dalam istilah pembagian hukum yang telah dipelajari, makruh tidak disamakan begitu saja dengan haram. Pembaca perlu melihat istilah yang dipakai kitab sebelum memberi label dosa pada setiap contoh.

Mengenali istilah rambut wajah

‘Anfaqah menunjuk rambut di bawah bibir bawah; lihyah ialah janggut, dan hajib ialah alis. Pengarang membicarakan pengambilan rambut tertentu dalam rangkaian adab perawatan. Nama bagian tubuh tidak memberi izin untuk mempermalukan penampilan seseorang. Syarah dan rujukan mazhab mempunyai perincian tentang pengubahan bentuk, kebutuhan, serta tindakan yang masuk larangan namsh.

Jangan memakai satu kalimat untuk semua kasus

Memotong rambut karena pengobatan, menghilangkan gangguan nyata, atau menilai suatu model perawatan dapat memerlukan rincian berbeda. Bait ini tidak boleh dijadikan alasan mengatakan seluruh pencabutan alis hanya makruh dalam semua keadaan, karena pembahasan namsh memiliki dasar dan batas tersendiri. Tujuan belajar ialah memahami letak pendapat dalam kitab, bukan menghapus seluruh perbedaan pembahasan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 38. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

تنزها والأخذ من جوانب عنفقة

تنزها melengkapi يكره pada bait sebelumnya dan menjelaskan jenis kemakruhan. الأخذ dihubungkan kepada pokok yang dimakruhkan; من جوانب melengkapinya, عنفقة mudhaf ilaih.

ولحية وحاجب

لحية dan حاجب dihubungkan kepada عنفقة dalam rangkaian idhafah: sisi-sisi bagian yang disebut. Hubungan ini menghindarkan pemahaman seolah dua kata terakhir merupakan kalimat hukum baru yang lengkap.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الأخذ

Akar
أ خ ذ
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar dari أخذ, mengambil; konteksnya mengambil atau mengurangi rambut.

حاجب

Akar
ح ج ب
Pola / bentuk
فَاعِل

Dalam konteks tubuh berarti alis; makna dasar penutup/penghalang tidak dipakai sebagai terjemahan utama di sini.

Hubungan bait

Awal bait melanjutkan kemakruhan qaza‘ pada bait 112. Perawatan rambut dan penampilan diteruskan pada bait 114–115.

Intisari & faedah
  1. Makruh tanzih dibedakan dari haram.
  2. Perincian rambut wajah tidak boleh diratakan menjadi satu izin umum.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar mengutip satu kata makruh untuk membolehkan semua cara mengubah alis.

Cara memahami

Ia kembali membaca cakupan pembahasan dan ketentuan namsh dalam syarah.

Batas penerapan

Tindakan kosmetik, perawatan biasa, dan kebutuhan pengobatan dapat mempunyai perincian berbeda.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 5921

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنِ الْقَزَعِ

Inti makna

Nabi melarang qaza‘, yaitu mencukur sebagian rambut kepala dan meninggalkan sebagian lain menurut pembahasan istilahnya.

Kaitan dengan bait

Hadis ini berkaitan langsung dengan qaza‘ yang disambung pada awal bait; tidak merinci seluruh persoalan janggut dan alis.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Kata تنزها menerangkan kalimat apa?

Lihat pembahasan jawaban

Menerangkan ويكره القزع pada akhir bait sebelumnya, yakni kemakruhan qaza‘ menurut pembahasan ini.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

تنزها

secara tanzih

والأخذ

dan mengambil (rambut)

من جوانب عنفقة

dari sisi rambut di bawah bibir bawah

ولحية

dan janggut

وحاجب

dan alis

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

تَنَزُّهَا والأَخْذُ مِن جَوَانِبِ

Buka penggal 2

عَنْفَقَةٍ ولِحْيةٍ وحَاجِبِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 113 — Kemakruhan qaza‘ dan perawatan rambut wajahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan