Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 116
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Pembatal wudu dan kepastian · Bait 116 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
موجبه
penyebab wajibnya (wudu)
الخارج من سبيل
sesuatu yang keluar dari salah satu jalan
غير مني
selain mani
موجب التغسيل
yang mewajibkan mandi
Terjemahan bait 116

Penyebab wajib wudu ialah sesuatu yang keluar dari salah satu jalan, selain mani yang mewajibkan mandi.

Syarah · keterangan lengkap

Judul bab menentukan kata ganti

Huruf ha pada mujibuhu kembali kepada wudu, bukan kepada siwak atau pewarnaan rambut. Pengarang memulai bab baru dengan pembatal kesucian kecil. Sabīl menunjuk jalan keluar depan atau belakang dalam pembahasan fikih. Sesuatu yang keluar dapat berupa zat atau angin; pembatal wudu tidak terbatas pada benda yang terlihat kotor.

Pengecualian tidak berarti bebas bersuci

Mani yang memenuhi sebab mandi wajib dikecualikan dari penyebab wudu melalui keluarnya zat tersebut. Alasannya, ketentuan yang dibicarakan beralih kepada kewajiban bersuci lebih besar. Pembaca tidak boleh menyimpulkan keluarnya mani selalu tidak memerlukan bersuci. Bait 160 dan seterusnya menerangkan sebab mandi beserta niat dan pemerataan airnya.

Perhatikan sebab lain yang bersamaan

Pengecualian mani tidak menghapus pembatal lain yang mungkin terjadi bersamaan, seperti sentuhan yang termasuk pembatal menurut mazhab atau keluarnya zat lain. Karena itu, contoh harus diperiksa berdasarkan seluruh keadaan, bukan satu kata saja. Dalam pembelajaran, pisahkan najis yang perlu dibersihkan dari hadas yang memerlukan wudu atau mandi; keduanya dapat terjadi bersamaan tetapi tidak identik.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 40. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

موجبه الخارج من سبيل

موجبُه mubtada dan الخارجُ khabar; من سبيل melengkapi sifat الخارج. ه merujuk wudu yang diperkenalkan oleh judul bab.

غير مني موجب التغسيل

غير menunjukkan pengecualian dari الخارج. مني mudhaf ilaih; موجب sifat bagi مني dan التغسيل mudhaf ilaih. Batas sifat itu penting: mani yang menimbulkan kewajiban mandi.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الخارج

Akar
خ ر ج
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il dari خرج, sesuatu yang keluar dalam penggunaan ini.

التغسيل

Akar
غ س ل
Pola / bentuk
تَفْعِيل

Masdar dari غسّل; dalam konteks nazam menunjuk pembasuhan seluruh tubuh yang diwajibkan.

Hubungan bait

Bab wudu dimulai sesudah adab perawatan. Pengecualian mani harus dihubungkan dengan sebab mandi pada bait 160–165.

Intisari & faedah
  1. Pembatal wudu tidak hanya berupa benda yang terlihat.
  2. Pengecualian mani tidak menghapus kewajiban mandi yang memang timbul.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar membaca kata selain mani lalu mengira tidak ada kewajiban bersuci apa pun.

Cara memahami

Ia menghubungkannya dengan bab mandi dan memeriksa sebab lain yang menyertai.

Batas penerapan

Hukum keluarnya zat dan hukum sentuhan yang terjadi bersamaan tidak boleh saling dihapus.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Maaida 5:6

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Inti makna

Perintah bersuci untuk salat melalui wudu, mandi bagi yang junub, serta tayamum ketika memenuhi sebabnya; Allah menghendaki penyucian dan kemudahan.

Kaitan dengan bait

Ayat membedakan perintah wudu dan bersuci dari janabah; rincian pengecualian pada bait dijelaskan dalam mazhab.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa pengecualian mani bukan berarti bebas dari kewajiban bersuci?

Lihat pembahasan jawaban

Karena mani yang dimaksud justru menimbulkan kewajiban mandi, dan pembatal lain mungkin terjadi bersamaan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

موجبه

penyebab wajibnya (wudu)

الخارج من سبيل

sesuatu yang keluar dari salah satu jalan

غير مني

selain mani

موجب التغسيل

yang mewajibkan mandi

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

مُوجِبُهُ الخارجُ مِن سبيلِ

Buka penggal 2

غَيرَ مَنِيٍّ مُوجِبِ التَّغسيلِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 116 — Hal yang mewajibkan wudu dan pengecualian maniNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan