Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 120
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Pembatal wudu dan kepastian · Bait 120 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
إذا طرا شك
apabila muncul keraguan
بضده
pada kebalikannya
عمل يقينه
keyakinannya dijadikan dasar
وسابق إذا جهل
dan bila yang lebih dahulu tidak diketahui
Terjemahan bait 120

Apabila muncul keraguan pada kebalikannya, keyakinan itulah yang dipakai; dan bila urutan sebelumnya tidak diketahui…

Syarah · keterangan lengkap

Melengkapi kalimat bait 119

Jika seseorang yakin telah suci lalu sekadar ragu apakah batal, status yang diketahui tetap dipertahankan. Sebaliknya, jika yakin telah berhadas lalu ragu apakah sudah berwudu, yang dijadikan dasar ialah hadasnya. Kaidah ini bukan selalu memilih keadaan yang terasa paling ringan, melainkan menjaga keadaan yang benar-benar sudah pasti.

Contoh agar tidak terjebak waswas

Perasaan bergerak di perut saja tidak otomatis membuktikan keluarnya angin. Hadis memberikan contoh mendengar suara atau mendapati bau sebagai tanda kepastian, bukan menyatakan bahwa hanya dua indera itu yang dapat membuktikan batal. Bila seseorang benar-benar tahu ada pembatal, ia tidak boleh mengabaikannya dengan berlindung di balik kata ragu.

Kasus kedua lebih rumit

Akhir bait beralih kepada orang yang yakin pernah suci dan yakin pernah berhadas, tetapi lupa mana yang terjadi terakhir. Ini berbeda dari hanya satu keadaan pasti lalu muncul keraguan. Cara menilainya dilanjutkan pada bait 121 dan mempunyai batas dalam syarah. Pisahkan kedua kasus agar kaidah kepastian tidak digunakan dengan pola yang keliru.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 41. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

إذا طرا شك بضده عمل يقينه

إذا zharaf yang mengandung syarat. طرأ fi‘il dan شك fa‘il; بضده melengkapinya. Dalam uraian makna, عُمِلَ بيقينه: yang dijadikan dasar ialah kepastian, dengan pelengkapan jar dipahami dari syarah.

وسابق إذا جهل

سابق menunjuk peristiwa yang lebih dahulu dari hadas dan suci. جُهل pasif; jawab keadaan ini baru diselesaikan pada perintah خذ dalam bait 121.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

شك

Akar
ش ك ك
Pola / bentuk
فَعْل dengan idgham

Isim/masdar keraguan, berbeda dari kepastian tentang suatu kejadian.

سابق

Akar
س ب ق
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il: yang mendahului, di sini berkaitan dengan urutan kejadian.

Hubungan bait

Awal bait menyelesaikan kepastian pada bait 119. Akhirnya membuka kasus dua peristiwa pasti tetapi urutannya tidak diketahui pada bait 121.

Intisari & faedah
  1. Keadaan terakhir yang pasti dipertahankan ketika hanya muncul keraguan.
  2. Lupa urutan dua kejadian pasti berbeda dari meragukan apakah suatu kejadian pernah terjadi.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang yakin berwudu dan hanya merasakan gerakan perut tanpa yakin keluar angin.

Cara memahami

Ia tetap memakai kepastian sucinya.

Batas penerapan

Jika benar-benar yakin terjadi pembatal, kasusnya bukan lagi keraguan yang diabaikan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 137

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

لاَ يَنْفَتِلْ ـ أَوْ لاَ يَنْصَرِفْ ـ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

Inti makna

Orang yang hanya meragukan keluarnya angin tidak meninggalkan salat sebelum ada tanda yang meyakinkan. Suara dan bau merupakan contoh kepastian dalam kasus hadis, bukan syarat bahwa semua pembatal harus selalu terdengar atau tercium.

Kaitan dengan bait

Hadis memerintahkan tidak meninggalkan salat karena keraguan semata, dengan suara atau bau sebagai contoh tanda kepastian.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jika yakin batal lalu ragu sudah berwudu, keadaan apa yang menjadi dasar?

Lihat pembahasan jawaban

Keadaan hadas yang sudah pasti; ia perlu berwudu untuk melakukan ibadah yang mensyaratkannya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

إذا طرا شك

apabila muncul keraguan

بضده

pada kebalikannya

عمل يقينه

keyakinannya dijadikan dasar

وسابق إذا جهل

dan bila yang lebih dahulu tidak diketahui

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

إذا طَرَا شَكٌّ بضِدِّه عَمِلْ

Buka penggal 2

يَقِينُهُ وسابِقٌ إذا جُهِلْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 120 — Keyakinan tidak gugur karena keraguanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan