Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Rukun dan syarat wudu · Bait 123 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ومسح بعض الرأس
- dan mengusap sebagian kepala
- ثم اغسل وعم
- kemudian basuh dan ratakan
- رجليك
- kedua kakimu
- مع كعبيك
- bersama kedua mata kakimu
- والترتيب ثم
- dan tertib kemudian
Terjemahan bait 123
Mengusap sebagian kepala, kemudian basuh dan ratakan kedua kakimu beserta mata kakinya, lalu tertib.
Syarah · keterangan lengkap
Melengkapi enam rukun
Dengan bait 122, daftar menjadi niat, wajah, kedua tangan beserta siku, sebagian kepala, kedua kaki beserta mata kaki, dan tertib. Mengusap sebagian kepala ialah batas minimal dalam mazhab yang dibahas. Mengusap seluruh kepala merupakan penyempurna yang diterangkan pada bait 128. Batas minimal tidak perlu disamakan dengan gambaran pelaksanaan yang paling lengkap.
Kepala dan kaki mempunyai cara berbeda
Kepala diusap, sedangkan kaki dibasuh ketika tidak memakai keringanan khuf yang memenuhi syarat. Mata kaki adalah tulang yang menonjol pada pertemuan betis dan kaki; bagian itu ikut dibasuh. Air perlu mencapai permukaan yang termasuk bagian wajib. Mengusap kaus kaki biasa tidak otomatis menggantikan pembasuhan sebelum syarat bab khuf dipahami.
Tertib antaranggota, bukan kanan-kiri
Tertib berarti mengikuti urutan anggota sebagaimana susunan wudu. Ia berbeda dari mendahulukan anggota kanan atas kiri, yang ditempatkan dalam pembahasan sunah. Bila bagian wajib terlewat, perbaikannya memperhatikan urutan bagian setelahnya. Pelajar hendaknya mengenali letak kekurangan secara nyata, bukan mengulang seluruh wudu hanya karena kemungkinan yang tidak mempunyai dasar.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 42. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ومسح بعض الرأس ثم اغسل وعم رجليك
مسح masdar yang dihubungkan kepada daftar rukun; بعض dan الرأس membentuk idhafah. اغسل dan عمّ perintah; رجليك objek dengan tanda ya karena mutsanna.
مع كعبيك والترتيب ثم
مع menyertakan batas mata kaki. كعبيك mudhaf ilaih bertanda ya; الترتيب kembali kepada daftar rukun. ثم terakhir mengikuti susunan nazam, bukan perintah menambah rukun ketujuh.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Ini kelanjutan daftar rukun bait 122. Batas minimal kepala dibedakan dari sunah seluruh kepala pada bait 128; keringanan khuf baru dibahas pada bait 141.
Intisari & faedah
- Enam rukun dibaca bersama pada bait 122–123.
- Tertib antaranggota berbeda dari mendahulukan kanan atas kiri.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar membasuh tangan kiri sebelum kanan, tetapi urutan wajah, tangan, kepala, dan kaki tetap benar.
Cara memahami
Ia membedakan kehilangan kesunahan kanan lebih dahulu dari rusaknya tertib antaranggota.
Batas penerapan
Jika urutan anggota pokoknya keliru, pembahasannya berbeda dan perlu diperbaiki sesuai ketentuan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS Al-Maaida 5:6
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Inti makna
Perintah bersuci untuk salat melalui wudu, mandi bagi yang junub, serta tayamum ketika memenuhi sebabnya; Allah menghendaki penyucian dan kemudahan.
Kaitan dengan bait
Ayat menyebut usapan kepala dan pembasuhan kaki sampai mata kaki; batas serta tertibnya dijelaskan dalam mazhab.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa beda tertib dan mendahulukan kanan?
Lihat pembahasan jawaban
Tertib mengatur urutan anggota pokok wudu; mendahulukan kanan mengatur dua sisi pada anggota berpasangan dan termasuk sunah.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ومسح بعض الرأس
dan mengusap sebagian kepala
ثم اغسل وعم
kemudian basuh dan ratakan
رجليك
kedua kakimu
مع كعبيك
bersama kedua mata kakimu
والترتيب ثم
dan tertib kemudian
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ومَسْحُ بعضِ الرأسِ ثُمَّ اغسِلْ وَعُمْ
Buka penggal 2
رِجْلَيكَ مَعَ كَعبَيكَ والتَّرتيبُ ثُمْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 123 — Mengusap kepala, membasuh kaki, dan tertibNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.