Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 124
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Rukun dan syarat wudu · Bait 124 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
له شروط خمسة
baginya lima syarat
طهور ما
air yang menyucikan
وكونه مميزا
dan pelakunya mampu membedakan
ومسلما
dan Muslim
Terjemahan bait 124

Wudu mempunyai lima syarat: air yang menyucikan, pelakunya mampu membedakan, dan seorang Muslim…

Syarah · keterangan lengkap

Syarat tidak sama dengan rukun

Syarat adalah keadaan yang harus terpenuhi agar wudu sah, sedangkan rukun merupakan unsur pelaksanaannya. Mengetahui enam rukun belum cukup apabila air yang digunakan tidak memenuhi syarat atau ada penghalang. Bait ini menyebut tiga syarat pertama dan masih disambung oleh bait 125–126. Hitungan lima tidak berarti seluruh rincian fikih dapat dilepaskan dari penjelasannya.

Air yang suci lagi menyucikan

Thahur mengacu kepada air yang dapat dipakai untuk bersuci, bukan sekadar cairan yang tidak najis. Air mawar, misalnya, dapat suci tetapi tidak menjadi air mutlak untuk mengangkat hadas. Pembahasan ini mengajak pelajar menghubungkan bab wudu dengan bait 77–87, sehingga hukum air yang dipelajari sebelumnya mempunyai penerapan nyata.

Tamyiz dan maksud ibadah

Mumayyiz ialah orang yang sudah memiliki kemampuan membedakan dan memahami perbuatan yang dilakukannya pada batas yang dijelaskan fikih. Ia tidak identik dengan balig; anak dapat mencapai tamyiz sebelum balig. Islam dan tamyiz dihubungkan dengan sahnya niat ibadah. Penjelasan ini menyatakan kategori hukum wudu dalam kitab, bukan mengurangi penghormatan kepada orang yang berbeda agama atau kemampuan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 42. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

له شروط خمسة

له khabar didahulukan; شروط mubtada diakhirkan. خمسة sifat atau penjelas bilangan bagi شروط, sama-sama mengikuti keadaan rafa‘ dalam susunan daftar.

طهور ما وكونه مميزا ومسلما

طهور ما memperinci jenis syarat air, dengan ماء ditulis ringkas ما dalam nazam. كون masdar dari كان; ه isimnya, مميزاً khabarnya, dan مسلماً dihubungkan kepadanya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

شروط

Akar
ش ر ط
Pola / bentuk
فُعُول

Jamak dari شرط; bedakan syarat sah dengan nama rukun.

مميزا

Akar
م ي ز
Pola / bentuk
مُفَعِّل

Isim fa‘il dari ميّز: mampu membedakan.

Hubungan bait

Sesudah rukun pada bait 122–123, tiga syarat awal disebut di sini. Syarat berikutnya berada pada bait 125–126 dan berkaitan dengan hukum air sebelumnya.

Intisari & faedah
  1. Suci saja belum cukup; air wudu harus menyucikan.
  2. Tamyiz tidak selalu berarti sudah balig.
Contoh penerapan

Keadaan

Seorang anak yang telah memahami cara wudu belajar melaksanakannya.

Cara memahami

Pelajar membedakan kemampuan tamyiz dari usia balig dan kewajiban taklif.

Batas penerapan

Penilaian kemampuan tidak ditentukan hanya oleh tebakan umur tanpa melihat keadaan dan bimbingan yang sesuai.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Maaida 5:6

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Inti makna

Perintah bersuci untuk salat melalui wudu, mandi bagi yang junub, serta tayamum ketika memenuhi sebabnya; Allah menghendaki penyucian dan kemudahan.

Kaitan dengan bait

Ayat menjadi dasar bersuci dengan air; perincian syarat pelaku dan jenis air diterangkan oleh fikih.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah mumayyiz selalu berarti sudah balig?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Tamyiz ialah kemampuan membedakan yang dapat ada sebelum balig.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

له شروط خمسة

baginya lima syarat

طهور ما

air yang menyucikan

وكونه مميزا

dan pelakunya mampu membedakan

ومسلما

dan Muslim

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

له شُرُوطٌ خمسةٌ طَهُورُ ما

Buka penggal 2

وكَونُهُ مُمَيِّزَاً ومُسلما

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 124 — Air menyucikan, tamyiz, dan IslamNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan