Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Rukun dan syarat wudu · Bait 126 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ويدخل الوقت
- dan waktu harus masuk
- لدائم الحدث
- bagi orang yang berhadas berkelanjutan
- وعد منها الرافعي
- dan ar-Rafi‘i menghitung di antaranya
- رفع الخبث
- menghilangkan najis
Terjemahan bait 126
Waktu harus masuk bagi orang yang berhadas terus-menerus; ar-Rafi‘i juga menghitung penghilangan najis di antara syaratnya.
Syarah · keterangan lengkap
Syarat waktu mempunyai sasaran khusus
Orang dengan hadas berkelanjutan, seperti kondisi yang memenuhi ketentuan istihadhah atau keluarnya air kencing terus-menerus, memiliki cara bersuci karena uzur. Pada konteks itu, wudu untuk fardu dilakukan setelah masuk waktu. Ini tidak berarti semua orang yang sehat wajib menunggu waktu salat sebelum boleh berwudu. Status terus-menerus juga mempunyai syarat yang tidak ditetapkan hanya dari satu kejadian.
Hadas dan najis tetap dibedakan
Raf‘ al-khabats berarti menghilangkan najis, berbeda dari mengangkat hadas melalui wudu. Bila anggota memiliki najis, persoalan yang diperiksa ialah menghilangkan zat najis dan menyelesaikan pembasuhan untuk wudu. Pengarang menyebut ar-Rafi‘i agar pembaca mengenali adanya perincian pendapat, bukan menganggap setiap penyebutan syarat sebagai hal yang sama sekali tidak diperselisihkan.
Penjelasan an-Nawawi dalam syarah
Syarah membandingkan pendapat itu dengan penjelasan an-Nawawi mengenai satu basuhan yang sekaligus menghilangkan najis dan memenuhi pembasuhan hadas, apabila ketentuannya terpenuhi. Jika najis belum hilang, sekadar menghitung sekali basuh tentu belum menyelesaikannya. Najis berat tetap memerlukan tata penyuciannya. Perbedaan ini perlu dipahami melalui keadaan air dan hilangnya najis, bukan sekadar hitungan yang dihafalkan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 42. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ويدخل الوقت لدائم الحدث
يدخل fi‘il dan الوقت fa‘il. لدائم menunjukkan pihak yang disyaratkan; الحدث mudhaf ilaih bagi دائم.
وعد منها الرافعي رفع الخبث
عدّ fi‘il; الرافعي fa‘il yang diakhirkan, رفعَ objek, dan الخبث mudhaf ilaih. منها kembali kepada syarat-syarat yang dibicarakan.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini menyelesaikan lima syarat dari bait 124–125. Pembahasan najis terkait kembali dengan bait 95–99, sebelum beralih kepada sunah wudu.
Intisari & faedah
- Masuk waktu di sini merupakan syarat khusus bagi kategori hadas berkelanjutan.
- Penghilangan najis dan pengangkatan hadas dapat dibahas bersama tanpa menjadi konsep yang sama.
Contoh penerapan
Keadaan
Pembaca sehat mengira wudu sebelum azan selalu tidak sah.
Cara memahami
Ia melihat bahwa syarat waktu pada bait ditujukan kepada دائم الحدث.
Batas penerapan
Penetapan seseorang sebagai pemilik uzur berkelanjutan memerlukan rincian keadaan yang sesuai.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS Al-Hajj 22:78
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
وَجَٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍۢ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ
Inti makna
Perintah berjuang di jalan Allah dan mengikuti agama yang tidak dimaksudkan untuk membawa kesempitan, disertai perintah salat, zakat, dan berpegang kepada-Nya.
Kaitan dengan bait
Penguat umum kemudahan dalam agama; rincian bersuci bagi pemilik uzur diterangkan oleh dalil dan fikih.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah bait ini melarang semua orang berwudu sebelum masuk waktu salat?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Ketentuan masuk waktu yang disebut di sini berlaku bagi pemilik hadas berkelanjutan dalam rincian yang dibahas.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ويدخل الوقت
dan waktu harus masuk
لدائم الحدث
bagi orang yang berhadas berkelanjutan
وعد منها الرافعي
dan ar-Rafi‘i menghitung di antaranya
رفع الخبث
menghilangkan najis
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ويَدخُلُ الوقتُ لدائِمِ الحَدَثْ
Buka penggal 2
وعَدَّ منها الرَّافِعِي رَفْعَ الخَبَثْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 126 — Masuk waktu bagi hadas berkelanjutan dan najisNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.