Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 127
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sunah dan adab wudu · Bait 127 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والسنن السواك
dan sunah-sunahnya ialah siwak
ثم بسملا
kemudian ucapkan basmalah
واغسل يديك
dan basuhlah kedua tanganmu
قبل أن تدخلا
sebelum memasukkan (ke wadah)
Terjemahan bait 127

Sunah-sunahnya ialah siwak, kemudian mengucapkan basmalah; basuhlah kedua tanganmu sebelum memasukkannya…

Syarah · keterangan lengkap

Membedakan penyempurna dari rukun

Siwak dan basmalah ditempatkan dalam daftar sunah wudu pada mazhab ini. Melakukan keduanya menyempurnakan pelaksanaan, tetapi melewatkannya tidak sama dengan meninggalkan rukun seperti niat atau pembasuhan wajah. Penempatan judul daftar sangat membantu: hukum kata-kata setelahnya dibaca sesuai bab yang sedang dibahas, bukan otomatis wajib karena berbentuk perintah.

Tangan pada tahap awal

Yang dimaksud pembasuhan sebelum memasukkan tangan ke wadah ialah kedua telapak pada awal wudu. Ini berbeda dari pembasuhan wajib kedua tangan beserta siku setelah wajah. Bila telapak telah dibasuh di awal, itu tidak menggantikan pembasuhan bagian tersebut dalam urutan rukun. Bila ada najis nyata, kewajiban membersihkannya dinilai menurut hukum najisnya.

Kalimat bersambung ke wadah

Kata tudkhila pada akhir bait dilengkapi inā pada awal bait 128. Membaca keduanya menjelaskan maksud memasukkan tangan ke bejana air. Di tempat berkeran, tidak semua bentuk penggunaan wadah terjadi persis sama, tetapi pembasuhan telapak sebagai sunah tetap dapat dipahami. Jangan mengira adanya keran menghapus semua adab yang diajarkan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 43. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

والسنن السواك ثم بسملا

السنن mubtada dan السواك khabar pertama dalam daftar. بسمل perintah yang disertai alif rima: ucapkan بسم الله.

واغسل يديك قبل أن تدخلا

اغسل perintah; يديك objek mutsanna. قبل zharaf dengan masdar muawwal أن تُدخل sebagai pelengkap; objek wadah baru disebut pada bait 128.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

بسملا

Akar
ب س م ل
Pola / bentuk
فَعْلِلْ + alif rima

Perintah dari kata bentukan بسمل, mengucapkan basmalah; termasuk pembentukan empat huruf.

تدخلا

Akar
د خ ل
Pola / bentuk
تُفْعِلَ + alif rima

Dari أدخل, memasukkan; alif rima bukan penanda dua orang dalam konteks perintah kepada pembaca.

Hubungan bait

Daftar sunah dimulai setelah rukun dan syarat. Kalimat memasukkan tangan selesai pada awal bait 128; siwak telah dijelaskan pada bait 108–109.

Intisari & faedah
  1. Pembasuhan telapak awal tidak menggantikan pembasuhan wajib dalam urutan wudu.
  2. Kehilangan sunah berbeda dari hilangnya syarat sah.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar membasuh telapak di awal lalu melewatkan telapak saat membasuh tangan sampai siku.

Cara memahami

Ia tetap memasukkan seluruh bagian wajib ketika menjalankan urutan rukun.

Batas penerapan

Tahap sunah di awal bukan pengganti rukun pada tempatnya.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 159

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا، وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلاَثَ مِرَارٍ، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ثَلاَثَ مِرَارٍ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Inti makna

Utsman mencontohkan wudu Nabi: membasuh wajah dan tangan hingga siku tiga kali, mengusap kepala, lalu membasuh kaki sampai mata kaki tiga kali. Riwayat lengkap juga memuat persiapan, kumur, dan hidung.

Kaitan dengan bait

Riwayat wudu Utsman mencontohkan pembasuhan kedua telapak sebelum memasukkan tangan ke wadah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa telapak tetap dibasuh saat membasuh tangan sampai siku meskipun sudah dicuci di awal?

Lihat pembahasan jawaban

Karena pembasuhan awal merupakan sunah tersendiri, sedangkan yang kedua termasuk rukun sesuai urutan wudu.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والسنن السواك

dan sunah-sunahnya ialah siwak

ثم بسملا

kemudian ucapkan basmalah

واغسل يديك

dan basuhlah kedua tanganmu

قبل أن تدخلا

sebelum memasukkan (ke wadah)

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والسُّنَنُ السِّوَاكُ ثُم بَسمِلا

Buka penggal 2

وأغسِلْ يَدَيكَ قبلَ أن تُدَخِّلا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 127 — Siwak, basmalah, dan membasuh telapakNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan