Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Sunah dan adab wudu · Bait 128 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- إنا
- (ke) bejana
- ومضمض
- dan berkumurlah
- وانتشق
- dan masukkan air ke hidung
- وعمم الرأس
- dan ratakan (usapan) kepala
- وابدأه من المقدم
- dan mulailah dari bagian depan
Terjemahan bait 128
…ke bejana; berkumurlah, masukkan air ke hidung, ratakan usapan kepala, dan mulailah dari bagian depannya.
Syarah · keterangan lengkap
Tiga sunah yang dibedakan caranya
Berkumur berkaitan dengan rongga mulut, sedangkan istinsyaq memasukkan air ke bagian hidung dengan cara yang wajar. Keduanya merupakan penyempurna wudu dalam mazhab yang dibahas, berbeda dari kewajiban membasuh permukaan wajah. Air tidak perlu ditelan. Dalam puasa, pembahasan berlebihan memasukkan air mempunyai batas tersendiri agar ibadah tidak terganggu.
Mengusap seluruh kepala
Rukun pada bait 123 menyebut sebagian kepala. Di sini pengarang menyebut seluruh kepala sebagai kesunahan, dimulai dari bagian depan. Perbedaan lokasi dua ketentuan itu penting: jangan menjadikan batas sunah sebagai satu-satunya ukuran sah, tetapi jangan pula menganggap batas minimal selalu merupakan pelaksanaan yang paling sempurna.
Cara wajar dan perhatian pada keadaan
Pelajar dapat melakukannya tenang, tidak tergesa dan tidak memaksakan air dengan cara yang mengganggu. Kondisi hidung atau luka yang memerlukan perhatian mempunyai pertimbangan keadaan nyata. Bait ini membimbing adab bersuci, bukan mengajarkan tindakan membersihkan rongga tubuh secara dalam. Permulaan kata inā tetap dibaca sebagai sambungan kalimat bait 127.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 43. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
إنا ومضمض وانتشق
إنا ialah إناء dalam ejaan nazam, melengkapi تُدخل pada bait sebelumnya. مضمض dan انتشق merupakan perintah dengan pelaku أنت.
وعمم الرأس وابدأه من المقدم
عمّم perintah dan الرأس objek. ابدأه terdiri dari perintah dan ha objek kembali kepada usapan kepala; من المقدم menunjukkan tempat memulai.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Awal bait melengkapi wadah pada bait 127. Usapan seluruh kepala di sini merupakan penyempurna dari batas minimal pada bait 123.
Intisari & faedah
- Berkumur dan membersihkan hidung dibedakan dari membasuh permukaan wajah.
- Seluruh kepala adalah sunah yang melengkapi rukun mengusap sebagian kepala.
Contoh penerapan
Keadaan
Seorang pelajar bertanya mengapa bait 123 menyebut sebagian tetapi bait ini seluruh kepala.
Cara memahami
Ia membedakan pembahasan rukun dari sunah.
Batas penerapan
Perbedaan cakupan tersebut bukan dua matan yang saling bertentangan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 159
Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا، وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلاَثَ مِرَارٍ، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ثَلاَثَ مِرَارٍ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Inti makna
Utsman mencontohkan wudu Nabi: membasuh wajah dan tangan hingga siku tiga kali, mengusap kepala, lalu membasuh kaki sampai mata kaki tiga kali. Riwayat lengkap juga memuat persiapan, kumur, dan hidung.
Kaitan dengan bait
Riwayat wudu memuat berkumur, istinsyaq, dan usapan kepala; perincian wajib-sunah dijelaskan melalui mazhab.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa mengusap sebagian dan seluruh kepala tidak bertentangan?
Lihat pembahasan jawaban
Yang pertama menjelaskan batas rukun dalam mazhab, sedangkan yang kedua menjelaskan pelaksanaan yang disunahkan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
إنا
(ke) bejana
ومضمض
dan berkumurlah
وانتشق
dan masukkan air ke hidung
وعمم الرأس
dan ratakan (usapan) kepala
وابدأه من المقدم
dan mulailah dari bagian depan
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
إِنَا ومَضمِض وانتَشِق وعَمِّمِ
Buka penggal 2
الرأسَ وابدأهُ من المُقَدَّمِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 128 — Berkumur, membersihkan hidung, dan seluruh kepalaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.