Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 13
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Iman, niat, dan amal · Bait 13 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
إن صدق القلب
apabila hati membenarkan
وبالأعمال
dan melalui amal-amal
يكون
ia menjadi
ذا نقص
mempunyai kekurangan
وذا كمال
dan mempunyai kesempurnaan
Terjemahan bait 13

Apabila hati membenarkan; dan dengan amal-amal, iman mempunyai kekurangan dan kesempurnaan.

Syarah · keterangan lengkap

Melanjutkan syahadat

Kalimat in shaddaqa al-qalbu mengaitkan pengucapan syahadat dengan pembenaran hati. Ucapan yang sengaja disertai pendustaan di dalam batin berbeda dari pengakuan yang sungguh-sungguh. Akan tetapi, urusan hati tidak diketahui manusia secara menyeluruh. Penjelasan tentang iman berfungsi membimbing diri sendiri, sedangkan perlakuan kepada orang lain mengikuti bukti lahir dan ketentuan ilmu, bukan prasangka.

Mengapa amal berpengaruh?

Dalam kerangka akidah pengarang, pembenaran merupakan pokok, sementara ketaatan menyempurnakan iman dan kemaksiatan mengurangi kesempurnaannya. Salat, kejujuran, dan kasih sayang membuat iman berbuah dalam tindakan. Sebaliknya, sengaja mengabaikan tuntunan melemahkan penghayatan serta buah keimanan. Perbedaan rumusan para ulama tentang bertambah-berkurangnya iman perlu dipahami berdasarkan maksud istilah yang digunakan.

Tidak menyamakan dosa dengan keluar dari iman

Tidak setiap dosa mengeluarkan seorang Muslim dari Islam. Ada perbedaan antara melakukan pelanggaran karena lemah dan menolak pokok agama dengan sadar; rincian penilaian kasus memerlukan ilmu. Karena itu, seseorang yang tergelincir diajak bertobat dan memperbaiki amal, bukan langsung diputuskan kafir. Bait ini menumbuhkan harapan sekaligus tanggung jawab: iman perlu dipelihara melalui amal, tetapi orang berdosa tetap memiliki jalan kembali kepada Allah.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 9. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

إن صدق القلب

إن huruf syarat; صدقَ kata kerja lampau pada kedudukan jazm sebagai fi‘il syarat, dan القلبُ fa‘il. Jawabnya dipahami dari keterangan اعتبار النطق pada bait 12.

وبالأعمال يكون ذا نقص وذا كمال

بالأعمال terkait dengan يكون. Isim يكون tersirat kembali kepada iman; ذا khabarnya, manshub dengan alif karena termasuk al-asma’ al-khamsah. نقصٍ mudhaf ilaih, dan ذا كمال dihubungkan kepada ذا نقص.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الأعمال

Akar
ع م ل
Pola / bentuk
أَفْعَال

Jamak taksir dari عمل, mencakup perbuatan ketaatan yang dibahas dalam penyempurnaan iman.

نقص

Akar
ن ق ص
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar yang menunjukkan kekurangan. Dipasangkan dengan كمال untuk membahas mutu dan kesempurnaan, bukan dua benda fisik.

Hubungan bait

Penggal pertama menyempurnakan bait 12. Penggal kedua membuka pembahasan mutu iman yang dilanjutkan bait 14–17 melalui amal dan kebersihan hati.

Intisari & faedah
  1. Pembenaran hati tidak boleh dihapus dari pembahasan iman.
  2. Amal berkaitan dengan kekurangan dan kesempurnaan iman dalam penjelasan pengarang.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar mengira cukup mengucap tanpa membenarkan, atau mengira amal tidak penting setelah beriman.

Cara memahami

Ia membaca bait 12–14 bersama untuk melihat unsur lisan, hati, dan perbaikan amal.

Batas penerapan

Istilah hakikat iman dan kesempurnaannya perlu dibedakan ketika membaca penjelasan ulama.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Fath 48:4

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًۭا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًۭا

Inti makna

Allah menurunkan ketenangan dalam hati orang beriman agar keimanan mereka bertambah.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut bertambahnya iman; menjadi penguat tema peningkatan iman, bukan pengganti seluruh rincian definisi dalam ilmu kalam.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Ke mana subjek tersirat pada يكون kembali?

Lihat pembahasan jawaban

Kepada iman yang disebut pada bait sebelumnya; ذا نقص dan ذا كمال menjelaskan keadaannya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

إن صدق القلب

apabila hati membenarkan

وبالأعمال

dan melalui amal-amal

يكون

ia menjadi

ذا نقص

mempunyai kekurangan

وذا كمال

dan mempunyai kesempurnaan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

إنْ صَدَّقَ القلبُ وبالأعمال

Buka penggal 2

يكونُ ذا نَقْصٍ وذا كَمَال

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 13 — Pembenaran hati dan kesempurnaan imanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan